Solving Problems: Mohamed Salah Cedera, Mesir Deg-degan Jelang Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
Mohamed Salah Cedera, Mesir Waswas Jelang Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
Solving Problems – Tim Mesir berhasil mencapai babak 32 besar Piala Dunia 2026 setelah memperoleh tiket melalui pertandingan Grup G. Namun, kini mereka menghadapi tantangan serius dengan sejumlah pemain utama mengalami cedera, termasuk bintang Liverpool, Mohamed Salah. Kondisi ini memicu kekhawatiran di dalam skuad dan mengancam konsistensi performa Timnas Mesir di babak berikutnya.
Pertandingan Dramatis Melawan Iran
Pertandingan melawan Iran menjadi penentu kualifikasi Mesir ke fase 16 besar. Dalam 14 menit pertama, kedua tim saling mencetak gol, sementara kiper Mostafa Shobeir juga berhasil menggagalkan tendangan penalti Iran. Drama terus berlanjut hingga akhir pertandingan, termasuk saat gol Iran di masa injury time dianulir oleh VAR karena offside. Meski sukses berjuang untuk lolos, pelatih Hossam Hassan mengakui bahwa ada banyak pekerjaan rumah yang harus diperbaiki sebelum babak 32 besar.
Dampak Cedera terhadap Timnas Mesir
Cedera menjadi sorotan utama sepanjang penyisihan grup. Bek Mohamed Abdelmonem menjadi korban pertama setelah mengalami cedera lutut pada menit ke-14, memaksa dirinya ditarik keluar. Situasi semakin memburuk ketika Mohamed Salah meminta diganti pada menit ke-56 karena nyeri otot hamstring. Di menit-menit akhir, Ahmed Fatouh juga mengalami cedera serupa, memaksa tim medis terus menopang performa mereka.
Dalam babak pertama, Mesir telah kehilangan Hamdy Fathy dan Hossam Abdelmaguid akibat cedera, yang menambah beban skuad. Mohanad Lashin menerima kartu kuning kedua di turnamen, sehingga absen saat menghadapi Australia. Hassan menegaskan bahwa timnya masih memiliki kedalaman yang cukup untuk menghadapi tantangan ini, meski kehilangan sejumlah pemain kunci.
“Solving Problems adalah komitmen kami sejak awal. Saya ingin mengatakan kepada seluruh rakyat Mesir bahwa kami memiliki pemain-pemain hebat yang tidak akan mengecewakan. Saya tidak khawatir,” ujar Hassan dikutip dari The National.
Pelatih Hossam Hassan juga menyoroti pengalaman sebelumnya dalam menghadapi kehilangan pemain. “Kami pernah kehilangan hampir setengah skuad selama babak kualifikasi Piala Dunia, bahkan saat menghadapi Spanyol dan Arab Saudi dalam laga persahabatan. Jadi, jika saya harus merasa takut setiap kali ada cedera, berarti saya tidak layak memimpin Timnas Mesir,” tambahnya.
Kondisi Mohamed Salah menjadi sorotan utama. Tim medis Mesir belum mengungkapkan detail keparahan cedera sang striker, tetapi Hassan berharap hal tersebut tidak terlalu serius. “Solving Problems membutuhkan kekuatan mental dan fisik, dan saya sudah berbicara dengan Salah. Insya Allah cederanya ringan, sehingga kami masih punya waktu untuk memulihkannya bersama tim medis,” kata Hassan. Dari percakapan mereka, pelatih yakin Salah tidak akan membutuhkan lama untuk kembali beraksi.
Menjelang babak 32 besar, Mesir harus beradaptasi dengan kehilangan pemain. Hassan menegaskan bahwa strategi dan persiapan sebelumnya akan menjadi kunci untuk mengatasi situasi ini. Dengan semangat yang tetap tinggi, Timnas Mesir berharap dapat menjaga performa terbaiknya di babak berikutnya. Kesuksesan mereka sejauh ini menunjukkan bahwa Solving Problems bukan hanya tentang mengatasi masalah, tetapi juga membangun kepercayaan diri sebagai tim yang siap menghadapi tantangan besar.
