Key Discussion: Gelar Rakernas di Yogyakarta, APJI Perkuat Kolaborasi dan Profesionalisme

gelar-rakernas-di-yogyakarta-apji-perkuat-kolaborasi-dan-profesionalisme-hmk

Key Discussion: APJI Gelar Rakernas di Yogyakarta untuk Perkuat Kolaborasi dan Profesionalisme

Key Discussion menjadi topik utama dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pengusaha Jasa Boga Indonesia (APJI) yang digelar di Kota Yogyakarta pada 3-5 Juni 2026. Acara ini menarik lebih dari 500 peserta, terdiri dari pengurus dan anggota dari 29 Dewan Pengurus Daerah (DPD) di seluruh Indonesia, serta perwakilan jejaring internasional APJI di Australia, Belanda, dan Inggris Raya. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus membangun kerja sama yang lebih produktif antar anggota, dengan fokus pada peningkatan profesionalisme dan kapasitas industri jasaboga nasional.

Tema dan Tujuan Rakernas 2026

Rakernas 2026 mengusung tema “Konsolidasi Nasional dan Pengokohan Organisasi Menuju APJI sebagai Mitra Strategis Utama Jasaboga” dengan agenda utama meninjau kebijakan pengembangan industri jasaboga. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat soliditas APJI sebagai wadah pengusaha jasaboga, menumbuhkan keterlibatan anggota, serta memastikan organisasi ini menjadi mitra yang relevan dalam kebijakan pangan nasional. Key Discussion juga menjadi sarana untuk menyelaraskan visi dan misi seluruh DPD dalam memajukan industri jasaboga ke depan.

“Rakernas APJI bukan hanya tentang konsolidasi internal, tetapi juga menjadi Key Discussion untuk menentukan langkah strategis dalam meningkatkan profesionalisme, kompetensi, dan daya saing anggota. Kami ingin memastikan APJI tetap relevan dalam era transformasi industri jasaboga,” papar Tashya Megananda Yukki, Ketua Umum APJI.

Key Discussion dalam Rakernas ini menggarisbawahi pentingnya kerja sama lintas sektor dalam mendorong pertumbuhan ekosistem jasaboga. Industri ini tidak hanya menjadi penggerak perekonomian lokal, tetapi juga memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kualitas gizi masyarakat, serta mendorong pengembangan UMKM dan penciptaan lapangan kerja. Tashya menekankan bahwa sector jasaboga memberikan kontribusi sekitar 10 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia, setara Rp2.300 triliun, serta menyerap hingga 11,7 juta tenaga kerja.

Agenda Strategis dan Kinerja Anggota

Selama Rakernas, berbagai agenda strategis dijalankan untuk meningkatkan kapasitas pengusaha jasaboga. Key Discussion juga menjadi ruang diskusi mengenai peran APJI dalam memfasilitasi akses pasar internasional dan digitalisasi bisnis anggota. Salah satu langkah konkret adalah pelantikan DPD APJI Papua Tengah, yang menunjukkan komitmen organisasi dalam mendorong pemerataan pertumbuhan industri jasaboga di wilayah timur Indonesia.

“Melalui Key Discussion ini, APJI mencoba memastikan bahwa setiap anggota merasa didukung dalam menjalankan bisnis jasaboga secara profesional dan berkelanjutan. Kami juga ingin mempererat hubungan dengan pemerintah, dunia usaha, dan akademisi untuk mendorong transformasi industri,” jelas Tashya.

Kegiatan Rakernas menyoroti pencapaian APJI dalam mendorong pengusaha jasaboga naik kelas menuju pasar global. Contohnya, platform APJI Mart yang diluncurkan telah membuka akses lebih luas bagi produk-produk unggulan anggota. Key Discussion juga membahas rencana pengembangan program pelatihan dan sertifikasi, termasuk di bidang manajemen katering, keamanan pangan, dan higienitas pengolahan makanan. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan standar industri jasaboga secara nasional.

Potensi Pertumbuhan dan Tantangan Industri

Jumlah usaha penyediaan makanan dan minuman di Indonesia mencapai sekitar 4,85 juta unit, dengan perputaran omzet yang diperkirakan mencapai Rp998 triliun. Key Discussion dalam Rakernas 2026 memperhatikan pertumbuhan ini, sambil mengidentifikasi tantangan utama seperti kompetisi global, regulasi pangan, dan perubahan kebiasaan konsumen. Dengan menekankan kolaborasi dan profesionalisme, APJI berupaya memastikan industri jasaboga tetap bergerak maju di tengah dinamika pasar yang cepat.

Key Discussion tidak hanya fokus pada agenda internal, tetapi juga membahas peran APJI sebagai mitra strategis. Kegiatan ini menjadi momentum untuk menyusun rencana kerja sama dengan lembaga-lembaga pemerintah dan swasta dalam menciptakan ekosistem yang sehat dan berkelanjutan. Dengan memperkuat profesionalisme, APJI diharapkan bisa menjadi salah satu pelaku utama dalam meningkatkan kualitas layanan jasaboga bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *