Capratar Akpol Tewas usai Jatuh dari Lantai 3 Gedung Werving Hoegeng

65b253b4-20d3-43f3-84a4-0a036f7b3f7e-0

Tragedi di Akpol Semarang: Capratar Tewas Setelah Melompat dari Lantai Tiga

Beritasosial.com – Seorang taruna Akademi Kepolisian Semarang yang sedang menjalani masa pendidikan calon perwira mengalami nasib malang pada Kamis malam, 30 Juli 2026. AMM, seorang pemuda berusia 19 tahun asal Papua Barat Daya, dilaporkan meninggal dunia setelah terjatuh dari ketinggian lantai tiga Gedung Werving Hoegeng. Kejadian ini terjadi tepat setelah pelaksanaan salat Isya.

Menurut keterangan saksi di lokasi, insiden tersebut berlangsung saat apel malam sedang berlangsung. Para taruna dan taruni telah melakukan berbagai aktivitas sejak sore hari, mulai dari kegiatan bersih-bersih hingga menunaikan ibadah dan makan malam. Saat komandan melakukan pengecekan kehadiran, ditemukan adanya satu orang yang tidak hadir dalam barisan.

“Loncat dari lantai 3 Gedung Werving (Hoegeng), kejadian tadi malam saat apel malam,” ungkap sumber yang tidak ingin namanya disebutkan.

Setelah dilakukan pencarian, ditemukan bahwa taruna yang hilang tersebut berada di lantai tiga bangunan. Tanpa diduga, ia kemudian melompat ke bawah. Korban segera dilarikan ke RS Bhayangkara Akpol yang lokasinya tidak terlalu jauh dari tempat kejadian. Sayangnya, upaya penyelamatan tidak berhasil dan nyawanya melayang.

Jenazah korban saat ini masih disemayamkan di rumah sakit tersebut. Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban diduga melakukan bunuh diri. Ia merupakan bagian dari gelombang penerimaan taruna Akpol tahun 2026 yang berasal dari wilayah Papua Barat Daya.

Proses Investigasi dan Detail Lokasi

Petugas dari Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Semarang bersama dukungan Polda Jawa Tengah sedang menyelidiki secara mendalam peristiwa ini. Gedung Werving Hoegeng yang menjadi tempat kejadian perkara terletak di kompleks Akpol, tepatnya di Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang, Jawa Tengah.

Bangunan tiga lantai ini merupakan fasilitas baru yang memiliki cat putih dengan atap berwarna cokelat. Lokasinya berada dekat dengan Gedung Serba Guna serta Rumah Sakit Bhayangkara Akpol. Di bagian depan gedung, terdapat penjagaan rutin dari Provost setempat.

“Saat ini jenazah masih berada di RS Bhayangkara Akpol,” tambah sumber lapangan tersebut.

Gedung ini memang berfungsi sebagai lokasi seleksi tingkat pusat bagi Calon Taruna Akpol maupun Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana atau SIPSS. Berbagai kegiatan pascaseleksi juga sering dilaksanakan di sini.

Rekapitulasi Penerimaan Taruna Akpol 2026

Total peserta yang berhasil lolos seleksi tingkat nasional yang diselenggarakan pada Juli 2026 mencapai 350 orang. Dari jumlah tersebut, terbagi menjadi 320 laki-laki dan 30 perempuan. Polda Jawa Tengah dijadwalkan memberikan keterangan resmi kepada awak media pada Jumat siang terkait insiden ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *