Cegah Resistensi Antibiotik, Dosen Unusa Edukasi dan Skrining Urin Warga
Unusa Gencar Cegah Resistensi Antibiotik Melalui Program Edukasi dan Skrining Urin
Beritasosial.com – Resistensi antibiotik menjadi salah satu ancaman kesehatan terbesar di dunia saat ini. Untuk Cegah Resistensi Antibiotik Dosen Unusa bersama tim pengabdian masyarakat telah menginisiasi program edukasi komprehensif bagi warga Surabaya. Program ini tidak hanya memberikan pemahaman teoritis, tetapi juga melibatkan pemeriksaan langsung melalui skrining urin kepada masyarakat.
Menurut data yang dihimpun, penggunaan antibiotik yang tidak tepat di Indonesia masih sangat tinggi. Banyak masyarakat yang mengonsumsi antibiotik tanpa resep dokter, menghentikan pengobatan sebelum masa terapi selesai, atau bahkan menggunakan antibiotik untuk penyakit yang disebabkan oleh virus. Kondisi ini mempercepat munculnya bakteri yang kebal terhadap obat-obatan yang selama ini efektif.
Program Pengabdian di Kelurahan Medokan Ayu
Tim dosen dan mahasiswa Program Studi D-IV Analis Kesehatan dari Fakultas Kesehatan Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat dengan tema “Edukasi Resistensi Antibiotik dan Skrining Urin untuk Meningkatkan Penggunaan Antibiotik Rasional pada Masyarakat Medokan Ayu Surabaya”. Kegiatan ini berlangsung di Kelurahan Medokan Ayu, Kecamatan Rungkut, Surabaya.
Kegiatan ini dihadiri oleh puluhan warga yang antusias mengikuti sesi edukasi dan pemeriksaan urin. Para peserta mendapatkan informasi mendalam tentang perbedaan infeksi bakteri dan virus, serta kapan antibiotik benar-benar diperlukan. Selain itu, skrining urin dilakukan sebagai langkah deteksi dini untuk mendeteksi potensi infeksi saluran kemih yang mungkin memerlukan penanganan antibiotik.
Muhammad Taufiq Hidayat dan Ersalina Nidianti, anggota tim pengabdian dari Unusa, menjelaskan bahwa resistensi antibiotik merupakan masalah global yang memerlukan pendekatan multidimensi. Mereka menekankan bahwa edukasi masyarakat adalah kunci utama dalam menurunkan angka resistensi. Banyak orang masih keliru mengaitkan antibiotik sebagai obat untuk segala jenis penyakit, padahal fungsinya sangat spesifik untuk infeksi bakteri.
“Edukasi seperti ini penting agar masyarakat memahami penggunaan antibiotik secara rasional sehingga mampu menekan risiko resistensi antibiotik,” jelas Ersa, Kamis (6/8/2026).
Kementerian Kesehatan juga telah memberikan peringatan keras terkait penggunaan antibiotik yang tidak bijak. Peringatan ini menjadi penguat bahwa edukasi kepada masyarakat perlu terus dilakukan agar pola konsumsi obat menjadi lebih tepat dan efektif. Dengan demikian, upaya untuk Cegah Resistensi Antibiotik Dosen Unusa sejalan dengan kebijakan nasional dalam meningkatkan kesehatan masyarakat.
Mengapa Skrining Urin Penting?
Skrining urin menjadi komponen penting dalam program ini karena infeksi saluran kemih sering kali tidak terdeteksi secara dini. Banyak orang mengabaikan gejala ringan seperti nyeri saat buang air kecil atau perubahan warna urine. Padahal, infeksi yang tidak ditangani dengan tepat dapat berkembang menjadi lebih serius dan memerlukan antibiotik dalam dosis lebih tinggi atau jenis yang berbeda.
Hasil skrining urin membantu menentukan apakah seseorang memerlukan antibiotik atau tidak. Hal ini mencegah penggunaan antibiotik yang tidak perlu dan mengurangi risiko munculnya bakteri resisten. Masyarakat yang mengikuti program ini juga mendapatkan panduan tentang cara menjaga kesehatan saluran kemih melalui pola hidup bersih dan sehat.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Resistensi Antibiotik
Apa itu resistensi antibiotik? Resistensi antibiotik adalah kondisi ketika bakteri menjadi kebal terhadap obat antibiotik yang sebelumnya efektif membunuhnya. Hal ini menyebabkan infeksi menjadi lebih sulit diobati.
Kapan antibiotik diperlukan? Antibiotik hanya diperlukan untuk infeksi bakteri, bukan untuk penyakit yang disebabkan oleh virus seperti flu atau batuk pilek biasa.
Bagaimana cara mencegah resistensi antibiotik? Gunakan antibiotik sesuai resep dokter, selesaikan seluruh masa pengobatan, dan jangan berbagi antibiotik dengan orang lain.
Apakah skrining urin penting? Ya, skrining urin membantu mendeteksi infeksi saluran kemih secara dini sehingga penanganan dengan antibiotik dapat dilakukan tepat waktu dan sesuai kebutuhan.
