Prabowo: Tunjukin kepada Saya Negara Mana yang Berhasil kalau Elitenya Ribut Terus

208db480-2085-48cc-a45c-339054fce3e1-0

Prabowo: Negara Gagal Jika Elitnya Saling Ribut

Beritasosial.com – Prabowo Subianto kembali menegaskan pandangannya tentang pentingnya persatuan di kalangan elite bangsa. Menurut Presiden ke-8 Indonesia ini, keberhasilan suatu negara sangat ditentukan oleh kemampuan para pemimpinnya untuk bekerja sama. Sebaliknya, konflik internal yang berkepanjangan di antara elite sering kali menjadi indikator kegagalan sebuah bangsa. Pernyataan penting tersebut disampaikan oleh Prabowo dalam acara Presidential Briefing yang diselenggarakan oleh Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia di Istana Negara, Jakarta, pada hari Jumat, 31 Juli 2026.

Belajar dari Sejarah Peradaban Manusia

Prabowo menjelaskan bahwa pembangunan bangsa merupakan proses yang panjang dan penuh tantangan. Ia menekankan bahwa sejarah peradaban manusia telah membuktikan bahwa ekonomi tidak dapat dipisahkan dari politik, budaya, maupun agama. Dalam pandangannya, ketiga elemen ini saling berkaitan dan membentuk fondasi kekuatan suatu negara. Tanpa sinergi di antara ketiganya, pembangunan akan berjalan lambat dan tidak optimal.

“Karena itu nation building memerlukan kekuatan, kekuatan dari bangsa itu untuk bisa dikerahkan, untuk bisa dipersatukan sehingga bangsa itu dapat memanfaatkan semua sumber daya yang ada di bangsa itu. Ini adalah masalah sejarah, kita tinggal belajar dari sejarah ya,” ujar Prabowo dengan tegas.

Menurutnya, sejarah telah memberikan banyak pelajaran mengenai faktor yang menentukan keberhasilan maupun kegagalan sebuah negara. Banyak bangsa yang memiliki sumber daya alam melimpah namun tetap gagal berkembang karena ketidakmampuan elite untuk bekerja sama. Sebaliknya, negara-negara kecil dengan sumber daya terbatas mampu menjadi bangsa yang maju berkat kepemimpinan yang solid dan kolaboratif.

“Dalam sejarah peradaban manusia kita bisa jelas lihat mana bangsa yang berhasil dan bangsa yang gagal. Bangsa yang gagal disebut failed state. Failed state, negara gagal. Punya sumber daya tapi gagal, apalagi tidak punya sumber daya dan tidak punya kelebihan-kelebihan lain. Yang terutama yang kita belajar adalah memang perlunya suatu sinergitas antara elit, perlunya ada kerja sama, kolaborasi,” jelasnya.

Prabowo juga menilai pembangunan bangsa memerlukan kemampuan untuk mengerahkan seluruh potensi nasional agar seluruh sumber daya yang dimiliki dapat dimanfaatkan secara optimal. Ia menambahkan bahwa ketika elite saling berebut kepentingan, masyarakat kecil yang akhirnya menjadi korban. Oleh karena itu, diperlukan komitmen kuat dari para pemimpin untuk mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.

Lebih lanjut, Prabowo menyoroti pentingnya komunikasi yang baik antar elite. Menurutnya, perbedaan pendapat adalah hal yang wajar dalam demokrasi, namun perbedaan tersebut harus diselesaikan melalui dialog dan musyawarah, bukan melalui konflik yang berkepanjangan. Dengan cara ini, bangsa dapat terus bergerak maju menuju kemajuan yang berkelanjutan.

Sebelumnya, dalam konteks yang berbeda, Hasan Nasbi juga memberikan tanggapan terkait viralnya berita tentang mal yang memasang pagar tinggi. Ia menyarankan agar masyarakat tidak memperbesar berita-berita yang tidak baik. Hal ini sejalan dengan pesan Prabowo bahwa stabilitas dan persatuan perlu dijaga oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk elite politik dan ekonomi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *