Dilarang Sering Gendong Baby Soleil – Alyssa Daguise Bantah Mitos Bayi Bau Tangan
Dilarang Sering Gendong Baby Soleil, Alyssa Daguise Bantah Mitos Bayi Bau Tangan
Dilarang Sering Gendong Baby Soleil – JAKARTA – Alyssa Daguise, yang baru saja melangkah ke peran ibu, menanggapi isu yang beredar di media sosial. Sejumlah warganet menyatakan bahwa menggendong Baby Soleil secara terus-menerus bisa menyebabkan ‘bau tangan’ pada bayi. Ia membantah mitos tersebut dengan tegas, menyatakan tidak ada dasar ilmiah yang mendukung klaim itu.
Alyssa Daguise Meluruskan Mitos tentang ‘Bau Tangan’
Menurut Alyssa, kontak fisik antara orang tua dan bayi justru memberikan manfaat besar, terutama selama masa newborn. Ia menegaskan bahwa sentuhan, pelukan, dan respons orang tua menjadi bagian penting dalam proses pertumbuhan si kecil. “Justru sentuhan, pelukan & respons orang tua penting untuk perkembangan bayi, terutama di masa newborn,” ujarnya dalam pesan siaran Instagram.
“2026 masih ada ajaaa yang bilang ‘jangan sering digendong, nanti bau tangan’ padahal ga ada bukti ilmiah yang mendukung itu,” tulis Alyssa.
Di sisi lain, ia mengingatkan masyarakat untuk memastikan informasi yang disebarkan memiliki dasar yang valid. “Karena itu, kita harus mencari data yang jelas sebelum percaya atau menyebarkan mitos-mitos tentang pengasuhan anak,” tambahnya.
Kedekatan Fisik yang Berperan Penting dalam Pertumbuhan Bayi
Alyssa juga menyampaikan bahwa ia akan terus menggendong Baby Soleil sesering mungkin, tanpa takut terhadap anggapan ‘bau tangan’. Pernyataannya mendapat dukungan dari banyak netizen, yang menilai mitos ini sudah tidak relevan dengan metode parenting modern saat ini.
Dalam unggahannya, Alyssa mengisyaratkan bahwa bayi perlu sentuhan fisik sebagai bagian dari kebutuhan emosional. Hal ini berdampak positif pada tumbuh kembang bayi, baik secara fisik maupun psikologis.
Penolakan terhadap mitos ‘bau tangan’ menjadi bagian dari upaya Alyssa untuk memperkuat kepercayaan publik terhadap cara pengasuhan yang berbasis ilmu. Ia berharap masyarakat lebih terbuka terhadap pendekatan ini, yang lebih mengutamakan kenyamanan dan hubungan antara orang tua dan anak.
