Key Discussion: DPMPTSP Bontang Ditarget Tingkatkan Nilai Investasi 2026
DPMPTSP Bontang Ditarget Tingkatkan Nilai Investasi 2026
Key Discussion – Kota Bontang terus memperkuat komitmen dalam menggerakkan ekonomi Kalimantan Timur (Kaltim) menuju tahun 2026. Sebagai pusat pendorong pertumbuhan, kota ini membidik target peningkatan nilai investasi yang cukup ambisius. Dalam rapat konsolidasi data realisasi investasi se-Kaltim yang diadakan 2 April 2026, DPMPTSP Bontang menetapkan rencana untuk menyumbang Rp3,42 triliun.
“Target ini meningkat signifikan sebesar 11,24 persen dibandingkan capaian tahun sebelumnya yang berada di angka Rp3,08 triliun,” kata Kepala DPMPTSP Bontang Muhammad Aspian Nur, Senin (11/5/2026).
Realisasi investasi di lapangan telah menunjukkan optimisme yang semakin memuncak. Pada triwulan pertama 2026, kota ini mencatatkan penyerapan modal sebesar Rp796,78 miliar. Meski target dari Pemprov Kaltim lebih tinggi dari rencana awal pemerintah daerah, hasil di lapangan memberikan petunjuk positif.
Zona Strategis Bontang
Investasi di Bontang terbagi dalam tiga wilayah strategis dengan karakteristik unik:
1. **Bontang Utara (Jantung Industri):** Wilayah ini masih menjadi penghasil terbesar melalui sektor industri kimia dasar dan farmasi. Perusahaan besar seperti Kaltim Methanol terus memperkuat kapasitas produksi di sini.
2. **Bontang Selatan (Kawasan Urban):** Fokus pembangunan berada pada perumahan, industri, serta area perkantoran. Penambahan populasi dan aktivitas ekonomi memicu kebutuhan pengembangan infrastruktur.
3. **Bontang Barat (Hub Perdagangan):** Sektor jasa dan kuliner mendominasi, didukung oleh kehadiran perusahaan besar seperti Fast Food Indonesia. Hal ini mencerminkan daya beli warga yang tetap stabil.
Komposisi modal pada awal tahun menunjukkan dominasi dari investor dalam negeri, yang mencapai Rp707,31 miliar atau 88,77 persen. Investor asing (PMA) mengisi sisa dengan Rp89,46 miliar atau 11,23 persen. Pemkot Bontang juga sedang mengeksplorasi program pendidikan gratis Kabupaten Gowa sebagai langkah pengembangan sumber daya manusia.
