10 Sampel DNA Keluarga Korban Ledakan Bom Peninggalan PD II di Biak Dikirim ke Puslabfor
10 Sampel DNA Keluarga Korban Ledakan Bom Peninggalan PD II di Biak Dikirim ke Puslabfor
Langkah Pemeriksaan DNA untuk Identifikasi Korban
10 Sampel DNA Keluarga Korban Ledakan – Sejumlah 10 sampel DNA dari keluarga korban ledakan bom di Biak Numfor, Papua, telah dikirim ke Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri di Jakarta. Sampel ini menjadi bagian penting dalam upaya mengidentifikasi potongan tubuh korban yang berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian. Kapolres Biak Numfor AKBP Ari Trestiawan mengungkapkan, tim DVI Polda Papua telah mengumpulkan empat sampel DNA postmortem sebelumnya. “Dengan sepuluh sampel yang dikirim, kita berharap bisa mempercepat proses identifikasi dan memberikan kepastian kepada keluarga korban,” tambah Ari, seperti dilaporkan Senin (8/6/2026).
Hasil Pencarian dan Kondisi Korban
Hari ketujuh pencarian korban, Tim SAR gabungan yang dipimpin Basarnas kembali menemukan dua potongan tubuh di lokasi kejadian. Selain itu, berbagai barang bukti ditemukan, termasuk dua serpihan bagian tubuh manusia, satu unit telepon genggam Evercross, tiga dompet, satu pisau, dan alat-alat medis seperti gunting dan pinset. Sampel DNA keluarga korban ledakan dijadikan referensi untuk membandingkan dengan hasil identifikasi dari potongan tubuh yang ditemukan. Proses ini menuntut kerja sama intensif dari para ahli forensik dan keluarga korban.
Detail Ledakan dan Area Pencarian
Ledakan bom terjadi di Kompleks Perikanan Jalan Walter Mongonsidi, Kampung Yenures, Distrik Biak Kota, pada Minggu, 31 Mei 2026, sekitar pukul 14.45 WIT. Berdasarkan data terkini, enam orang dinyatakan meninggal dunia, sementara tiga korban lainnya masih dalam pencarian. Tim SAR melanjutkan pencarian di area Ring 1 dan Ring 2, yang memiliki radius hingga empat kilometer dari titik ledakan. Sampel DNA keluarga korban ledakan menjadi bukti kritis dalam mengidentifikasi korban yang belum ditemukan, terutama dalam kondisi cuaca yang tidak menentu.
Barang Bukti dan Penyelidikan Lanjutan
Dari hasil penyisiran, Tim SAR menyita sejumlah barang bukti seperti GPS Garmin, pisau, dan alat-alat medis. Barang-barang ini akan dianalisis untuk memperjelas kemungkinan penyebab ledakan dan melacak jejak korban. AKBP Ari Trestiawan menyatakan, proses identifikasi korban masih berlangsung sementara tiga korban yang belum ditemukan tetap menjadi prioritas. Sampel DNA keluarga korban ledakan diharapkan membantu mempercepat proses ini, karena dapat membandingkan dengan data genetik yang diperoleh dari bagian tubuh yang dievakuasi.
Dampak Ledakan pada Masyarakat
Kecelakaan tersebut menimbulkan dampak signifikan pada masyarakat setempat. Sebanyak 56 warga mengungsi, terdiri dari 43 orang dewasa dan 13 balita. Sejumlah korban luka ringan juga tercatat, dengan 18 orang masih dalam kondisi terluka dan dua di antaranya dirawat di RSUD Biak. Sampel DNA keluarga korban ledakan menjadi upaya untuk memberikan kepastian kepada keluarga dan mengurangi kecemasan terhadap nasib korban yang belum ditemukan. Proses ini juga memperkuat kerja sama antara aparat keamanan dan masyarakat setempat.
Proses Identifikasi dan Keterlibatan Puslabfor
Puslabfor akan memproses sampel DNA korban ledakan untuk membandingkannya dengan data dari potongan tubuh yang ditemukan. Tim DVI Polda Papua terus berkoordinasi dengan pihak berwenang di Jakarta guna memastikan analisis dilakukan secara akurat. Dalam beberapa hari terakhir, proses identifikasi korban ledakan terus berjalan, dengan 10 sampel DNA keluarga korban yang dikirimkan sebagai bagian dari upaya menyelidiki identitas semua korban. DVI juga bekerja sama dengan keluarga korban untuk mengumpulkan informasi tambahan yang dapat membantu proses ini.
Perspektif Keluarga dan Masa Depan Korban
Keluarga korban ledakan menunjukkan dukungan penuh terhadap proses identifikasi. Mereka memberikan sampel DNA secara sukarela untuk membantu proses penyelidikan. AKBP Ari Trestiawan menyampaikan, upaya ini bertujuan untuk memberikan kepastian kepada keluarga dan mempercepat penemuan korban yang belum ditemukan. Sampel DNA keluarga korban ledakan menjadi bagian dari kerangka kerja yang lebih luas untuk menyelesaikan kasus ini. Dengan data yang terus berkumpul, Puslabfor berharap dapat menyusun laporan lengkap dalam waktu dekat, yang akan menjadi dasar untuk investigasi lebih lanjut.
