7 Tahun Pimpin BI Sebelum Mundur, Perry Warjiyo Punya Karir Panjang dan Cemerlang

Perry Warjiyo Mundur Setelah 7 Tahun Pimpin BI: Karir Cemerlang dari 1984
Beritasosial.com – Perry Warjiyo resmi mengakhiri masa jabatannya sebagai Gubernur Bank Indonesia setelah 7 tahun memimpin BI sebelum akhirnya mundur. Pria kelahiran Sukoharjo, 1959 ini memulai karir profesionalnya di lembaga sentral tersebut sejak tahun 1984. Selama perjalanan panjangnya, ia menangani berbagai isu krusial mulai dari riset ekonomi, kebijakan moneter, transformasi organisasi, hingga pengelolaan devisa dan utang luar negeri.
Perjalanan Karir yang Luar Biasa
Sebelum menduduki posisi tertinggi di BI, Perry Warjiyo telah menempuh berbagai peran strategis yang membentuk kompetensinya. Pada periode 2007 hingga 2009, ia dipercaya menjabat sebagai Direktur Eksekutif di International Monetary Fund (IMF). Dalam kapasitas ini, ia mewakili 13 negara anggota dalam South-East Asia Voting Group, memberikan pengalaman berharga dalam konteks internasional.
Pengalaman global tersebut kemudian membawanya kembali ke Bank Indonesia pada tahun 2009. Perry Warjiyo dipercaya sebagai Asisten Gubernur yang menangani kebijakan moneter, makroprudensial, dan internasional. Pada saat yang sama, ia juga menjabat sebagai Direktur Eksekutif Departemen Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter BI. Perjalanan karirnya terus berlanjut hingga periode 2013-2018 ketika ia menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia.
Kemuncak karir kepemimpinan Perry Warjiyo tercapai ketika ia ditunjuk sebagai Gubernur BI untuk periode pertama, yakni 2018-2023. Keberhasilannya dalam memimpin BI kemudian membuatnya kembali ditetapkan menjadi Gubernur untuk periode kedua (2023-2028). Penetapan ini dilakukan berdasarkan Keputusan Presiden RI No. 38/P Tahun 2023 yang ditetapkan pada 5 Mei 2023. Ia kemudian mengucapkan sumpah jabatan pada 24 Mei 2023.
Prestasi dan Pengakuan Internasional
Karir Perry Warjiyo telah diakui melalui berbagai penghargaan bergengsi baik di tingkat nasional maupun internasional. Di antaranya adalah predikat Pemimpin Terpopuler Di Media Pemberitaan Online 2023 dari Indonesia Government Awards. Ia juga menerima Anugerah Hamengku Buwono IX dari Universitas Gajah Mada tahun 2022, serta penghargaan Governor of the Year se-Asia Pasifik dari media Global Markets tahun 2019.
Perry Warjiyo juga meraih kategori Pemimpin Terpopuler di Media On-line 2021 dari IDEAS 2022 dan Tokoh Syariah ASR 2019 dari Anugerah Syariah Republika tahun 2019.
Berikutnya, Bank Indonesia di bawah kepemimpinannya juga meraih sejumlah penghargaan internasional yang membanggakan. The Best Central Bank of the Year dari Global Islamic Finance Awards (GIFA) tahun 2022 dan 2018 menjadi salah satu pencapaian penting. Selain itu, BI juga dinobatkan sebagai Best Asset Owner in Southeast Asia dalam Institutional Excellence Award dari Asian Investor tahun 2022.
Penghargaan lainnya meliputi Contact Center World 2021 dan 2022 dengan penghargaan tertinggi Certified World Class. Perry Warjiyo juga membawa BI meraih Global Top Ranking Performers dari Central Banking Publications tahun 2021. The Best Macroeconomic Regulator in Asia Pacific dari The Asian Bankers tahun 2020 serta Gold Winner – Stevie Asia Pacific Award for Innovation in Technology Development kategori Government dari Asia Pacific Stevie Awards tahun 2020 menjadi bagian dari koleksi prestasinya. The Best Systemic and Prudential Regulator in Asia Pacific Award dari The Asian Banker tahun 2021 juga menjadi pencapaian yang patut dicatat.
Kontribusi Ilmiah dan Penerus
Kecintaannya terhadap ilmu pengetahuan mendorong Perry Warjiyo untuk aktif menulis dan berkontribusi secara akademis. Ia telah menerbitkan berbagai buku, jurnal, dan makalah di bidang ekonomi, moneter, dan isu internasional. Beberapa karya fenomenalnya antara lain Central Bank Policy Mix: Issues, Challenges, and Policy Responses (2020), Kebijakan Bank Sentral: Teori dan Praktik (2016), dan Kebijakan Moneter di Indonesia (2003).
Setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri, Destry Damayanti ditunjuk sebagai Penjabat Sementara Gubernur BI untuk melanjutkan kepemimpinan lembaga tersebut. Keputusan ini memastikan continuity dalam pengelolaan kebijakan moneter dan stabilitas keuangan nasional selama masa transisi kepemimpinan.
