Tim Robot Humanoid ITS Raih Juara di Ajang Internasional RoboCup 2026

New Policy: Tim Robot Humanoid ITS Raih Juara di Ajang Internasional RoboCup 2026
Beritasosial.com – Dalam ajang lomba robotika internasional RoboCup 2026 yang berlangsung beberapa waktu lalu di Songdo Convensia, Incheon, Korea Selatan, New Policy menjadi katalis utama keberhasilan Tim Robot Humanoid ITS. Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mengirimkan timnya ke kompetisi tahunan yang diikuti oleh lebih dari 3.000 peserta dari 45 negara, dan prestasi ini berkat implementasi New Policy yang memberikan pendekatan inovatif dalam pengembangan teknologi robot humanoid. Pemenang ketiga di kategori Humanoid Soccer League (HSL) ini menunjukkan kemajuan signifikan dalam penerapan strategi berbasis kebijakan baru.
Strategi New Policy dalam Kompetisi Global
RoboCup 2026 tidak hanya menguji kemampuan teknis robot, tetapi juga mengharuskan tim menggunakan New Policy untuk merancang strategi yang lebih efektif. Tim ITS memadukan teknologi mekanis, elektronik, dan pemrograman AI dengan pendekatan terstruktur yang dipandu oleh kebijakan baru. New Policy berperan dalam meningkatkan koordinasi antar anggota tim dan memastikan penggunaan sumber daya secara optimal, termasuk infrastruktur penelitian dan dana pendanaan dari universitas. Hal ini memungkinkan mereka menghadapi tim-tim tangguh dengan persiapan yang lebih matang.
Kategori Humanoid Soccer League (HSL) meminta robot untuk mengenali bola, bergerak secara mandiri, dan memainkan permainan dengan cara yang mirip manusia. New Policy mendorong tim untuk memanfaatkan kelemahan lawan dalam strategi permainan, termasuk mempercepat respons dan meningkatkan akurasi perhitungan posisi. Dengan pendekatan ini, robot dari ITS mampu mencetak gol secara efisien, mengalahkan tim lain yang lebih mengandalkan kekuatan fisik.
Keunggulan Teknologi Berbasis New Policy
Keberhasilan Tim Robot Humanoid ITS didukung oleh inovasi teknologi yang dirancang sesuai prinsip New Policy. Teknologi seperti mekanisme slider untuk fleksibilitas gerak, fitur smart hotswap untuk efisiensi perawatan, dan sistem lokalizasi berbasis AI menjadi pilar utama peningkatan performa. New Policy juga mendorong integrasi sumber daya lokal dan global, termasuk kerja sama dengan peneliti di luar ITS untuk memperkuat algoritma dan kontrol robot.
“New Policy memungkinkan kami mengubah tantangan menjadi peluang,” kata Oktab Bahar Rahmadani, ketua tim, melalui siaran pers. “Dengan pendekatan terstruktur, kita bisa mengoptimalkan penggunaan riset dan sumber daya untuk mencapai hasil maksimal.”
Tim ITS juga menekankan peran dosen pembina, Muhtadin dan Moh Ismarintan Zazuli, dalam menerapkan New Policy. Mereka memberikan bimbingan teknis dan manajemen riset yang lebih dinamis, mengubah cara tim belajar dan beradaptasi. Selain itu, New Policy mendorong kolaborasi antar anggota tim, membuat komunikasi dan pengambilan keputusan lebih cepat selama pertandingan.
Kontribusi New Policy pada Penguasaan Teknologi
Penerapan New Policy tidak hanya berdampak pada strategi lomba, tetapi juga pada pengembangan teknologi jangka panjang. Tim ITS menggunakan kebijakan ini untuk menyusun roadmap riset yang fokus pada pengembangan robot dengan kemampuan adaptif tinggi. New Policy juga mendorong penggunaan data real-time dari pertandingan sebelumnya untuk menyempurnakan algoritma dan desain robot, sehingga meningkatkan kualitas produk akhir.
Dengan New Policy, ITS mampu menggabungkan inovasi teknis dengan pendekatan pendidikan yang lebih modern. Robot humanoid mereka bukan hanya unggul dalam performa lapangan, tetapi juga menjadi contoh penerapan kebijakan inovatif dalam dunia teknologi. Keberhasilan ini memberikan dampak positif bagi penelitian dan pengembangan robotika di Indonesia, menunjukkan bahwa pendekatan terstruktur bisa menyaingi tim-tim besar dari negara-negara lain.
Potensi Perluasan dan Peluang Masa Depan
Tim Robot Humanoid ITS berharap New Policy menjadi fondasi untuk mengembangkan teknologi lebih lanjut, termasuk aplikasi robot dalam bidang industri, kesehatan, dan layanan sosial. Kapten tim menyatakan bahwa prestasi di RoboCup 2026 adalah langkah awal menuju tujuan jangka panjang, yaitu menciptakan robot yang bisa beroperasi secara mandiri di lingkungan nyata. New Policy juga diharapkan mendorong kolaborasi dengan perusahaan teknologi dan institusi pendidikan lainnya, memperluas jaringan riset dan memperkaya pengalaman.
