Almamater Lima Soroti Dugaan Penyusutan Lahan Taman Potret Tangerang
Almamater Lima Soroti Dugaan Penyusutan Lahan Taman Potret Tangerang
Almamater Lima Soroti Dugaan Penyusutan Lahan – TANGERANG – Aliansi Masyarakat Madani Tangerang Libas Mafia (Almamater Lima) kembali menggelar aksi demonstrasi untuk menyoroti dugaan penyusutan lahan Taman Potret di bekas Terminal Cikokol. Organisasi ini menuntut klarifikasi dari manajemen pusat perbelanjaan populer serta Pemerintah Kota Tangerang terkait ketidaksesuaian data luas taman yang disampaikan. Dugaan penyusutan lahan ini diungkapkan setelah observasi langsung, dokumen resmi, dan pengukuran mandiri menggunakan teknologi satelit menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara angka yang tercatat dan kenyataan di lapangan.
Kebutuhan Ideal RTH Sesuai Aturan
Menurut UU No. 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang, setiap daerah wajib menyediakan Ruang Terbuka Hijau (RTH) minimal 30 persen dari total luas wilayahnya. Namun, penelitian tahun 2021 menyebutkan bahwa RTH di Tangerang hanya mencapai 12 persen dari luas 164,55 kilometer persegi kota tersebut. Almamater Lima menilai angka ini terlalu rendah, terlebih dengan adanya dugaan penyusutan lahan Taman Potret yang justru mengurangi jumlah RTH. Mereka menilai RTH yang disediakan saat ini tidak memenuhi fungsi sebagai ruang publik yang bisa dinikmati seluruh masyarakat.
Disparitas Data Luas Taman yang Menyimpang
Almamater Lima menyoroti perbedaan data luas Taman Potret yang disebarkan oleh berbagai pihak. Misalnya, papan informasi di lokasi menyebut luas taman 12.000 meter persegi, sementara portal TamanKita hanya mencatat 9.600 meter persegi. Dalam survei mandiri dengan teknologi satelit, hasilnya menunjukkan luas taman saat ini hanya sekitar 5.050 meter persegi. Disparitas ini memicu kecurigaan bahwa ada upaya penyusutan lahan yang tidak transparan.
Kritik Terhadap Proses Pengukuran dan Dokumentasi
Almamater Lima menyebutkan bahwa penyusutan lahan Taman Potret telah terjadi secara bertahap sejak tahun 2015-2016, ketika taman tersebut dibuka oleh mantan Wali Kota Arief R Wismansyah. Mereka menilai manajemen taman tidak menjaga keakuratan data yang dipublikasikan, bahkan ada indikasi pengeditan angka untuk menutupi perubahan luas lahan. Dugaan penyusutan lahan ini juga menjadi sorotan karena terkait dengan rencana pengembangan area sekitarnya yang dinilai mengorbankan ruang hijau kota.
Empat Isu Utama yang Diangkat oleh Almamater Lima
Djalu, salah satu anggota Almamater Lima, mengungkapkan empat isu utama yang menjadi fokus aksi hari ini. Pertama, adanya ketidaksesuaian data luas Taman Potret di berbagai sumber, mulai dari papan informasi hingga portal resmi. Kedua, pengukuran mandiri melalui citra satelit menunjukkan penyusutan signifikan lahan taman dibandingkan data asli. Ketiga, dugaan pemindahan aliran Kali Cikokol tanpa izin tata ruang yang memadai. Keempat, penyaluran dana CSR dalam pembangunan taman yang dinilai tidak optimal. Dugaan penyusutan lahan ini menurut Djalu justru merusak reputasi manajemen taman dan pemerintah daerah.
Konsekuensi Kebijakan Penyusutan Lahan
Penyusutan lahan Taman Potret, menurut Almamater Lima, tidak hanya mengurangi luas ruang hijau tetapi juga mengganggu keberlanjutan ekosistem kota. Daerah seperti Tangerang yang terkenal dengan keramaian dan pertumbuhan kota, membutuhkan RTH untuk mengurangi polusi udara serta menyediakan ruang rekreasi bagi warga. Dugaan penyusutan lahan ini juga memicu keluhan dari masyarakat sekitar yang merasa hak mereka tidak diakui. Mereka menginginkan transparansi dan akuntabilitas dari pihak-pihak terkait.
Peran Masyarakat dan Pemerintah dalam Mengatasi Dugaan Penyusutan Lahan
Almamater Lima mengharapkan pemerintah Kota Tangerang segera melakukan audit terhadap data luas Taman Potret serta memberikan penjelasan mengenai alasan perubahan angka tersebut. Dugaan penyusutan lahan ini juga memicu keterlibatan masyarakat dan organisasi sipil lainnya untuk memantau progres pembangunan. Selain itu, mereka menyarankan penerapan kebijakan yang lebih ketat dalam pengelolaan RTH, terutama di kawasan yang berdekatan dengan Terminal Cikokol. Dengan demikian, Almamater Lima berharap Taman Potret tetap menjadi ruang publik yang bermanfaat bagi warga Tangerang.
