BNPB: Bencana Banjir hingga Karhutla Melanda 4 Daerah

bnpb-bencana-banjir-hingga-karhutla-melanda-4-daerah-fza

BNPB: Banjir dan Kebakaran Hutan Terjadi di Empat Wilayah

BNPB – Dalam 24 jam terakhir, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat adanya peristiwa banjir serta kebakaran hutan dan lahan yang memengaruhi empat wilayah di Indonesia. Kejadian tersebut mencakup Kota Palopo, Kabupaten Lingga, Kabupaten Dairi, dan Kabupaten Sabu Raijua. Berikut rincian bencana yang terjadi:

Banjir di Kota Palopo

Kota Palopo, Sulawesi Selatan, menjadi salah satu daerah yang terkena banjir pada Sabtu (13/6). Fenomena ini disebabkan oleh hujan deras yang mengakibatkan debit air sungai meluap. Wilayah yang terdampak terbatas pada Kelurahan Salubattang dan Pentojangan, Kecamatan Telluwanua. Berdasarkan laporan BPBD Kota Palopo, banjir menyebabkan 10 unit rumah dan satu hektare perkebunan terendam dengan tinggi air mencapai 30 sentimeter.

“Hasil kaji cepat BPBD Kota Palopo menunjukkan bahwa 10 unit rumah dan satu hektare lahan perkebunan mengalami genangan air hingga 30 sentimeter,” jelas Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB.

Kebakaran di Kabupaten Sabu Raijua

Di Nusa Tenggara Timur, Kabupaten Sabu Raijua mengalami kebakaran hutan yang menimpa lahan seluas 20 hektare di Desa Eimau dan Eilode, Kecamatan Sabu Tengah. Penyebab diduga berasal dari sisa pembakaran sampah yang terbawa angin dan menyebar ke area sekitar.

“Kebakaran hutan di Kabupaten Sabu Raijua diduga disebabkan oleh sisa pembakaran sampah yang terbawa angin,” kata Abdul Muhari.

Angin Kencang di Lingga dan Dairi

Dua peristiwa angin kencang terjadi di Sumatra Utara dan Kepulauan Riau. Di Lingga, 80 unit rumah mengalami kerusakan, dengan 14 unit rusak berat dan 66 unit rusak ringan. Angin juga merusak dua fasilitas pendidikan. Sementara di Dairi, 12 rumah warga di Desa Parbuluan IV, Kecamatan Parbuluan, rusak akibat dampak angin.

“Angin kencang tidak hanya merusak rumah, tetapi juga menyebabkan kerusakan pada dua gedung sekolah,” tambah Abdul Muhari.

Imbauan untuk Masyarakat

Sebagai respons, Abdul Muhari memberikan nasihat kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Saat hujan deras berlangsung lebih dari satu jam, warga diingatkan berlindung di tempat yang aman. Selain itu, jika terjadi angin kencang, sebaiknya tetap berada di dalam bangunan. Jika di luar, cari tempat perlindungan jauh dari pohon dan struktur semi permanen.

“Masyarakat rawan kebakaran hutan dan lahan diminta tidak membakar sampah di area kering serta memastikan api sudah padam total,” imbuh Abdul Muhari.

Dalam rangka pencegahan, pemerintah daerah dan lembaga terkait diingatkan untuk memperkuat kekuatan personel dan peralatan, serta rutin melakukan edukasi kepada masyarakat sesuai potensi bencana setempat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *