Latest Program: Analis Israel: Kesepakatan AS-Iran Adalah Kemenangan Besar bagi Teheran

analis-israel-kesepakatan-asiran-adalah-kemenangan-besar-bagi-teheran-vlo

Analisis Politik Israel: Kesepakatan AS-Iran Merupakan Kemenangan Strategis bagi Teheran

Latest Program – TEL AVIV – Ahli politik Israel menyatakan bahwa kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran menciptakan keuntungan besar bagi Teheran. Para analis menilai bahwa deal ini menjadi bentuk pengakuan internasional terhadap kekuatan Iran, terutama dalam konteks negosiasi nuklir dan pembatasan sanksi yang sebelumnya berat. Mereka juga menuduh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menjadi “korban” kebijakan Presiden Donald Trump yang menegosiasikan kesepakatan tersebut. Trump mengumumkan pada hari Minggu bahwa kesepakatan dengan Iran telah selesai, serta menyetujui pembukaan kembali Selat Hormuz dan pencabutan blokade Angkatan Laut AS terhadap pelabuhan Iran.

Israel Mengeluh atas Kebijakan Trump

Pejabat Israel mengungkapkan kekecewaan terhadap kesepakatan AS-Iran, menyebut Trump telah “menipu” mereka dalam upaya mencapai kesepakaman. Menurut laporan yang diterbitkan sebelum pengumuman resmi, para analis menilai bahwa kesepakatan ini tidak menyelesaikan ancaman utama yang dihadapi Israel, seperti program rudal balistik Iran dan dukungan rezim Teheran terhadap kelompok-kelompok regional. Yemini, yang dikutip oleh Anadolu, menulis bahwa keberhasilan Iran dalam menjaga kemampuan rudal balistik dan hubungan dengan sekutu regional tetap utuh menjadi bukti keberhasilan strategis Teheran.

“Hamas tidak dikalahkan setelah perang dua tahun, dan Iran tidak dikalahkan setelah 40 hari pengeboman,” tulis Ben-Dror Yemini, yang dikutip Anadolu, Senin (15/6/2026).

Kesepakatan Sebagai Pengakuan Internasional untuk Iran

Dalam tulisannya di harian Israel Hayom, Ben-Dror Yemini menyatakan bahwa kesepakatan tersebut pada dasarnya merupakan pengakuan terhadap “rezim Iran yang semakin kuat dan radikal.” Menurutnya, Iran memandang ini sebagai “kemenangan politik” karena mendapatkan pengakuan global tanpa mengurangi kemampuan rudal balistik atau hubungan dengan sekutu regional. Yemini menambahkan bahwa kelompok Hizbullah Lebanon, Houthi Yaman, milisi Syiah di Irak, dan Hamas Palestina akan terus beroperasi dengan dana yang berasal dari Iran.

Mengenai hubungan Netanyahu dan Trump, Yemini mengatakan sebagian besar warga Israel berharap kerja sama itu bisa menghasilkan koordinasi yang lebih efektif dalam menghadapi ancaman dari Iran. Namun, kesepakatan ini justru dianggap sebagai langkah yang menguntungkan Teheran dalam jangka panjang. Para analis mengkhawatirkan bahwa ini akan memperkuat posisi Iran dalam memperluas pengaruhnya di Timur Tengah dan Asia Selatan.

Dampak Kesepakatan pada Ekonomi Iran

Kesepakatan AS-Iran juga memberikan manfaat ekonomi yang signifikan bagi Iran. Setelah sanksi yang diterapkan sebelumnya dibatalkan, negara itu bisa kembali mengakses pasar internasional, terutama dalam hal energi dan perdagangan. Dengan membuka akses ke dolar AS, Iran mampu memperkuat cadangan devisa dan mengurangi tekanan dari pemangku kebijakan global. Meski demikian, analis Israel memperingatkan bahwa keuntungan ini bisa berubah menjadi keuntungan jangka panjang bagi Iran dalam menghadapi ancaman terhadap keamanan dan stabilitas kawasan.

Para ahli juga menyoroti bahwa kebijakan Trump yang menegosiasikan kesepakatan ini menunjukkan perubahan strategi dalam menghadapi Iran. Meski negosiasi mencapai titik temu, para analis Israel berpendapat bahwa penegakan sanksi yang lebih ketat dari negara-negara lain tetap diperlukan untuk memastikan keseimbangan kekuatan di Timur Tengah. Kemenangan Teheran dalam kesepakatan ini dianggap sebagai bukti ketangguhan politik dan ekonomi mereka, yang akan terus menguatkan posisi dalam permainan geopolitik.

Kesepakatan dan Ancaman Terhadap Israel

Analisis Israel juga menyoroti bahwa kesepakatan AS-Iran meningkatkan risiko terhadap keamanan negara mereka. Dengan Iran terus beroperasi di wilayah Yordania, Suriah, dan Lebanon, Israel khawatir kekuatan militer mereka akan menjadi lebih rentan. Selain itu, pengembangan program rudal balistik Iran yang terus berlangsung, yang sebelumnya dihambat oleh sanksi, kini bisa berjalan lebih cepat. Menurut para ahli, ini mengurangi kemampuan Israel untuk menangkal ancaman dari musuh-musuhnya di wilayah tersebut.

Kemenangan Teheran dalam kesepakatan ini juga dianggap sebagai kemenangan dalam membangun aliansi regional. Iran tidak hanya memperkuat hubungannya dengan Hizbullah dan Hamas, tetapi juga menghadirkan keberhasilan dalam menciptakan kebijakan yang mendukung kepentingan politiknya di berbagai wilayah. Dengan kemenangan ini, analis Israel memprediksi bahwa Teheran akan lebih percaya diri dalam memperluas pengaruhnya ke luar wilayah Timur Tengah, termasuk ke Asia Selatan dan Afrika.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *