Si Jago Merah Mengamuk di Tegal Alur Kalideres – 4 Gudang Hangus Terbakar
Si Jago Merah Mengamuk di Tegal Alur Kalideres, 4 Gudang Hangus Terbakar
Si Jago Merah Mengamuk di Tegal – Kebakaran hebat yang melibatkan Si Jago Merah mengamuk di wilayah Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat, pada Senin (11/5/2026) malam. Api mulai membara sekitar pukul 19.00 WIB dan berlangsung hingga pukul 20.06 WIB, saat petugas pemadam kebakaran berhasil mengendalikan situasi. Kebakaran ini menimpa empat gudang yang terletak di Pergudangan Rawamaju A, RT 03/RW 01, dengan kerusakan total yang menghancurkan seluruh struktur bangunan. Pemadaman dilakukan dengan serius oleh sekitar 20 unit mobil pemadam dan 100 personel, seperti yang diungkapkan oleh Saiful Kahfi, Kasiops Sudin Gulkarmat Jakarta Barat.
Perkembangan Kebakaran di Tegal Alur
“Api pertama kali melalui gudang freon, kemudian menjalar ke gudang plastik dan kardus. Penyebab kebakaran masih dalam investigasi, dan kita berharap dapat menemukan sumber api secara cepat,” terang Madi, Ketua RW 01 Tegal Alur, saat memberikan keterangan kepada wartawan.
Menurut Madi, kebakaran terjadi di area yang menjadi pusat penyimpanan barang untuk perusahaan jasa logistik. Gudang-gudang tersebut tidak berfungsi sebagai tempat produksi, melainkan sebagai tempat penitipan bahan baku dan hasil produksi. Kebakaran tersebut mengakibatkan kerugian besar, dengan empat gudang milik perusahaan jasa logistik menjadi hangus terbakar. Area yang terkena dampak meliputi gudang freon, gudang plastik, gudang kardus, dan gudang paket ekspedisi.
Kebakaran di Tegal Alur Kalideres menimbulkan kekhawatiran di sekitar wilayah tersebut. Api yang membara menyebar cepat karena kondisi angin yang kencang, menyulitkan petugas pemadam dalam upaya memadamkan kobaran api. Pergudangan Rawamaju A menjadi lokasi yang rentan karena jumlah gudang yang padat serta bahan-bahan yang mudah terbakar, seperti plastik dan kardus.
Upaya Pemadaman dan Penyebab yang Dicurigai
Dalam upaya mengendalikan api, tim pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi segera setelah kejadian. Saiful Kahfi mengungkapkan bahwa petugas tiba di lokasi sekitar pukul 20.06 WIB dan bekerja secara intensif untuk memadamkan api. “Kita masih menyelidiki apakah kebakaran berasal dari kesalahan teknis di dalam gudang freon atau karena faktor manusia,” tambahnya.
Menurut informasi terkini, tidak ada laporan korban jiwa dalam kebakaran ini, meski sejumlah petugas diutus ke lokasi untuk mengecek keadaan. Gudang-gudang yang hangus terbakar berada di area yang dekat dengan permukiman warga, sehingga masyarakat sekitar turut waspada. Madi menyebutkan bahwa api diduga berasal dari salah satu gudang yang mengalami kebocoran gas atau kelebihan muatan bahan bakar.
Kebakaran di Tegal Alur Kalideres menjadi peristiwa besar karena dampaknya terhadap rantai pasok barang dan logistik di Jakarta Barat. Pergudangan Rawamaju A menjadi salah satu titik distribusi penting, dengan berbagai jenis barang seperti plastik, kardus, dan bahan baku ekspedisi yang menyimpan risiko tinggi terhadap api. Dengan 4 gudang yang hancur, ratusan ton barang terbakar, dan jaringan distribusi terganggu, kejadian ini memicu kekhawatiran akan ketidakstabilan operasional di wilayah tersebut.
Kebakaran di Tegal Alur juga menarik perhatian warga sekitar, yang segera berbondong-bondong ke lokasi untuk memantau perkembangan. Banyak dari mereka mengungkapkan kecemasan terhadap kemungkinan penyebaran api ke area permukiman. “Saya dan tetangga lainnya langsung ke lokasi karena melihat asap tebal mengarah ke arah gudang,” kata salah satu warga, Rina, yang tinggal di dekat lokasi kebakaran.
Dalam upaya mencegah kebakaran lanjutan, pihak kepolisian dan pemadam kebakaran melakukan pengamanan sekitar area. Sementara itu, perusahaan logistik yang terkena dampak masih berusaha memulihkan operasional mereka, meski harus mengalami hambatan sementara. “Kami sedang mengupayakan evakuasi barang yang bisa diselamatkan, dan menunggu laporan lebih lanjut dari penyelidikan,” kata salah satu perwakilan perusahaan, Arief, yang mengetahui kejadian ini.
