Key Strategy: Kang Cucun Ajak Pesantren Cetak Santri Unggul Berjiwa Wirausaha dan Literasi Digital

kang-cucun-ajak-pesantren-cetak-santri-unggul-berjiwa-wirausaha-dan-literasi-digital-vjr

Kang Cucun Ajak Pesantren Terapkan Key Strategy untuk Membentuk Santri Unggul Berjiwa Wirausaha dan Literasi Digital

Key Strategy – Kang Cucun Ahmad Syamsurijal, Wakil Ketua DPR, mengusung key strategy yang menjadi fokus utama dalam transformasi pesantren di era digital dan ekonomi modern. Dalam acara Haul Akbar ke-5 Muassis dan Masyayikh Pondok Pesantren Al-Husaeni, di Lebakbiru, Ciparay, Kabupaten Bandung, ia menekankan pentingnya adaptasi sistem pendidikan pesantren agar tetap relevan dengan tantangan zaman, sambil menjaga nilai-nilai tradisional dan keislaman yang mendasar.

Key Strategy: Transformasi Pesantren untuk Membentuk Santri Unggul

Dalam pidatonya, Kang Cucun memaparkan bahwa key strategy ini bertujuan untuk mencetak generasi santri yang tidak hanya menguasai ilmu agama, tetapi juga memiliki kemampuan digital, jiwa wirausaha, serta keterampilan membangun kehidupan mandiri. Ia menyoroti bahwa pesantren tidak bisa hanya menjadi tempat menanamkan iman, tetapi juga harus menjadi sarana pengembangan kecerdasan ekonomi dan inovasi.

“Para masyayikh kita menjalani itu dengan ikhlas. Mereka menanam pohon yang buahnya dinikmati orang lain. Dan hari ini kita semua adalah buah dari pohon yang mereka tanam,” ujarnya di hadapan keluarga besar pesantren, alumni, santri, serta tokoh masyarakat yang hadir, Selasa (16/6/2026).

Kang Cucun mengungkapkan bahwa key strategy ini diperlukan untuk menjawab perubahan ekonomi dan teknologi yang pesat. “Tantangan zaman memaksa pesantren untuk tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga meningkatkan kapasitas santri dalam menghadapi persaingan global,” tegasnya. Ia menegaskan bahwa pesantren yang sukses adalah yang mampu menggabungkan pendidikan agama dengan pendidikan kehidupan.

Peran Pemerintah dalam Mendukung Key Strategy Pesantren

Kang Cucun menyebutkan bahwa Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 menjadi langkah penting dalam memberikan pengakuan formal kepada pesantren sebagai bagian dari sistem pendidikan nasional. Namun, ia mengingatkan bahwa key strategy ini tidak bisa hanya bergantung pada regulasi, tetapi juga pada kolaborasi antar elemen pesantren, alumni, dan pemerintah daerah.

Ia menjelaskan bahwa pesantren yang modern harus mampu mengintegrasikan teknologi dalam pengajaran. Contohnya, dengan menerapkan platform pembelajaran digital, mengajarkan penguasaan media sosial untuk mengembangkan jaringan, serta memperkenalkan sertifikasi digital yang relevan dengan dunia kerja saat ini. “Santri masa kini tidak bisa hanya menghafal, tetapi juga mampu beradaptasi dengan kebutuhan pasar,” tambahnya.

Di samping itu, Kang Cucun mengajak pesantren untuk membuka peluang usaha kecil menengah (UKM) yang berbasis keislaman. Ia berharap key strategy ini bisa mendorong santri untuk menjadi wirausaha yang berkualitas, sekaligus mengurangi ketergantungan pada subsidi dari pemerintah. “Santri harus bisa mandiri secara ekonomi, sekaligus menjadi agen perubahan sosial,” jelasnya.

Menurut Kang Cucun, key strategy ini juga perlu dilengkapi dengan program pengembangan literasi digital. Ia mencontohkan bahwa santri harus mampu menggunakan teknologi untuk memperluas wawasan, membangun kreativitas, dan meningkatkan efisiensi dalam berbagai aspek kehidupan. “Digital literacy bukan hanya tentang mengetik, tetapi juga memahami data, manajemen informasi, dan berpikir kritis,” tambahnya.

Di akhir pidatonya, Kang Cucun mengajak seluruh elemen pesantren dan alumni untuk terus memperkuat key strategy ini. “Tugas kita sekarang adalah menjaga apa yang sudah dibangun, memperluas basis keunggulan, dan menyerahkan ke generasi mendatang dalam kondisi yang lebih baik,” tuturnya. Ia juga menyampaikan salam hangat untuk keluarga besar Pondok Pesantren Al-Husaeni, sekaligus mengucapkan terima kasih atas kontribusi para pendiri yang telah memberikan warisan berharga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *