Gunung Dukono Erupsi Pagi Ini – Tinggi Abu Vulkanik 1.500 Meter

gunung-dukono-erupsi-pagi-ini-tinggi-abu-vulkanik-1500-meter-zlm

Erupsi Gunung Dukono Terjadi Pagi Ini, Kolom Abu Mencapai Ketinggian 1.500 Meter

Halmaera, 12 Mei 2026

Gunung Dukono Erupsi Pagi – Pada pagi hari Selasa, 12 Mei 2026, Gunung Dukono, yang terletak di Pulau Halmahera, Maluku Utara, kembali mengalami letusan. Aktivitas vulkanik ini tercatat pukul 07:55 WIT dan menghasilkan kolom abu yang mencapai ketinggian sekitar 1.500 meter di atas puncak gunung. Dengan ketinggian tersebut, kolom abu mencapai sekitar 2.587 meter di atas permukaan laut, menurut laporan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Erupsi pagi ini menimbulkan kekhawatiran di sekitar kawasan yang berpotensi terkena dampak.

Kemunculan Gunung Dukono dalam status letusan pada pagi hari ini adalah bagian dari siklus aktivitas vulkanik yang terus berlangsung. Sebagai salah satu gunung berapi aktif di Indonesia, Dukono dikenal dengan letusan yang sering terjadi, terutama sejak tahun 2020. Namun, erupsi pagi ini memperlihatkan intensitas yang cukup signifikan, dengan abu vulkanik yang mengarah ke arah barat laut dan menyebabkan ketergantungan pada arah angin untuk menentukan area yang terkena.

Detil Erupsi dan Seismogram

Menurut PVMBG, erupsi Gunung Dukono pada pagi ini diawali dengan gempa vulkanik yang tercatat di seismogram. Data gempa menunjukkan amplitudo maksimum sebesar 15 mm dan durasi 46,15 detik, yang menandakan kekuatan letusan. Aktivitas ini terjadi secara terus-menerus, sehingga masyarakat sekitar diberi peringatan untuk tetap waspada. Abu vulkanik yang dilepaskan mencapai ketinggian 1.500 meter dan memancarkan partikel berukuran halus yang dapat mengganggu kualitas udara.

“Erupsi Gunung Dukono pada pagi ini tercatat dengan amplitudo maksimum 15 mm dan durasi 46.15 detik. Kolom abu vulkanik terlihat mencapai ketinggian sekitar 1.500 meter di atas puncak, setara dengan 2.587 meter di atas permukaan laut,” tulis PVMBG dalam laporan resmi mereka.

Kolom abu yang terbentuk juga menimbulkan dampak visual yang terlihat jelas dari area sekitar. Abu yang mengalir ke arah barat laut membuat udara terasa berawan dan menyebabkan keterbatasan visibilitas bagi warga yang berada di daerah terdekat. Seismogram yang diambil menunjukkan gelombang gempa yang berulang, mengindikasikan bahwa letusan tidak hanya bersifat sementara, tetapi bisa terjadi berulang kali dalam beberapa hari mendatang.

Status Letusan dan Peringatan Waspada

Saat ini, Gunung Dukono berada dalam status Level II, yang menandakan bahwa aktivitas vulkanik sedang dalam kondisi waspada. Status ini berlaku hingga PVMBG memastikan tidak ada perubahan signifikan dalam aktivitas letusan. Pihak berwenang menyarankan warga dan pengunjung wisata untuk menjaga jarak dari kawah Malupang Warirang, kawah utama Gunung Dukono, dalam radius 4 km. Area ini merupakan zona yang paling rentan terkena bahaya, seperti aliran lava atau puing vulkanik.

“Dengan status letusan Level II, masyarakat dianjurkan untuk menghindari area kawah dalam radius 4 km selama aktivitas vulkanik masih berlangsung,” jelas PVMBG dalam siaran pers terbarunya.

Peringatan ini menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko terhadap warga yang tinggal di dekat kawah. Selain itu, PVMBG mengimbau masyarakat untuk memperhatikan prakiraan cuaca dan mengenakan masker atau penutup hidung dan mulut untuk melindungi saluran pernapasan dari paparan abu vulkanik. Erupsi pagi ini juga menjadi pengingat bahwa Gunung Dukono tetap aktif dan memerlukan pemantauan terus-menerus.

Dampak Erupsi dan Operasi SAR

Erupsi Gunung Dukono pada pagi ini menyebabkan sejumlah dampak di sekitar kawah, termasuk gangguan pada aktivitas harian warga. Sejumlah pengunjung wisata yang berada di daerah sekitar terpaksa dievakuasi, sementara petani di sekitar kawah mengalami kesulitan mengakses lahan pertanian mereka. PVMBG melaporkan bahwa operasi SAR resmi ditutup hari ini setelah tiga korban erupsi ditemukan, meski belum ada laporan kerugian material yang signifikan.

Operasi SAR yang dilakukan oleh tim pemerintah dan organisasi lokal memperlihatkan kerja sama

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *