Fenomena Super New Moon – BMKG: Waspadai Banjir Rob pada Hari Ini hingga 22 Juli 2026

fenomena-super-new-moon-bmkg-waspadai-banjir-rob-pada-hari-ini-hingga-22-juli-2026-diw

Fenomena Super New Moon, BMKG Peringatkan Banjir Rob hingga 22 Juli 2026

Beritasosial.com – Fenomena Super New Moon, yang terjadi pada 14 Juli 2026, menghadirkan risiko banjir rob di sejumlah daerah pesisir Indonesia. BMKG memberikan peringatan untuk waspada terhadap kenaikan permukaan laut yang tinggi, yang akan berdampak hingga 22 Juli 2026. Fenomena ini berlangsung saat Bulan berada di titik terdekat dengan Bumi (perigee) dan fase baru, sehingga mengintensifkan pengaruh gravitasi bulan pada air laut.

Peringatan BMKG: Potensi Banjir Rob di Wilayah Pesisir

“BMKG memperkirakan tingkat air laut akan meningkat karena pengaruh fenomena Super New Moon,” kata perwakilan BMKG dalam pernyataan terbaru. Fenomena ini memperkuat efek pasang surut, berpotensi menyebabkan banjir rob di wilayah seperti Aceh, Sumatera Utara, Jawa Timur, dan sebagainya. Kenaikan air laut yang signifikan dapat mengganggu kehidupan warga pesisir, khususnya di kawasan pelabuhan dan daerah rawan banjir.

BMKG menjelaskan bahwa Super New Moon memicu peningkatan permukaan laut hingga 15-20 cm dibandingkan kondisi normal. Faktor ini berdampak pada tingkat ketinggian air saat pasang tinggi, terutama di daerah yang memiliki alur sungai atau sungai endapan yang rentan terhadap aliran air laut. Masyarakat dianjurkan memantau informasi cuaca laut secara berkala dan siapkan langkah antisipasi.

Wilayah Rentan dan Jadwal Kenaikan Air Laut

BMKG menyebutkan beberapa wilayah yang terdampak fenomena ini, termasuk:

  • Wilayah Aceh: Lhokseumawe, dengan kenaikan air laut terjadi antara 9-17 Juli 2026
  • Wilayah Sumatera Utara: Medan Belawan, Medan Labuhan, dan Medan Marelan, dengan tinggi air laut maksimum pada 12-18 Juli 2026
  • Wilayah Kepulauan Riau: Batam (13–20 Juli 2026), Karimun (12–19 Juli 2026)
  • Wilayah Sumatera Barat: Kota Padang, Kabupaten Padang Pariaman, dan Kabupaten Pesisir Selatan, dengan risiko tinggi pada 14–17 Juli 2026
  • Wilayah Jambi: Tanjung Jabung Barat dan Tanjung Jabung Timur, dengan kenaikan air laut terjadi 9–19 Juli 2026

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *