Dokter Jantung Ungkap Plak Kolesterol Tak Bisa Hilang Meski Sudah Diet
Dokter Jantung Ungkap Plak Kolesterol Tak Bisa Hilang Meski Sudah Diet
Dokter Jantung Ungkap Plak Kolesterol Tak Bisa Hilang—Pola makan sehat atau diet ketat sering dianggap sebagai solusi utama untuk mengatasi masalah kolesterol. Namun, menurut dr. Nancy Virginia, SpJP(K), FIHA, FAsCC, FAPSC, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah di RS Mitra Keluarga Kemayoran, plak kolesterol yang menumpuk di dinding pembuluh darah tidak bisa dihilangkan sepenuhnya hanya dengan mengubah kebiasaan hidup. Kolesterol jahat, atau LDL, menjadi faktor utama pembentukan plak yang dapat merusak sistem kardiovaskular.
Proses Pembentukan Plak Kolesterol
“Plak kolesterol bersifat irreversible. Meski kita menjalani gaya hidup sehat, plak yang sudah terbentuk tidak bisa hilang begitu saja,” jelas dr. Nancy dalam acara Health Talk Kalbe Love The Beat, Sabtu (13/6/2026). Proses ini membutuhkan waktu bertahun-tahun, bahkan bisa mulai terjadi sejak usia muda. Selama bertahun-tahun, lemak dari LDL dan kolesterol lainnya menumpuk di dinding pembuluh darah, membentuk plak yang mengeras dan memperbesar risiko penyumbatan arteri.
Plak terdiri dari lemak, sel-sel darah, kolesterol, dan protein. Kombinasi ini membentuk endapan yang menyumbat aliran darah ke jantung dan organ lain. Pada tahap awal, plak mungkin tidak menimbulkan gejala, tetapi jika dibiarkan berkembang, dapat menyebabkan penyakit jantung koroner, stroke, atau gagal jantung. dr. Nancy menekankan bahwa plak tidak hanya dipengaruhi oleh asupan kolesterol, tetapi juga oleh faktor seperti genetik, usia, dan kebiasaan hidup.
Peran Diet dalam Pengelolaan Plak
Meski diet menjadi komponen penting dalam mengendalikan kolesterol, dr. Nancy mengungkapkan bahwa itu tidak cukup untuk menghilangkan plak secara total. “Diet ketat bisa menurunkan kadar LDL, tetapi tidak menghentikan proses pembentukan plak yang sudah berlangsung,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa untuk mengurangi risiko komplikasi, pola makan harus diimbangi dengan olahraga teratur dan pengawasan kadar kolesterol secara berkala.
Salah satu kebiasaan yang perlu dihindari adalah konsumsi makanan tinggi lemak jenuh, seperti daging merah, makanan berlemak, dan makanan olahan. Dr. Nancy juga memperingatkan masyarakat untuk memperhatikan asupan kolesterol dalam makanan sehari-hari, terutama bagi anak-anak. “Banyak orang tidak menyadari bahwa kebiasaan makan sejak kecil bisa memengaruhi risiko penyakit jantung di masa depan,” katanya.
Obat dan Pengobatan untuk Menangani Plak
Menurut dr. Nancy, obat penurun kolesterol berfungsi untuk memperlambat pertumbuhan plak, bukan menghilangkannya sepenuhnya. “Obat-obatan seperti statin bisa menurunkan produksi kolesterol dalam tubuh, tetapi plak yang sudah ada tetap ada di sana,” tambahnya. Ia menekankan bahwa pengobatan harus dilakukan sejak dini, terutama jika kadar kolesterol telah mencapai batas kritis.
Dokter ini juga menyebutkan bahwa plak kolesterol bisa menjadi ‘bom waktu’ bagi tubuh. “Kolesterol yang menumpuk biasanya tidak menunjukkan gejala hingga usia 20 atau 30 tahun, tetapi di usia 50 tahun, kondisi ini bisa meledak tiba-tiba,” jelasnya. Hal ini menunjukkan pentingnya deteksi dini dan pemantauan rutin. Meski plak sulit dihilangkan, tindakan tepat waktu bisa mencegah komplikasi serius.
Untuk memperkuat upaya pencegahan, dr. Nancy menyarankan kombinasi antara perubahan gaya hidup dan pengobatan. “Kita harus bersaing dengan tubuh sendiri. Jika tidak segera bertindak, progresi plak bisa melebihi upaya kita,” pungkasnya. Selain itu, ia menekankan bahwa diet sehat tidak cukup; kebiasaan seperti merokok, stres, dan kurangnya aktivitas fisik juga berkontribusi pada pembentukan plak.
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa plak kolesterol bisa bertahan selama beberapa dekade jika tidak dikelola dengan baik. “Seringkali, orang-orang mengira plak bisa hilang dengan sendirinya, padahal itu membutuhkan intervensi medis dan perubahan kebiasaan secara konsisten,” kata dr. Nancy. Dengan memahami mekanisme ini, masyarakat dapat lebih waspada dan mengambil langkah proaktif untuk menjaga kesehatan jantung.
