Key Discussion: Permintaan Gas PLN Diproyeksi Naik 4,5% per Tahun, LNG Jadi Pilar Transisi Energi
Permintaan Gas PLN Diproyeksi Naik 4,5% per Tahun, LNG Jadi Pilar Transisi Energi
Key Discussion – Dalam Key Discussion terkini, Perusahaan Listrik Negara (PLN) menegaskan bahwa permintaan gas bumi untuk pembangkit listrik akan terus meningkat dalam beberapa tahun mendatang. Forum diskusi yang digelar pada 7 Mei 2026, yakni “11th Annual LNG Supply, Transport & Storage Forum 2026” di Bali, mengungkapkan bahwa pertumbuhan kebutuhan gas PLN diprediksi mencapai 4,5% setiap tahun hingga 2034. Langkah ini menunjukkan bahwa energi bersih, terutama melalui gas alam cair (LNG), akan menjadi pilar utama dalam upaya transisi energi nasional.
Potensi Pertumbuhan Sektor Listrik dan Diversifikasi Energi
Menurut Direktur Utama PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI), Rakhmad Dewanto, sektor listrik di Indonesia diproyeksi menjadi motor penggerak utama pertumbuhan energi primer. Kebutuhan listrik yang meningkat di berbagai sektor—seperti transportasi, industri, rumah tangga, serta infrastruktur data center—akan mendorong permintaan gas untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar pembangkit. Key Discussion menekankan bahwa proyeksi ini menggambarkan kebutuhan energi yang semakin beragam dan berkelanjutan.
Dalam Key Discussion yang berlangsung, Rakhmad juga menjelaskan bahwa transisi energi di Indonesia tidak hanya bergantung pada pembangkit tenaga surya atau angin, tetapi juga membutuhkan peran aktif LNG sebagai sumber energi yang stabil dan ramah lingkungan. Forum ini menjadi wadah penting untuk menggali potensi rantai pasok LNG di dalam negeri, termasuk integrasi dengan sektor industri dan transportasi yang sedang berkembang.
“Pertumbuhan sektor ketenagalistrikan diprediksi mencapai 4,6–5,4% per tahun, didorong oleh elektrifikasi di berbagai sektor,” kata Rakhmad dalam keterangan pers, Senin (11/5/2026). Hal ini menegaskan bahwa kebutuhan energi primer akan semakin bergantung pada sumber daya yang bisa diandalkan, salah satunya LNG.
Persiapan Menghadapi Kenaikan Permintaan dan Isu Global
Proyeksi yang disampaikan oleh PLN EPI tidak hanya berfokus pada pertumbuhan lokal, tetapi juga mempertimbangkan tren global dalam industri energi. Key Discussion menyebutkan bahwa pasar global mengalami perubahan signifikan, termasuk anjloknya pasokan LNG hingga 20%. Meski demikian, Indonesia dinilai memiliki keunggulan dalam memanfaatkan sumber daya alamnya untuk menjaga ketersediaan energi yang memadai.
McKinsey dan RUKN 2025 mengungkapkan bahwa elektrifikasi di industri, transportasi, dan rumah tangga akan meningkatkan kontribusi kelistrikan dari 28% pada 2025 menjadi 38% pada 2035. Angka ini menunjukkan bahwa kelistrikan akan menjadi salah satu komponen terbesar dalam kebutuhan energi primer nasional. Key Discussion menekankan bahwa peningkatan ini memerlukan strategi pasokan energi yang lebih terarah, terutama dalam pengembangan infrastruktur LNG.
PLN EPI berkomitmen untuk memperkuat kapasitas pasokan LNG guna memenuhi proyeksi pertumbuhan ini. Key Discussion menggarisbawahi bahwa langkah-langkah seperti pengembangan pelabuhan khusus, penyempurnaan jaringan transportasi, serta investasi dalam penyimpanan LNG akan menjadi kunci untuk mengantisipasi kenaikan permintaan. Dengan adanya pembangunan tambahan, kapasitas pasokan LNG diperkirakan akan lebih seimbang dengan permintaan di masa depan.
