Topics Covered: Dukung Nanik S Deyang Jadi Kepala BGN, APJI Harap Tata Kelola Program MBG Dibenahi

dukung-nanik-s-deyang-jadi-kepala-bgn-apji-harap-tata-kelola-program-mbg-dibenahi-pid

Dukung Nanik S Deyang Jadi Kepala BGN, APJI Berharap Tata Kelola MBG Dibenahi

Topics Covered – JAKARTA – Kepala Satgas MBG Asosiasi Pengusaha Jasaboga Indonesia (APJI), Indah Yuli Sartika, menyatakan dukungan terhadap perubahan kepemimpinan di Badan Gizi Nasional (BGN) yang kini dipimpin oleh Nanik S. Deyang. Ia menilai transisi ini menjadi peluang untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan program makan bergizi gratis yang semakin berkembang. Program nasional ini, menurut Indah, memerlukan sistem manajemen yang lebih terukur, responsif, serta berkelanjutan. Dengan kepemimpinan baru, APJI berharap dapat menciptakan proses yang lebih efisien dan menjaga standar kualitas layanan serta keamanan pangan. Dukungan terhadap Nanik S. Deyang tidak hanya berupa apresiasi, tetapi juga harapan untuk mengembangkan tata kelola program MBG secara lebih profesional.

Langkah Strategis APJI untuk Penguatan Sistem MBG

Dalam pilihan Prabowo untuk menggantikan Dadan Hindayana, APJI melihat potensi perubahan arah yang lebih sesuai dengan dinamika kebutuhan masyarakat. Kepemimpinan baru diharapkan mampu menyelaraskan kebijakan dengan target peningkatan akses makanan bergizi secara merata. Hal ini sejalan dengan visi APJI untuk memastikan program MBG tetap relevan dan mampu menjangkau lebih banyak penerima manfaat di berbagai daerah. Dukungan terhadap Nanik S. Deyang, kata Indah, juga mencerminkan kepercayaan terhadap kemampuan organisasi dalam menjaga keberlanjutan program.

“Kami berharap Kepala Badan Gizi yang baru, Ibu Nanik, bisa lebih memperbaiki lagi juknis, memperbaiki standarisasi. Mudah-mudahan dengan kepemimpinan yang baru lebih matang lagi, lebih rapi lagi sistem tata kelolanya, kemudian lebih mudah prosesnya,” ujar Indah saat ditemui usai Rapat Kerja Nasional (Rakernas) APJI 2026 di Yogyakarta, Jumat (5/6/2026).

Menyambut peran Nanik S. Deyang, Indah juga menekankan pentingnya penguatan kapasitas anggota tim yang mengelola dapur MBG. Ia menjelaskan bahwa kualitas makanan yang diberikan kepada masyarakat sangat bergantung pada kemampuan pengelola dalam menjaga standar keamanan pangan. Sebagai langkah strategis, tema pelatihan tentang keamanan pangan dan pencegahan keracunan makanan menjadi fokus utama dalam Rakernas APJI tahun ini. Organisasi ini menilai peningkatan kompetensi relawan dan staf pengelola dapur menjadi kebutuhan utama untuk memastikan program berjalan optimal. Dukungan terhadap perbaikan tata kelola MBG tidak hanya terbatas pada visi, tetapi juga dilengkapi dengan rencana konkret untuk implementasi.

Program MBG, yang sejak dicanangkan pada 2015, telah menjadi bagian penting dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan menggabungkan konsep makan bergizi gratis dan pemberdayaan masyarakat, program ini berpotensi menjadi solusi berkelanjutan untuk masalah pangan. Namun, tantangan utama yang dihadapi adalah keharmonisan antara regulasi dan praktik lapangan. Dukungan Topics Covered terhadap tata kelola MBG yang lebih rapi akan membantu mengatasi masalah ini. Kepemimpinan Nanik S. Deyang, menurut Indah, diharapkan mampu memperkuat sinergi antara APJI dan BGN dalam mengelola program.

Dalam rapat kerja nasional tahun ini, APJI mengungkapkan bahwa peningkatan tata kelola MBG menjadi prioritas utama. Program ini memerlukan perbaikan dalam aspek pengawasan, pelaporan, dan transparansi. Indah Yuli Sartika menegaskan bahwa keberhasilan program bergantung pada keterlibatan aktif seluruh stakeholder, termasuk pihak pemerintah, para pelaku usaha, dan masyarakat. Dukungan Topics Covered terhadap Nanik S. Deyang mencerminkan kepercayaan bahwa perubahan kepemimpinan akan menghasilkan perbaikan yang signifikan. Penyesuaian struktur organisasi dan peningkatan kapasitas SDM juga akan menjadi bagian dari strategi ini.

Program MBG tidak hanya bertujuan untuk menyalurkan bantuan pangan, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran tentang pola makan sehat. Nanik S. Deyang, yang sebelumnya menjabat sebagai anggota tim pengelola, dianggap mampu memimpin program ini dengan pendekatan yang lebih holistik. Ia berkomitmen untuk memperluas cakupan penerima manfaat dan meningkatkan kualitas layanan secara bertahap. Dukungan Topics Covered terhadap rencana ini menunjukkan bahwa keberhasilan tata kelola MBG akan menjadi faktor kunci dalam menjamin kelangsungan program. Harapan ini juga diperkuat oleh rencana pengembangan kerja sama dengan berbagai pihak terkait.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *