Demo Kantor Setwapres, Emak-emak Tuntut Gibran Tunjukkan Ijazah SMA

Demo Kantor Setwapres Emak emak Tuntut Gibran Tunjukkan Ijazah SMA: Aksi Penuh Kericuhan di Jalan Kebon Sirih
Beritasosial.com – Demo Kantor Setwapres Emak emak menjadi sorotan publik setelah puluhan ibu-ibu menggelar aksi demonstrasi di kawasan Kantor Sekretariat Wakil Presiden pada hari Selasa, 28 Juli 2026. Aksi yang berlangsung di Jalan Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat ini menuntut Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk menunjukkan ijazah sekolah menengah atas miliknya secara langsung kepada masyarakat. Para emak-emak yang hadir tampak antusias dan membawa berbagai alat aksi untuk menyampaikan tuntutan mereka.
Kericuhan Akibat Dorong-mendorong di Lokasi Aksi
Situasi menjadi memanas ketika para demonstran berusaha mendekat ke area depan gedung Setwapres. Polisi yang bertugas berusaha menahan laju massa, namun akhirnya terjadi aksi saling dorong yang cukup intens. Seorang petugas kepolisian perempuan terlihat berteriak meminta para peserta untuk tidak saling mendorong agar tidak terjadi korban.
“Jangan saling dorong,” teriak seorang polisi perempuan yang berjaga di lokasi.
Dua orang peserta demonstrasi sempat terjatuh akibat dorongan-dorongan tersebut. Suasana kembali memanas setelah petugas menyita beberapa alat aksi yang dibawa massa, termasuk pengeras suara dan spanduk. Demo Kantor Setwapres Emak emak ini menunjukkan betapa seriusnya tuntutan yang disampaikan oleh para ibu-ibu tersebut.
Roy Suryo Hadir Mendukung Tuntutan Ijazah
Aksi ini juga dihadiri oleh Roy Suryo yang saat ini berstatus sebagai tersangka dalam kasus dugaan penyebaran informasi mengenai ijazah Presiden Joko Widodo. Dalam orasinya, ia menunjukkan beberapa dokumen yang menurutnya merupakan sampel data pendidikan Gibran. Ia mengklaim terdapat ketidaksesuaian dalam dokumen-dokumen tersebut yang perlu diklarifikasi.
Selain Roy Suryo, Menu Wulandari selaku Presidium Aliansi Rakyat Menggugat juga menyampaikan pernyataan. Ia menegaskan bahwa massa menginginkan persoalan ijazah Gibran dijelaskan secara terbuka kepada publik. Kehadiran tokoh-tokoh ini memberikan dukungan tambahan bagi para emak-emak yang melakukan demo Kantor Setwapres Emak emak.
Blokade Jalan dan Ancaman Aksi Lanjutan
Salah satu peserta aksi meluapkan kekesalannya dengan duduk di badan jalan sebagai bentuk blokade. Petugas akhirnya mengevakuasi paksa peserta tersebut agar arus lalu lintas kembali normal. Selama aksi berlangsung, jalur dari Jalan MH Thamrin menuju Patung Kuda sempat tersendat karena massa yang berkumpul di sekitar lokasi.
Demonstran mengancam akan kembali menggelar aksi dengan jumlah peserta yang lebih besar apabila tuntutan mereka tidak dipenuhi. Mereka berharap Gibran dapat memberikan kejelasan mengenai status ijazah SMA-nya dalam waktu dekat. Demo Kantor Setwapres Emak emak ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk transparansi publik terkait isu pendidikan para pejabat tinggi negara.
(rca)
