RI-India Bidik Nilai Kerja Sama Ekonomi Tembus Rp445,8 Triliun, dari Infrastruktur hingga SDA

Key Discussion: RI-India Target Kerja Sama Ekonomi Tembus Rp445,8 Triliun
Beritasosial.com – Pertemuan tingkat tinggi antara Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Narendra Modi berlangsung di Jakarta awal pekan ini. Kedua pemimpin sepakat menetapkan target peningkatan kerja sama ekonomi hingga mencapai USD25 miliar, yang saat ini dianggap belum memadai untuk merefleksikan potensi pasar yang ada. Upaya meningkatkan volume perdagangan antara kedua negara menjadi prioritas utama, dengan harapan mampu memaksimalkan kapasitas pasar yang besar dan melibatkan sektor-sektor strategis seperti infrastruktur, sumber daya alam (SDA), serta inovasi teknologi.
Strategi Peningkatan Kerja Sama Ekonomi
Dalam pertemuan dengan PM Modi, Prabowo menekankan pentingnya pelaksanaan QRIS di India sebagai langkah konkret untuk mendorong pertumbuhan ekonomi bilateral. Rudrendra Tandon, dalam jumpa pers di Ritz Carlton, Jakarta, Selasa (7/7/2026), menyatakan bahwa nilai kerja sama ekonomi antara RI dan India diharapkan bisa ditingkatkan hingga mencapai USD25 miliar. Target ini, menurutnya, belum sepenuhnya mewakili skala ekonomi yang besar dan potensi pasar yang luas.
Key Discussion juga mengungkapkan kesepakatan untuk memperkuat kerja sama dalam bidang perdagangan digital. Prabowo menyebutkan bahwa integrasi teknologi akan menjadi fondasi utama dalam mempercepat pertukaran barang dan jasa antar kedua negara. Strategi ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem inovasi yang lebih solid, yang pada gilirannya akan menarik investasi asing dan meningkatkan produktivitas sektor kunci seperti pertanian, manufaktur, dan energi terbarukan.
Peran Sumber Daya Alam dan Infrastruktur
Sebagai bagian dari Key Discussion, pembicaraan terfokus pada pemanfaatan sumber daya alam dan pengembangan infrastruktur sebagai pilar utama peningkatan ekonomi bilateral. Rudrendra Tandon menjelaskan bahwa potensi kerja sama ekonomi mencapai angka yang sangat besar, dengan nilai hingga Rp445,8 triliun per tahun. SDA seperti minyak bumi, gas alam, dan energi terbarukan menjadi faktor krusial dalam menunjang pertumbuhan ekonomi dan memperkuat hubungan dagang antara RI dan India.
Key Discussion juga menyoroti kesepakatan untuk meningkatkan kualitas infrastruktur, terutama di sektor transportasi dan komunikasi. Dengan membangun jaringan transportasi yang lebih efisien dan menegaskan kemitraan dalam pengembangan teknologi, kedua negara berharap mampu mengurangi biaya logistik dan meningkatkan akses pasar. Selain itu, kebijakan pengelolaan sumber daya alam yang lebih terpadu akan memastikan keberlanjutan pertumbuhan ekonomi jangka panjang.
Dalam rangka mewujudkan target kerja sama ekonomi tersebut, pihak RI dan India menjanjikan dukungan penuh dalam berbagai aspek. Prabowo menyebutkan bahwa pemerintah akan berkoordinasi dengan sektor swasta dan lembaga internasional untuk menciptakan kebijakan yang saling menguntungkan. Hal ini mencerminkan komitmen kuat dalam Key Discussion, yang bertujuan memperkuat kerja sama ekonomi hingga mencapai nilai maksimal Rp445,8 triliun.
Kerja sama ekonomi RI-India tidak hanya fokus pada pertukaran barang dan jasa, tetapi juga pada pengembangan ekosistem ekonomi yang lebih kuat. Strategi ini melibatkan kolaborasi dalam bidang pendidikan, riset, dan inisiatif kebijakan yang saling melengkapi. Dengan memperkuat kerja sama ekonomi, kedua negara berharap bisa menciptakan kemitraan yang berkelanjutan, yang pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kedua negara.
