Energy Executive Award 2026 Tegaskan Pentingnya Kepemimpinan Wujudkan Ketahanan Energi

Beritasosial.com – “`html
Energy Executive Award 2026: Kepemimpinan Kunci Ketahanan Energi Nasional
Ketahanan energi Indonesia kini menghadapi berbagai tantangan kompleks, mulai dari dinamika geopolitik global hingga peningkatan permintaan energi yang terus melonjak. Dalam konteks ini, Indonesia menargetkan pencapaian Net Zero Emission pada tahun 2060. Transformasi sektor energi tidak sekadar meningkatkan proporsi energi baru terbarukan dalam bauran energi nasional, melainkan juga melibatkan penguasaan teknologi mutakhir, penguatan industri domestik, hilirisasi, digitalisasi, serta sinergi antar sektor.
Acara bergengsi ini hadir sebagai wadah utama untuk membahas isu-isu keberlanjutan energi tersebut. Energy Executive Award 2026 diselenggarakan pada Rabu, 22 Juli 2026 di Assembly Hall, Jakarta International Convention Center. Dengan mengusung tema “Leadership Towards Energy Sustainability”, ajang ini bertujuan memberikan apresiasi kepada para pemimpin, regulator, akademisi, dan pelaku industri yang berkontribusi dalam percepatan transisi energi sekaligus memperkuat fondasi ketahanan energi nasional.
Visi Ketahanan Energi yang Holistik
Tumiran, yang menjabat sebagai Ketua Penyelenggara sekaligus Dewan Pakar Listrik Indonesia, menekankan bahwa ketahanan energi tidak hanya bergantung pada peralihan dari sumber fosil ke energi terbarukan. Menurutnya, kemampuan bangsa dalam mengembangkan dan menguasai teknologi energi menjadi faktor krusial lainnya.
“Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi kepada para eksekutif maupun pakar yang telah memberikan kontribusi bagi sektor energi Indonesia. Ketahanan energi tidak cukup hanya mengonversi energi fosil menjadi energi terbarukan, tetapi juga bagaimana teknologi tersebut dapat tumbuh dan dikuasai di Indonesia. Politik transisi energi tidak akan berhasil apabila kita hanya menjadi konsumen. Industri nasional harus menjadi pemain utama yang mendapat dukungan penuh dari kebijakan pemerintah,” ujarnya, Kamis (23/7/2026).
Apresiasi bagi Tokoh Energi Nasional
Dalam kesempatan tersebut, penghargaan Tokoh Energi Nasional diserahkan kepada lima figur yang dinilai memiliki dedikasi luar biasa terhadap pengembangan sektor energi Indonesia. Para penerima penghargaan tersebut meliputi Suroso Isnandar sebagai Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PT PLN (Persero), Rinaldy Dalimi sebagai Guru Besar Universitas Indonesia, Deendarlianto sebagai Guru Besar Universitas Gadjah Mada, Eniya Listiani Dewi sebagai Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, serta Purnomo Yusgiantoro yang menerima penghargaan Lifetime Achievement atas dedikasinya bagi sektor energi nasional.
Purnomo Yusgiantoro menegaskan bahwa energi kini telah menjadi kebutuhan strategis yang menentukan keberlanjutan pembangunan nasional. Ia menjelaskan bahwa jika dahulu kebutuhan dasar terdiri atas sandang, pangan, dan papan, kini bertambah menjadi air dan energi. Oleh karena itu, upaya mewujudkan swasembada energi harus menjadi prioritas nasional sekaligus mendukung target Net Zero Emission Indonesia.
Sinergi untuk Transisi Energi Berkelanjutan
Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno menilai penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi bagi para tokoh yang telah menjadi motor penggerak transisi energi di Indonesia. Menurutnya, Indonesia memiliki potensi energi baru terbarukan yang sangat besar sehingga perlu dimanfaatkan secara optimal melalui sinergi seluruh pemangku kepentingan.
Ketua Komisi XII DPR Bambang Patijaya menambahkan bahwa Indonesia telah memiliki arah kebijakan yang jelas melalui Kebijakan Energi Nasional dan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) untuk mendukung percepatan transisi energi menuju target NZE 2060.
Dari sisi teknis, Direktur Jenderal EBTKE Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi menyebut penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi seluruh insan energi baru terbarukan untuk terus mengembangkan pemanfaatan biodiesel, bioetanol, tenaga surya, mikrohidro, hingga hidrogen sebagai energi masa depan Indonesia. Ia menyatakan bahwa perjuangan menghadirkan energi baru terbarukan memang tidak mudah, namun Indonesia memiliki potensi yang sangat besar dan harus dimanfaatkan untuk memperkuat ketahanan energi nasional.
Selain menjadi ajang apresiasi, Energy Executive Award 2026 juga menjadi wadah kolaborasi yang mempertemukan regulator, akademisi, pelaku industri, investor, asosiasi, dan perusahaan energi. Sinergi tersebut diharapkan mampu mempercepat pengembangan energi baru terbarukan, memperkuat hilirisasi industri, meningkatkan penguasaan teknologi nasional, serta membangun ekosistem energi yang tangguh, berdaya saing, dan berkelanjutan demi mewujudkan kedaulatan energi nasional.
“`
