Key Strategy: Cara PAMA Ikut Meningkatkan Kualitas Kesehatan Masyarakat

Cara PAMA Ikut Meningkatkan Kualitas Kesehatan Masyarakat
Beritasosial.com – Kualitas kesehatan masyarakat merupakan salah satu aspek penting dalam pembangunan nasional, dan Key Strategy yang diterapkan oleh PT Pamapersada Nusantara (PAMA) menjadi penentu utama dalam upaya penurunan angka stunting di berbagai wilayah. Pelatihan Kader Posyandu Binaan PAMA yang berlangsung pada Selasa, 30 Juni di Puskesmas Golden Great Borneo (GGB), Kecamatan Merapi Timur, menunjukkan komitmen perusahaan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat melalui pendekatan holistik. Kegiatan ini menargetkan 38 kader Posyandu Balita dari empat desa, yakni Sirah Pulau, Gunung Kembang, Prabu Menang, dan Merapi. Selain itu, kehadiran perwakilan Ketua PKK masing-masing wilayah menegaskan peran kolaboratif dalam mewujudkan Key Strategy yang berfokus pada penguatan sistem kesehatan dari tingkat dasar.
Perkuat Kapasitas Kader Sebagai Garda Depan
Key Strategy PAMA tidak hanya sekadar program, tetapi juga merupakan pendekatan berkelanjutan untuk membangun fondasi kesehatan yang kuat di tingkat masyarakat. Dalam pelatihan ini, para kader Posyandu diberikan pembekalan terkait manajemen kesehatan, monitoring pertumbuhan balita, serta teknik komunikasi efektif dalam memberikan edukasi kesehatan kepada keluarga. PAMA menyadari bahwa kader Posyandu merupakan garda depan yang kritis dalam menjalankan Key Strategy ini, karena mereka berada di tengah-tengah masyarakat dan memiliki hubungan langsung dengan keluarga yang menjadi sasaran utama. Dengan meningkatkan kapasitas mereka, perusahaan berharap dapat menciptakan perubahan positif yang berkelanjutan.
Acara yang dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, seperti Perwakilan Kecamatan Merapi Timur, M. Syukur, Kepala Desa Prabu Menang, Nopriadi, Babinsa dari dua desa, Kepala Puskesmas GGB, dr. Rheni Yunita, serta tim CSR PAMA yang dipimpin oleh Danang Prakoso dan Devita Sirait, menunjukkan sinergi yang kuat dalam mendorong Key Strategy ini. Pertemuan antara pihak pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat diharapkan dapat memperkuat koordinasi dalam mencapai tujuan bersama, yaitu menurunkan angka stunting melalui pendekatan partisipatif. Selain itu, pelatihan ini juga memberikan kesempatan bagi kader Posyandu untuk berbagi pengalaman dan tukar menukar strategi yang efektif di lapangan.
Komitmen PAMA dan Keterlibatan Media
Dalam sambutan pembukaannya, Devita Sirait, tim CSR PAMA, menegaskan bahwa Key Strategy ini tidak hanya berupa kegiatan jangka pendek, tetapi juga bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan dalam memperkuat kesehatan masyarakat. “Kader Posyandu adalah mitra strategis dalam mewujudkan Key Strategy penurunan stunting, karena mereka menjadi penghubung antara layanan kesehatan dan masyarakat,” ujarnya. Ia menjelaskan bahwa pelatihan ini dilakukan secara bertahap, dengan fokus pada penguasaan metode pengajaran dan pengukuran pertumbuhan balita yang sesuai standar kesehatan nasional.
“Kader Posyandu merupakan mitra strategis dalam mewujudkan Key Strategy penurunan stunting. Melalui pelatihan ini, PAMA berharap kapasitas kader semakin meningkat sehingga mampu memberikan edukasi yang tepat, melakukan pemantauan tumbuh kembang balita secara optimal, serta menjadi agen perubahan di tengah masyarakat. Sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan dalam menurunkan angka stunting di wilayah binaan,” paparnya.
PAMA juga menekankan peran media dalam memperluas dampak Key Strategy ini. Melalui media lokal dan nasional, perusahaan berharap mampu menyampaikan pesan penting tentang pentingnya kesehatan anak balita kepada seluruh masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah untuk mengukur respons masyarakat terhadap program PAMA dan mengidentifikasi kebutuhan yang masih ada. Dengan demikian, Key Strategy PAMA tidak hanya berupa kegiatan pelatihan, tetapi juga bagian dari perencanaan komunikasi dan sosialisasi yang lebih luas.
Manfaat dan Harapan dari Key Strategy
Manfaat dari Key Strategy yang dijalankan PAMA diharapkan dapat berdampak signifikan pada kualitas kesehatan masyarakat. Para kader Posyandu yang terlibat dalam pelatihan ini diberikan pengetahuan terkini mengenai nutrisi, kebersihan, serta pengukuran pertumbuhan balita yang tepat. Dengan begitu, mereka dapat memberikan edukasi yang lebih baik kepada masyarakat, terutama pada keluarga yang memiliki anak usia dini. PAMA juga berharap kegiatan ini mendorong kebiasaan sehat yang berkelanjutan di masyarakat, seperti pola makan seimbang dan kebiasaan hidup bersih.
Kehadiran perwakilan pemerintah dan tim CSR PAMA menegaskan bahwa Key Strategy ini tidak hanya dipandang sebagai kegiatan yang berdiri sendiri, tetapi juga sebagian dari upaya bersama dalam menciptakan sistem kesehatan yang lebih responsif. Dengan menargetkan kegiatan pelatihan secara berkala, PAMA berkomitmen untuk memastikan bahwa masyarakat memiliki akses informasi yang memadai dan kemampuan untuk merawat anak-anak secara optimal. Selain itu, Key Strategy ini juga diharapkan menjadi contoh yang dapat ditiru oleh lembaga lain dalam membangun kesehatan masyarakat dari basis terkecil.
Pelatihan Kader Posyandu Binaan PAMA bukan hanya sekadar kegiatan sosial, tetapi merupakan bagian dari Key Strategy yang lebih luas dalam menangani isu kesehatan masyarakat. Selama kegiatan, para peserta mendiskusikan berbagai metode pengukuran pertumbuhan, cara mengidentifikasi tanda-tanda stunting dini, serta strategi pemberdayaan masyarakat. Dengan pendekatan ini, PAMA ingin mendorong masyarakat untuk tidak hanya mengikuti program, tetapi juga menjadi bagian dari solusi dalam meningkatkan kesehatan secara kolektif.
