Facing Challenges: Ruben Onsu Bikin Pangling dengan Tampil Brewok Sepulang Umrah
Ruben Onsu Hadapi Tantangan Umrah dengan Tampil Berbeda, Publik Kagum
Facing Challenges – Setelah menyelesaikan ibadah umrah keempatnya, Ruben Onsu kembali ke Jakarta dan memperlihatkan penampilan yang sangat berbeda. Kehadirannya di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, beberapa hari lalu mencuri perhatian karena rambut berbacaan yang tumbuh lebat. Perubahan fisik ini mencerminkan tantangan yang ia hadapi selama perjalanan, baik secara fisik maupun spiritual. Meski lelah dari perjalanan jauh, mantan suami Sarwendah tetap menjawab pertanyaan wartawan dengan santai, mengungkapkan bahwa kebiasaan mencukur rambut telah berhenti selama tiga hari. “Saya tiga hari tidak mencukur, hasilnya sudah seperti ini. Tumbuh banyak, tapi karena ini umrah, akhirnya tidak usah dicukur lagi sampai pulang,” jelasnya.
Tampil Berbacaan sebagai Simbol Perubahan Spiritual
Perubahan penampilan Ruben Onsu ini tidak hanya terjadi secara alami, tetapi juga dianggap sebagai bentuk penyesuaian diri dengan kehidupan religius yang lebih intens. Selama berada di Tanah Suci, ia membatasi aktivitas sehari-hari yang bersifat kemewahan, seperti perawatan kecantikan, agar fokus pada kekhusyukan ibadah. “Saya memang lebih sederhana, kekhusyukan adalah prioritas,” ujarnya. Kehadiran rambut berbacaan dianggap sebagai bukti komitmen terhadap ibadah, yang juga mencerminkan tantangan untuk menjaga disiplin dan kesederhanaan.
“Ya gue mah tiga hari nggak dicukur juga udah segini (lebat). Udah banyak gitu, cuma memang karena ini kan umrah ya, jadinya udahlah nggak usah dikerok-kerok deh gitu, entar sampai rumah baru kerok lagi,” ujar Ruben Onsu.
Padatnya Jadwal di Masjidil Haram
Ruben Onsu menjelaskan bahwa jadwal ibadah umrah kali ini lebih sibuk dibandingkan sebelumnya. Ia menghabiskan waktu sebagian besar di Masjidil Haram, Makkah, sehingga tidak sempat memikirkan penampilan. “Di sana waktunya mepet. Saya cuma kamar, Haram, kamar, Haram, gitu-gitu. Jadi udah nggak mikirin penampilan,” lanjutnya. Penyesuaian jadwal ini menjadi tantangan untuk menjaga konsistensi spiritual sekaligus menghadapi kondisi fisik yang berat. Ia menekankan bahwa perjalanan ke Tanah Suci adalah momen penting untuk menghadapi tantangan yang sehari-hari sering diabaikan.
“Enggak ada. Capek gue pakai sunblock-sunblock, udah deh ah memang cuacanya begini. Nikmatin saja,” pungkas Ruben Onsu.
Tantangan Cuaca di Tanah Suci
Salah satu tantangan terberat yang dihadapi Ruben Onsu selama umrah adalah cuaca ekstrem di Arab Saudi. Ia mengungkapkan pengalamannya melaksanakan salat Jumat dalam suhu mencapai 50 derajat Celcius. “Mantap! Salat Jumat mencapai 50 (derajat). Handphone pun nggak bisa kepegang, baru keluarin berapa menit langsung panas,” kenangnya. Cuaca panas ini memaksa Ruben untuk mengubah kebiasaan sehari-hari, termasuk memakai perlengkapan khusus untuk menghadapi kepanasan.
Proses Menghadapi Tantangan dalam Hidup
Di samping tantangan fisik, Ruben Onsu juga menghadapi tantangan emosional dan mental. Ia menyebutkan bahwa perjalanan ke Tanah Suci membantunya menemukan kembali kekuatan batin setelah mengalami berbagai dilema dalam kehidupan sehari-hari. “Ibadah ini memberi saya kesempatan untuk menghadapi tantangan secara penuh, tanpa beban eksternal,” tambahnya. Perubahan penampilan, seperti tumbuhnya rambut berbacaan, dianggap sebagai simbol dari proses spiritual dan emosional yang sedang ia lalui. Ini menunjukkan bahwa Ruben Onsu berusaha untuk menyeimbangkan kehidupan personal dengan komitmen religius.
“Saya lebih fokus pada kekhusyukan, jadi wajar kalau penampilan berubah. Tantangan umrah ini bukan hanya tentang jasmani, tapi juga mental,” ujar Ruben.
Menjaga Konsistensi dalam Kehidupan Religius
Ruben Onsu menekankan bahwa tumbuhnya rambut berbacaan adalah hasil dari kebiasaan menjalani ibadah secara konsisten. Ia mengatakan bahwa perjalanan ke Tanah Suci memberinya kesempatan untuk menjalani kehidupan sederhana dan fokus pada tujuan spiritual. “Ibadah umrah ini bukan sekadar ritual, tapi juga cara untuk menghadapi tantangan kehidupan dengan lebih baik,” jelasnya. Dengan tidak mencukur rambut selama tiga hari, Ruben menunjukkan bahwa ia tidak ragu untuk menghadapi tantangan, baik dalam bentuk fisik maupun mental.
Di samping itu, ia juga mengungkapkan bahwa gugatan hak asuh anak yang diajukan ke pengadilan akan ditangani oleh pengacaranya. “Biar pengacara yang bicara,” tambahnya. Pembicaraan ini menambah kesan religius dan sederhana yang kini tampak pada Ruben setelah menghabiskan waktu di Tanah Suci. (nnz)
