Imigrasi Semarang Bongkar Praktik Love Scamming – Tangkap 4 WNA China

imigrasi-semarang-bongkar-praktik-love-scamming-tangkap-4-wna-china-aye

Imigrasi Semarang Bongkar Praktik Love Scamming, Tangkap 4 WNA China

Imigrasi Semarang Bongkar Praktik Love Scamming – Dalam upaya menangkal kejahatan penipuan berbasis digital, Imigrasi Semarang berhasil mengungkap praktik Imigrasi Semarang Bongkar Praktik Love yang melibatkan kegiatan love scamming. Pada Kamis, 4 Juni 2026, pukul 23.30 WIB, petugas Kantor Imigrasi Semarang bekerja sama dengan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi (Ditjenim) Jawa Tengah melakukan operasi penggeledahan di Kawasan Puri Anjasmoro, Semarang Barat. Hasilnya, empat Warga Negara Asing (WNA) dari Tiongkok ditangkap, serta dua Warga Negara Indonesia (WNI) yang diduga terlibat dalam skema penipuan ini. Operasi ini menunjukkan kesigapan pihak imigrasi dalam mengawasi aktivitas keimigrasian di wilayah Semarang.

Pengintaian Intensif dan Modus Penipuan yang Ditemukan

Sebelum penangkapan, Tim Intelijen dan Penindakan Keimigrasian (Inteldakim) Kantor Imigrasi Semarang melakukan pengintaian intensif selama dua minggu. Dari hasil investigasi, mereka berhasil mengungkap bahwa para pelaku menggunakan Imigrasi Semarang Bongkar Praktik Love sebagai alat untuk menipu korban di luar negeri. Modus yang digunakan melibatkan pembuatan profil palsu di platform media sosial dan dating aplikasi, dengan tujuan membangun hubungan romantis secara virtual. Proses ini sering kali berlangsung secara bertahap, mulai dari pemberian perhatian hingga penggalakan perasaan untuk akhirnya meminta dana atau bantuan secara berlebihan.

“Para pelaku memanfaatkan teknologi komunikasi digital untuk menipu korban dengan janji cinta dan hubungan yang berkelanjutan,” jelas Kepala Kantor Imigrasi Semarang Ari Widodo dalam pernyataan tertulis, Minggu (7/6/2026). “Dari hasil pemeriksaan awal, mereka mengakui telah melakukan Imigrasi Semarang Bongkar Praktik Love selama beberapa bulan terakhir, dengan sasaran utama di negara-negara seperti Singapura, Malaysia, dan Indonesia.”

Korban dan Dampak dari Skema Penipuan

Skema love scamming ini mengakibatkan kerugian finansial yang signifikan bagi korban, terutama perempuan muda yang mudah tergoda oleh pesona digital. Para pelaku, dengan menggunakan identitas palsu, membuat narasi cinta yang terlihat autentik untuk menggoda korban melalui pesan, video, atau bahkan video call. Dalam tahap pendalaman, terungkap bahwa beberapa korban sudah menyumbang dana hingga ratusan juta rupiah untuk memenuhi kebutuhan para pelaku yang mengaku berada dalam keadaan kritis atau menghadapi kesulitan keuangan.

Sejumlah korban juga dibawa ke Semarang untuk memperkuat ikatan romantis secara langsung. Proses ini mencakup pembuatan dokumentasi palsu, penggunaan paspor maupun dokumen keimigrasian untuk membuktikan keaslian identitas pelaku, serta pembangunan hubungan yang dibarengi dengan penggalakan emosional. Dengan memanfaatkan kepercayaan korban, pelaku menyusupkan keuntungan finansial sebelum akhirnya menghilangkan jejak dan memulai kegiatan baru.

Barang Bukti yang Ditemukan dan Tindakan Selanjutnya

Pada situs operasi, petugas menemukan berbagai barang bukti elektronik, termasuk 604 ponsel, 11 laptop, dan 10 komputer all-in-one (AIO) yang digunakan untuk menjalankan kegiatan Imigrasi Semarang Bongkar Praktik Love. Selain itu, ada ratusan kartu SIM, tiga paspor Tiongkok, serta dokumen pendukung lain yang sedang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *