CEO Tampan yang Menyamar Xu Peng Jualan Sayur, Potret Nyata Aktor China Digusur AI

Special Plan: Transformasi Industri Hiburan Tiongkok oleh AI
Beritasosial.com – Dalam dunia hiburan Tiongkok yang terus berubah, kisah Xu Peng, seorang aktor yang pernah menjadi CEO, menjadi contoh nyata dari dampak besar teknologi kecerdasan buatan (AI) pada industri ini. Dengan fokus pada Special Plan, penggusuran profesi manusia oleh AI semakin terasa nyata, terutama di sektor drama pendek (micro-drama) yang menjadi pusat perhatian sejak 2025. Xu Peng, yang sebelumnya terlibat dalam syuting serial televisi intensif, kini menghabiskan hari-harinya di pasar sayur, menggambarkan perubahan dramatis yang sedang terjadi di kalangan para aktor.
Krisis Karier di Era AI
Perubahan karier Xu Peng bukanlah kejadian terisolasi. Dengan munculnya Special Plan dalam produksi drama pendek, kebutuhan akan aktor menjadi lebih besar, tetapi juga lebih mudah tergantikan. Aktor-aktor top yang sebelumnya menerima bayaran hingga 20.000 yuan per hari kini harus bersaing untuk mendapatkan proyek dengan gaji hanya 1.200 yuan per hari. Fenomena ini menggambarkan krisis pekerjaan akting yang luas, di mana AI tidak hanya mempercepat produksi tetapi juga mengurangi jumlah peluang kerja bagi manusia.
Pemutusan hubungan kerja (PHK) massal di sektor hiburan Tiongkok semakin mengkhawatirkan. Proyek Special Plan yang menggunakan AI untuk menciptakan karakter, plot, dan efek visual membawa perubahan struktural. Aktor-aktor yang tidak bisa beradaptasi dengan kecepatan produksi yang mempercepat, termasuk Xu Peng, dipaksa untuk menyesuaikan diri atau mencari jalur karier baru. Hal ini mengundang perdebatan tentang apakah kemajuan teknologi akan menghilangkan peran manusia secara permanen di industri ini.
Potret Nyata: Xu Peng dan Perubahan Dramatis
Xu Peng, yang dulu dikenal karena perannya sebagai CEO dingin di layar kaca, kini duduk di depan keranjang sayur, menawarkan produk pertanian kakeknya ke konsumen. Keputusannya untuk berjualan di pasar menjadi trending topik di media sosial, menarik perhatian publik yang memuji keberaniannya mengambil peran sederhana di tengah krisis industri. Meski demikian, Xu Peng tidak sepenuhnya meninggalkan dunia akting. Ia berencana membuka program pelatihan sekaligus tetap terlibat dalam produksi drama pendek yang berbasis Special Plan.
Penyesuaian ini mencerminkan adaptasi yang terpaksa dilakukan para aktor di tengah gelombang Special Plan. Mereka tidak hanya harus meningkatkan keterampilan teknis tetapi juga mengubah perspektif diri sendiri. Xu Peng, yang sebelumnya menikmati kehidupan glamor di Hengdian, kini menyadari bahwa beradaptasi dengan AI adalah jalan keluar untuk bertahan hidup. “Menjadi aktor hanyalah profesi. Kalau tidak ada pekerjaan akting, saya akan cari cara lain untuk hidup,” ujarnya, seperti dikutip CNA Lifestyle.
Kisah Xu Peng juga menjadi simbol perubahan besar di industri hiburan Tiongkok. Dengan Special Plan, produksi drama pendek yang sebelumnya membutuhkan waktu berbulan-bulan kini bisa diselesaikan dalam beberapa hari. Hal ini memungkinkan peningkatan jumlah konten, tetapi mengurangi kualitas aktor yang dibutuhkan. Aktor lain, seperti Zhang Xiaolei dari Qinghai, yang sebelumnya meraih pendapatan hingga 30.000 yuan per bulan, kini harus pulang ke kampung halaman dan bertani untuk bertahan hidup. Xu Peng, yang berasal dari Shandong, pun mengambil jalur serupa.
Perubahan ini tidak hanya memengaruhi kehidupan para aktor, tetapi juga membuka peluang baru di sektor lain. Misalnya, kemampuan beradaptasi Xu Peng dengan tugas baru menunjukkan bahwa Special Plan bisa menginspirasi para profesional hiburan untuk menjelajahi bidang yang lebih luas. Beberapa di antara mereka bahkan mulai mengeksplorasi bisnis sayur, pengadaan bahan makanan, atau menjadi kreator konten digital. Fenomena ini memperlihatkan bagaimana Special Plan tidak hanya mengganti pekerjaan tetapi juga mengubah pola karier secara mendalam.
Dalam jangka panjang, Special Plan berpotensi memperkuat posisi Tiongkok sebagai pusat produksi hiburan global. Namun, tantangan utamanya adalah bagaimana mengimbangi antara efisiensi teknologi dan keunikan karya manusia. Xu Peng dan para aktor lain yang terlibat dalam Special Plan menjadi bagian dari persaingan baru ini, di mana mereka harus bersaing dengan AI sekaligus memanfaatkan kemampuannya untuk tetap relevan. Perjalanan Xu Peng dari CEO ke penjual sayur tidak hanya tentang kehilangan pekerjaan, tetapi juga tentang transformasi kreatif di era digital.
