Alasan Calon Manajer Kopdes Ikuti Latsarmil – Wamenhan: Latih Disiplin dan Kerja Sama

alasan-calon-manajer-kopdes-ikuti-latsarmil-wamenhan-latih-disiplin-dan-kerja-sama-hpl

Alasan Calon Manajer Kopdes Ikuti Latsarmil: Latih Disiplin dan Kerja Sama

Alasan Calon Manajer Kopdes Ikuti Latsarmil – Kementerian Pertahanan menggelar program Latihan Dasar Militer (Latsarmil) untuk calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), dengan alasan Calon Manajer Kopdes Ikuti Latsarmil sebagai bagian dari upaya membangun karakter kepemimpinan yang tangguh. Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan Taufanto menjelaskan bahwa program ini bertujuan memberikan fondasi penting bagi para peserta, terutama dalam mengembangkan rasa tanggung jawab dan disiplin sebagai elemen kunci dalam memimpin tim.

Program Latsarmil: Masa Pendekatan yang Dinamis

Latsarmil, yang diselenggarakan dalam rangka menyiapkan calon manajer Kopdes, dirancang untuk memberikan pengalaman langsung tentang kerja sama, komando, dan pengambilan keputusan di bawah tekanan. “Program ini bukan hanya sekadar pelatihan fisik, tetapi juga pembelajaran tentang bagaimana menyeimbangkan tugas individual dengan tanggung jawab kolektif,” ungkap Donny saat diwawancara di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (1/7/2026). Selama kegiatan, peserta diberikan berbagai simulasi seperti perencanaan operasional, manajemen risiko, dan penyelesaian konflik, yang menurut Donny sangat relevan untuk pengelolaan organisasi kecil seperti Kopdes.

“Kedisiplinan dan kemampuan bekerja sama menjadi dua aspek yang sangat mendasar dalam manajemen, terutama untuk lembaga yang berbasis komunitas seperti Kopdes,” kata Donny.

Dengan mengikuti Latsarmil, calon manajer Kopdes diberi kesempatan untuk melatih keterampilan seperti pengambilan keputusan cepat, pengaturan waktu, dan penyesuaian adaptasi terhadap perubahan lingkungan. Program ini juga menjadi wadah untuk melatih sikap profesionalisme, yang menurut Donny merupakan bekal penting bagi mereka dalam menghadapi tantangan administrasi dan pengelolaan dana desa.

Penguatan Kepemimpinan melalui Keterlibatan Penuh

Kegiatan Latsarmil tidak hanya fokus pada aspek disiplin, tetapi juga mencakup pembelajaran tentang komunikasi efektif dan kepercayaan antartim. Donny menekankan bahwa pelatihan ini bertujuan menghasilkan manajer Kopdes yang mampu memimpin dengan tegas namun tetap penuh empati. “Karena manajer Kopdes harus mampu menyatukan kepentingan anggota desa sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat,” jelasnya. Dalam program ini, peserta juga dibekali pengetahuan tentang manajemen risiko, penggunaan teknologi, dan kebijakan pemerintah terkini, yang semuanya bisa langsung diterapkan dalam pengelolaan Kopdes.

“Karena alasan Calon Manajer Kopdes Ikuti Latsarmil, mereka tidak hanya menjadi bagian dari tim, tetapi juga diharapkan mampu menginspirasi anggota lain,” terang Donny.

Dalam praktiknya, para peserta diwajibkan mengikuti rangkaian kegiatan seperti pemanasan fisik, latihan taktik, dan simulasi keadaan darurat. Hal ini memberikan kesempatan bagi mereka untuk memahami pentingnya kesadaran akan keamanan dan kesiapan responsif dalam lingkungan organisasi. Donny juga menyebutkan bahwa program ini berjalan selama empat minggu dan melibatkan para pelatih militer dari TNI serta perwakilan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk pendampingan kesehatan selama proses.

Kemajuan Kopdes: Dari Pemanfaatan Sumber Daya Hingga Keterlibatan Masyarakat

Dalam penyelenggaraan Latsarmil, Kementerian Pertahanan bekerja sama dengan berbagai instansi terkait untuk memastikan program ini mencakup seluruh aspek kehidupan manajerial. Donny mengungkapkan bahwa selain disiplin dan kerja sama, pelatihan ini juga bertujuan meningkatkan kreativitas dan inovasi dalam pengelolaan Kopdes. “Alasan Calon Manajer Kopdes Ikuti Latsarmil adalah untuk membangun perencanaan yang lebih matang, termasuk memastikan keberlanjutan program sosial dan ekonomi di tingkat desa,” ujarnya. Dengan melibatkan para manajer Kopdes langsung dalam lingkungan militer, program ini diharapkan mampu mendorong mereka untuk menciptakan kebijakan yang lebih berorientasi pada keberlanjutan dan partisipasi aktif masyarakat.

“Kami juga melibatkan pelatih dari Kementerian Kesehatan agar peserta dapat memahami pentingnya kesehatan sebagai aspek pendukung produktivitas,” tambah Donny.

Selain itu, program ini dirancang untuk memperkuat rasa percaya dan komunikasi antara manajer Kopdes dengan para anggota dan masyarakat setempat. Donny menyatakan, penguatan disiplin melalui Latsarmil bisa mengurangi risiko korupsi dan penyelewengan dana desa, karena manajer yang terbiasa disiplin lebih mungkin mengambil keputusan transparan dan akuntabel. Pemerintah juga berharap program ini mampu menciptakan pola kerja yang lebih solid dalam pengembangan Kopdes di berbagai daerah.

Dengan adanya Latsarmil, para calon manajer Kopdes diharapkan menjadi lebih siap menghadapi tantangan dalam memimpin organisasi desa. Program ini juga memberikan kesempatan bagi mereka untuk membangun relasi jaringan dengan pelaku usaha, lembaga keuangan, dan pihak terkait lainnya. Donny menekankan bahwa Latsarmil adalah langkah penting dalam memperkuat kepemimpinan lokal, sekaligus menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam mendorong pemberdayaan masyarakat desa melalui pengelolaan koperasi yang efektif. Dengan alasan Calon Manajer Kopdes Ikuti Latsarmil, pemerintah ingin memastikan bahwa setiap manajer Kopdes memiliki fondasi yang kuat dalam membangun sistem manajemen yang berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *