AS-China Saling Balas Sanksi Jelang Pertemuan Trump dan Xi Jinping
AS dan Tiongkok Saling Tindakan Sanksi Menuju Pertemuan Para Pemimpin
Beritasosial.com – Sebelum pertemuan puncak yang dijadwalkan pada bulan September antara Presiden Tiongkok Xi Jinping dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, kedua negara telah memperketat langkah-langkah ekonomi mereka. Eskalasi ini menguji fondasi hubungan yang selama ini dijuluki sebagai stabilitas strategis konstruktif antara Washington dan Beijing.
Tindakan Tiongkok Menanggapi Kebijakan AS
Kementerian Perdagangan Tiongkok menyatakan bahwa pihaknya tidak memiliki alternatif selain mengambil langkah-langkah penanggulangan yang diperlukan. Pernyataan ini disampaikan sebagai respons langsung terhadap serangkaian kebijakan terbaru yang dikeluarkan oleh Amerika Serikat, sebagaimana dilaporkan oleh South China Morning Post (SCMP).
Pada hari Rabu, Beijing menjatuhkan sanksi terhadap tujuh entitas asal Amerika Serikat. Selain itu, pengendalian ekspor untuk pesawat nirawak atau drone beserta teknologi pendukungnya juga diperketat menuju pasar AS. Beijing juga memulai penyelidikan keamanan nasional terhadap peralatan kantor impor yang memanfaatkan perangkat lunak asing. Media Japan Times mencatat bahwa ini merupakan penyelidikan pertama yang didasarkan pada Undang-Undang Perdagangan Luar Negeri Tiongkok yang baru saja direvisi.
Langkah lain yang diambil Beijing adalah penangguhan jalur sertifikasi cepat bagi pabrik-pabrik Amerika Serikat. Langkah ini memengaruhi ekspor berbagai barang, termasuk peralatan listrik, ke pasar Tiongkok. Beijing menegaskan bahwa semua tindakan tersebut merupakan balasan atas beberapa kebijakan AS, antara lain pencantuman 43 perusahaan Tiongkok dalam daftar entitas berdasarkan Undang-Undang Pencegahan Kerja Paksa Uighur. Selain itu, ada larangan Komisi Komunikasi Federal (FCC) terhadap impor robot humanoid dan inverter listrik buatan asing, sanksi terhadap operator pelayaran Tiongkok, serta pemblokiran dua universitas sipil Tiongkok.
Trump Tetapkan Tarif Baru dan Kembalikan Dana
Sehari setelah langkah Tiongkok, Trump menandatangani proklamasi yang menetapkan tarif sebesar 15 persen terhadap polisilikon dan produk turunannya. Kebijakan ini juga disertai dengan penetapan harga impor minimum. Langkah tersebut menyasar dominasi Tiongkok atas bahan baku penting untuk panel surya dan industri semikonduktor, sekaligus bertujuan membangun kembali rantai pasok domestik AS.
Di sisi lain, Amerika Serikat juga resmi mengembalikan dana senilai Rp1.787 triliun kepada korporasi. Langkah ini dilakukan sehari setelah proklamasi tarif baru ditandatangani oleh Trump.
“Kami tidak memiliki pilihan selain mengambil langkah-langkah penanggulangan yang diperlukan,” kata Kementerian Perdagangan China.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is AS China Saling Balas Sanksi Jelang?
AS China Saling Balas Sanksi Jelang is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does AS China Saling Balas Sanksi Jelang matter?
AS China Saling Balas Sanksi Jelang matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.
