New Policy: Bukan Sekadar Insinyur, Alumni ITS Didorong Kuasai Kepemimpinan dan Finansial

bukan-sekadar-insinyur-alumni-its-dorong-generasi-muda-kuasai-kepemimpinan-dan-finansial-hkw

New Policy: ITS Alumni Harus Kuasai Kepemimpinan dan Finansial

New Policy – Sebagai respons terhadap dinamika industri yang terus berubah, New Policy oleh Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) memberikan penekanan baru pada pengembangan alumni. Dalam era digitalisasi dan globalisasi, gelar teknik semakin menjadi fondasi, bukan jaminan mutlak untuk sukses. Kini, kemampuan kepemimpinan, keahlian keuangan, serta keterampilan berkomunikasi menjadi kunci untuk meraih posisi strategis. Hal ini diungkapkan dalam acara Professional Muda ITS Meet Up & Networking Event yang diadakan oleh Ikatan Alumni ITS (IKA ITS) Pengurus Wilayah Jakarta Raya, sebagai bagian dari Youth Leadership Camp (YLC)-8 di Wisma Pelatihan BNI Slipi, Jakarta. New Policy bertujuan memperkuat kompetensi alumni ITS di luar bidang teknis, sehingga siap bersaing di berbagai sektor.

Kebutuhan Keterampilan Multidimensi

Acara yang dihadiri oleh sekitar 50 alumni muda ITS, mahasiswa tingkat akhir, serta peserta YLC-8, menjadi platform untuk mendiskusikan New Policy yang dianggap penting dalam meningkatkan kualifikasi alumni. Dua alumni yang dipilih sebagai pembicara, Munadi Herlambang dari Bank Negara Indonesia (BNI) dan Ken Permana dari Indonesia Asahan Aluminium (INALUM), menjelaskan bahwa keahlian teknis saja tidak cukup. Mereka menekankan bahwa kemampuan mengelola bisnis, berpikir kritis, serta membangun jejaring profesional harus menjadi bagian dari kurikulum pengembangan alumni.

“Kebutuhan industri modern mengharuskan alumni ITS memiliki wawasan tentang kepemimpinan, finansial, dan inovasi. New Policy dirancang untuk memastikan mereka siap menghadapi tantangan masa depan,” tutur Munadi Herlambang.

Di sisi lain, Ken Permana menambahkan bahwa perusahaan besar saat ini mencari calon pemimpin yang mampu mengintegrasikan teknologi dengan strategi manajerial. “Kemampuan mengelola dana dan memahami kebijakan finansial bisa membedakan alumni ITS dengan pesaing lain,” imbuhnya. Poin-poin ini menggarisbawahi bahwa New Policy tidak hanya fokus pada peningkatan kemampuan teknis, tetapi juga pada pengembangan soft skill dan kecakapan bisnis.

Struktur dan Tujuan New Policy

New Policy diterapkan melalui berbagai inisiatif, termasuk program pelatihan yang dirancang untuk alumni ITS. Program ini mencakup kursus kepemimpinan, workshop keuangan, serta pelatihan presentasi dan networking. Selain itu, ITS juga menggencarkan kolaborasi dengan perusahaan-perusahaan nasional untuk memberikan pengalaman kerja praktis kepada alumni. “Kami berupaya menyelaraskan kurikulum perguruan tinggi dengan kebutuhan pasar,” jelas Kusdi Widodo, Ketua IKA ITS PW Jakarta Raya, dalam keterangan tertulis.

Keberhasilan New Policy diharapkan dapat menciptakan alumni yang tidak hanya mampu menjadi insinyur terampil, tetapi juga pemimpin inovatif. “Perubahan lanskap pekerjaan memaksa lulusan teknik melebihi batas disiplin ilmu dan mengembangkan keterampilan multidimensi,” tambah Kusdi Widodo. Hal ini berarti bahwa New Policy bertujuan untuk memperluas wawasan alumni, sehingga mampu berkontribusi di berbagai bidang, mulai dari pengelolaan proyek hingga pengambilan keputusan strategis.

Dalam diskusi, para peserta YLC-8 menyampaikan bahwa New Policy memberikan peluang untuk mengembangkan potensi diri. “Saya merasa lebih siap menghadapi tantangan di dunia kerja karena mendapat pelatihan kepemimpinan dan keuangan,” ujar salah satu alumni. Inisiatif ini juga membantu alumni mengurangi kejenuhan di bidang teknis dan mengeksplorasi peluang di sektor keuangan, pemasaran, atau manajemen. “Kami ingin alumni ITS tidak hanya menguasai bidang teknik, tetapi juga bisa mengambil peran yang lebih luas,” tambah Reynuh, anggota Steering Committee YLC-8.

Langkah-langkah New Policy dilakukan secara bertahap, mulai dari peningkatan materi kuliah hingga pengembangan program magang bersama perusahaan ternama. “Kami fokus pada penguasaan kompetensi yang relevan dengan era digital dan globalisasi,” lanjut Kusdi Widodo. Selain itu, ITS juga berencana untuk memperluas program ini ke berbagai cabang di Indonesia, agar semua alumni dapat merasakan manfaatnya. Dengan New Policy, lembaga pendidikan ini berupaya menjawab tantangan era industri yang berubah cepat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *