Iran Tak Punya Keberuntungan – Apa yang Terjadi dengan Sepak Bola Teheran?
Iran Tak Punya Keberuntungan, Apa yang Terjadi dengan Sepak Bola Teheran?
Pesan Menyentuh di Ruang Ganti Timnas Iran
Iran Tak Punya Keberuntungan – Kekalahan Iran di babak grup Piala Dunia 2026 semakin memperdalam kekecewaan pemain. Setelah mendekati kemenangan di menit akhir, gol Shoja Khalilzadeh yang sempat mengembalikan harapan terhapus karena offside, berdasarkan analisis VAR. Hasil imbang 1-1 membuat Tim Iran harus puas dengan skor tersebut.
“Saya lelah, sungguh. Saya tidak tahu apa yang terjadi dengan sepak bola kami di Iran, karena kami sama sekali tidak memiliki keberuntungan. Tim kami pantas memenangkan pertandingan. Pada akhirnya kami hanya bisa meminta maaf kepada rakyat Iran karena mereka pantas mendapatkan lebih banyak kebahagiaan,” ujar bek senior Iran, Ramin Rezaeian, Minggu (28/6/2026).
Rezaeian mengakui usaha tim sudah maksimal, tetapi masih ada faktor tak terduga yang memengaruhi hasil. “Sisanya adalah kehendak Tuhan, tetapi saya berharap Tuhan memberi kami sedikit keberuntungan agar kami bisa melaju ke babak berikutnya,” tambahnya.
Aroma Konspirasi Mencuat: Gol Dianulir, Iran Gagal Lolos Otomatis
Konflik keberuntungan juga diungkapkan oleh legenda Mesir, Mohamed Aboutrika, yang menilai pertandingan melawan Iran berjalan sangat ketat. “Kami berhasil lolos, dan itu memang target kami sebelum Piala Dunia dimulai. Saya berharap kami bisa kembali fokus karena setelah kemenangan pertama melawan Selandia Baru tentu ada banyak perayaan. Namun, kami menghadapi lawan yang sangat tangguh dan berpengalaman. Mereka tidak pernah berhenti berlari, meski harus terus terbang dari Meksiko ke Amerika Serikat untuk setiap pertandingan,” katanya dalam tayangan beIN Sports.
“Hasil imbang sudah cukup untuk memastikan kami lolos. Namun kami juga memiliki beberapa catatan negatif. Beberapa pemain mengalami cedera, terutama Salah. Saya berharap cederanya tidak serius,” imbuh Aboutrika.
Aboutrika mengapresiasi perjuangan Iran, meski akui tim Mesir masih perlu meningkatkan performa. “Mereka adalah tim yang sangat gigih. Mereka memiliki semangat juang, kebugaran fisik, permainan langsung, serta pemain-pemain berpengalaman. Mereka memiliki semua yang dibutuhkan untuk menyulitkan Mesir,” jelasnya.
Tim Iran sendiri menghadapi tantangan logistik berat selama turnamen. Mereka bolak-balik antara Tijuana, Meksiko, dan lokasi pertandingan di Los Angeles serta Seattle, Amerika Serikat. Meski demikian, keberhasilan mereka lolos ke fase gugur dinilai sebagai pencapaian luar biasa, terlepas dari keberuntungan yang dirasa kurang.
