Key Discussion: Terdakwa Serda Edi Sudarko Sebut Andrie Yunus Arogan dan Over Akting
Key Discussion: Terdakwa Serda Edi Sudarko Sebut Andrie Yunus Arogan dan Over Akting
Key Discussion – JAKARTA – Serda Edi Sudarko, salah satu terdakwa dalam kasus penyiraman aktivis KontraS Andrie Yunus, memberikan pernyataan menarik di Pengadilan Militer Jakarta. Menurut Edi, tindakannya terkait dengan aksi penyiraman tersebut dianggap sebagai bentuk protes atas sikap Andrie yang dinilainya terlalu angkuh dan terkesan memperdramatisasi situasi.
Detail Pernyataan Terdakwa dalam Sidang Perdana
Saat diperiksa oleh Oditur Militer, Edi mengungkapkan bahwa ia memantau aktivitas Andrie Yunus di media sosial sebelum memutuskan untuk melakukan aksi. “Saya merasa tidak nyaman melihat sikap Andrie yang dinilai over akting,” ujarnya. Ia menjelaskan bahwa perasaan ini muncul ketika Andrie tampil dalam video yang viral di Hotel Fairmont, di mana ia dianggap menginterupsi rapat tertutup antara TNI dan DPR.
Dalam Key Discussion ini, Edi menyebutkan bahwa kekesalan terhadap Andrie berawal dari kesan kesombongan yang ia rasakan selama mengikuti berbagai diskusi online. “Kita jangan terlalu mudah terpancing, tapi saat video itu muncul, emosi langsung membara,” imbuhnya. Penjelasan ini sekaligus menegaskan bahwa aksi penyiraman bukan sekadar kejadian spontan, melainkan hasil dari perencanaan yang terbentuk melalui proses emosional.
Konteks Kasus dan Keterlibatan Bais TNI
Kasus penyiraman Andrie Yunus menjadi sorotan publik setelah video aksi tersebut beredar di media sosial. Edi menjelaskan bahwa ia memasuki Bais TNI pada bulan November 2025, dan sebelumnya menjabat sebagai anggota di Surabaya. “Saya tidak mengenal Andrie secara pribadi, tapi video yang ia buat membuat saya merasa terluka,” katanya. Pernyataan ini menunjukkan bahwa perspektif Edi terhadap Andrie lebih bersifat emosional daripada rasional.
Dalam Key Discussion di pengadilan, Edi mengungkap bahwa aksi penyiraman dilakukan setelah ia berdiskusi dengan rekan-rekan di Bais TNI. “Saya melihat video Andrie di media sosial, merasa emosi memuncak, lalu meminta kepada terdakwa lainnya untuk turut serta,” katanya. Ini menegaskan bahwa keputusan aksi tersebut didasari oleh perasaan marah dan keinginan untuk menunjukkan keberatan terhadap sikap Andrie yang dianggap memicu emosi.
Perspektif Terdakwa tentang Arogansi Andrie Yunus
Edi berargumen bahwa Andrie Yunus terlalu agresif dalam menyampaikan pendiriannya, terutama selama rapat tertutup antara TNI dan DPR. Menurutnya, sikap Andrie dianggap seperti melangkah di atas kehormatan TNI. “Kita harus profesional, tapi Andrie terlihat seperti menginterupsi tanpa alasan yang jelas,” ujarnya. Pernyataan ini menjadi fokus utama dalam Key Discussion yang berlangsung hari ini.
Sementara itu, Oditur Militer menanyakan alasan spesifik mengapa Edi memutuskan untuk melakukan penyiraman. Edi menjawab bahwa ia merasa terinspirasi oleh video tersebut, dan memutuskan untuk tindak lanjuti dengan aksi langsung. “Saya ingin menunjukkan bahwa kita juga punya cara menyampaikan keberatan,” katanya. Ini menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan bagian dari upaya untuk menekankan pendiriannya dalam Key Discussion ini.
Dalam Key Discussion yang berlangsung, Edi juga mengungkap bahwa ia tidak merasa bersalah karena tindakannya dianggap sebagai bentuk pengambilan keputusan yang tepat. “Saya melakukan itu karena merasa emosi saya tidak terdengar, dan Andrie terlihat seperti menanggapi dengan cara yang berlebihan,” katanya. Penjelasan ini menjadi bahan pembahasan utama dalam persidangan yang berlangsung hari ini.
Lihat video: Sidang Perdana Andrie Yunus Dimulai! Plot Twist atau Sesuai Prediksi?
