Tak Oper ke Haaland yang Berdiri Bebas – Sorloth Dituding Jadi Penyebab Norwegia Kalah

50bc94d4-e432-45bc-9ac9-7f237e486512-0

Tak Oper ke Haaland: Sorloth Dituding Jadi Penyebab Norwegia Kalah di Piala Dunia 2026

Beritasosial.com – Pertandingan perempat final Piala Dunia 2026 antara Norwegia dan Inggris menjadi sorotan publik setelah kekalahan berdarah tim Norwegia. Kritik terbanyak mengarah pada striker Alexander Sorloth, yang diduga menyia-nyiakan peluang penting untuk mengoper bola ke Erling Haaland. Kesempatan itu seharusnya menjadi keuntungan besar bagi Norwegia, namun tindakan Sorloth justru memicu perdebatan tentang keputusannya tidak memanfaatkan posisi yang lebih strategis untuk Haaland.

Situasi Pertandingan yang Menjadi Sorotan

Di Stadion Miami, Norwegia harus mengakui kekalahan 1-2 dari Inggris setelah pertandingan berlangsung sengit. Kemenangan The Three Lions dibukukan oleh dua gol dari Jude Bellingham, yang menciptakan ketimpangan skor yang menguntungkan Inggris. Sebaliknya, satu-satunya gol Norwegia dicetak Andreas Schjelderup, yang menggambarkan ketidakseimbangan peluang sepanjang pertandingan. Pada menit-menit kritis, ketika Norwegia menghadapi situasi 2-1, Haaland berada di posisi terbaik untuk memanfaatkan kesempatan tersebut, tetapi bola tidak sampai ke kaki pemain tersebut.

Kritik terhadap Tindakan Sorloth

“Ketika ada kesempatan 2-1 dengan Haaland di sisi Anda, jangan hanya menyelesaikan sendiri. Sorloth, kritik pada Anda,”

kata seorang suporter Norwegia di media sosial. Tindakan Sorloth dalam momen kritis tersebut dianggap memperparah kegagalan tim, karena ia memilih menembak sendiri sebelum mengoper bola ke Haaland. Akibatnya, bek Inggris mampu menutup area penjaringan, membuat bola tidak masuk ke gawang. Fakta ini memicu penilaian bahwa Sorloth mengorbankan peluang emas Norwegia.

Kekalahan ini juga menjadi cerminan kinerja Norwegia dalam beberapa babak pertandingan. Meski Haaland menunjukkan performa apik, ketergantungan pada permainan individual pemain tersebut dinilai kurang optimal. Sorloth, sebagai salah satu striker utama, seharusnya memastikan bola mencapai posisi yang lebih ideal untuk Haaland, terutama dalam kondisi yang menentukan. Namun, keputusannya untuk menyelesaikan sendiri mengundang pertanyaan mengenai koordinasi tim dan kepercayaan terhadap pemain berjuluk “The Borussia Dortmund’s Pride.”

Hasil Pertandingan dan Impak pada Kualifikasi

Dengan kekalahan ini, Norwegia dipastikan tereliminasi dari Piala Dunia 2026. Sebelumnya, tim itu sempat menunjukkan penampilan menjanjikan, tetapi kegagalan dalam momen kritis menjadi penentu. Sorloth, yang menjadi kapten, dituduh tidak mampu memanfaatkan peluang yang seharusnya bisa membalikkan keadaan. Kritik pun mengarah pada strategi pelatih Norwegia, yang mungkin terlalu bergantung pada kualitas individual Haaland daripada distribusi bola yang lebih efektif.

Kritik terhadap Sorloth tidak hanya terdengar di media sosial, tetapi juga di media konvensional. Banyak analis sepak bola menyoroti bagaimana penyerangan Norwegia berkurang setelah peluang oper ke Haaland terlewatkan. Kesempatan itu seharusnya menjadi momen untuk menegaskan dominasi tim, tetapi kegagalan itu justru memperkuat asumsi bahwa Sorloth kurang konsisten dalam situasi tekanan tinggi. Pemain berusia 30 tahun itu kini jadi target kritik utama setelah performanya di perempat final dinilai mengecewakan.

Sejumlah penggemar juga menyoroti keterbatasan Sorloth dalam menjaga bola. Meski ia memulai pertandingan dengan tajam, keputusannya untuk menembak sendiri di momen kritis mengurangi peluang tim Norwegia untuk meraih poin. Hal ini menunjukkan bahwa sorotan seharusnya tidak hanya pada Haaland, tetapi juga pada keterlibatan Sorloth dalam permainan. Selain itu, kekalahan ini memberi pelajaran berharga bagi Norwegia, terutama dalam membangun teamwork yang lebih solid untuk menghadapi pertandingan penting.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *