Thailand Berduka – Putri Raja Vajiralongkorn Meninggal setelah Koma Hampir 4 Tahun
Thailand Mengalami Duka: Putri Raja Vajiralongkorn Meninggal Setelah Koma Hampir Empat Tahun
Thailand berduka atas kepergian Putri Raja Vajiralongkorn, Pangeran Bajrakitiyabha Narendira Debyavati Mahidol, yang meninggal dunia setelah berada dalam kondisi koma selama hampir empat tahun. Pengumuman resmi dari Istana Kerajaan menyatakan bahwa kepergian Putri Bha, yang akrab disapa Putri Bha, terjadi pada hari ini, 12 Juni 2026, di usia 47 tahun. Kematian ini menambah derita rakyat Thailand yang sudah lama mengalami masa krisis politik dan ekonomi, sekaligus mengguncang kehidupan kekerabatan kerajaan yang selama ini menjadi simbol kestabilan.
Penyebab Kematian dan Proses Perawatan
Pangeran Bajrakitiyabha, putri tertua Raja Vajiralongkorn, mengalami koma setelah mengalami kehilangan kesadaran secara mendadak pada Desember 2022 selama kunjungan ke provinsi Nakhon Ratchasima. Setelah diterbangkan ke Bangkok dengan helikopter untuk perawatan intensif, kondisinya terus memburuk akibat komplikasi medis seperti infeksi intra-abdomen, kolitis, tekanan darah rendah, aritmia, dan gangguan pembekuan darah. Selama hampir empat tahun, istana kerajaan memberikan perawatan terbaik yang mungkin bisa diberikan, tetapi putri raja tak bisa bangkit.
“Kami berduka mendalam atas kepergian Putri Bha, yang telah berjuang keras melawan penyakit selama bertahun-tahun,” ungkap pernyataan resmi dari Istana Kerajaan.
Menurut sumber terpercaya, Putri Bha mengalami serangkaian kejadian medis yang menantang, termasuk penggunaan ventilator dan alat bantu lainnya di rumah sakit. Meski berada dalam keadaan koma, ia tetap menjadi pusat perhatian publik karena status kebangsawanan dan kontribusi sosialnya. Kematian ini dipastikan akan memengaruhi kehidupan rakyat Thailand yang kini sedang mencari titik penyeimbang setelah berbagai gejolak.
Pengabdian dan Kontribusi ke Masyarakat
Sebelum mengalami koma, Putri Bajrakitiyabha aktif dalam berbagai bidang, termasuk di dunia diplomatik dan sosial. Ia pernah menjabat sebagai pengacara di Kantor Kejaksaan Agung Thailand dari 2006 hingga 2011, sebelum melanjutkan karier sebagai duta besar di Austria, Slovenia, dan Slovakia. Dalam kapasitasnya sebagai duta besar, ia juga memperkuat hubungan bilateral antara Thailand dan negara-negara Eropa.
Di luar tugas diplomatik, Putri Bha mendirikan lembaga amal yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan tahanan wanita, terutama mereka yang mengandung saat dipenjara. Lebih dari sekadar dukungan finansial, ia turut memberikan bantuan psikologis dan konseling untuk para perempuan yang terlibat dalam kasus hukum. Kontribusinya ini dianggap sangat berharga oleh masyarakat.
Dalam peran sebagai salah satu dari tiga putri resmi Raja Vajiralongkorn, Putri Bha juga dikenal sebagai pihak yang secara aktif mengadvokasi keadilan sosial. Penyakit yang menyerangnya tidak hanya menjadi tantangan pribadi, tetapi juga menggambarkan keberanian serta komitmen terhadap pelayanan publik.
Masa Jabatan Militer dan Status Pewaris Tahta
Setelah keluarga kerajaan melalui masa krisis, Putri Bajrakitiyabha memutuskan untuk bergabung dengan militer pada 2021. Ia dianugerahi pangkat jenderal dan menjabat sebagai kepala staf di Komando Keamanan Kerajaan, posisi yang menunjukkan perannya sebagai bagian dari sistem pengamanan negara. Dalam kapasitas ini, ia turut berperan dalam beberapa operasi keamanan penting.
Status kebangsawanan Putri Bha juga menjadikannya salah satu dari tiga calon pewaris tahta resmi Raja Vajiralongkorn. Meski tidak menjadi raja secara langsung, perannya sebagai anggota kerajaan tetap signifikan. Kematian putri raja ini memberi dampak besar pada dinasti Mahidol, terutama dalam konteks pencalonan pewaris tahta yang sedang berlangsung.
Kabung Nasional dan Proses Pemakaman
Istana Kerajaan mengumumkan rencana pemakaman kerajaan untuk Putri Bha, yang akan diadakan dengan protokol khusus untuk memastikan kesopanan dan penghormatan terhadap kepergian sang putri. Pemerintah diperkirakan akan menyatakan masa berkabung nasional selama satu minggu, sebagai bentuk penghormatan kepada kepergian putri raja yang dikenal rendah hati dan berdedikasi.
Kabung nasional ini juga akan menjadi momen penting bagi masyarakat Thailand untuk berkumpul dan menyampaikan dukungan. Pemakaman akan dihadiri oleh tokoh-tokoh politik, masyarakat sipil, serta warga dari berbagai kalangan. Dalam upacara tersebut, akan dipaparkan perjalanan hidup dan kontribusi Putri Bha sebelum meninggal, sebagai pengingat akan peran kecil dan besar yang ia berikan.
Di samping itu, kepergian Putri Bha memicu perdebatan mengenai masa depan kerajaan Thailand. Sejumlah kalangan mempertanyakan kesiapan sistem pewaris tahta yang saat ini berjalan, sementara yang lain mengapresiasi keberhasilan Putri Bha dalam menjaga kredibilitas kekaisaran. Kematian ini menjadi penutupan yang tragis bagi seorang anggota kerajaan yang selama ini dianggap penuh dedikasi.
