El Nino Mengintai – Mentan Amran Instruksikan Perkuat Infrastruktur Pengairan Nasional

el-nino-mengintai-mentan-amran-instruksikan-perkuat-infrastruktur-pengairan-nasional-vjr

Mentan Amran Perintahkan Penguatan Infrastruktur Pengairan Nasional untuk Menghadapi Ancaman El Nino

El Nino Mengintai – Dari Jakarta, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memberikan instruksi untuk memperkuat sistem irigasi nasional sebagai langkah antisipasi terhadap ancaman kekeringan akibat El Nino yang semakin mendekat. Tindakan ini bertujuan memastikan stabilitas produksi pangan di tengah risiko cuaca ekstrem. Pemimpin Kementerian Pertanian menyatakan seluruh unit di lingkup kementerian telah diberi arahan agar mempercepat upaya mitigasi kekeringan.

Langkah Konkret di Wilayah Rawan Keterbatasan Air

Upaya yang dijalankan melibatkan peningkatan kapasitas jaringan irigasi, penyesuaian sistem pompa, serta pengembangan sumber air di daerah rentan kekeringan. “Air adalah faktor utama dalam pertanian, sehingga manajemennya harus optimal,” tegasnya dalam pernyataan resmi, Minggu (9/5/2026).

“Kami sudah mengarahkan seluruh jajaran untuk mempercepat upaya antisipasi kekeringan, mulai dari pemeliharaan irigasi, pemanfaatan pompa secara efisien, hingga pembuatan sumur dangkal dan dalam di daerah-daerah yang rawan kekeringan,” kata Amran.

Kondisi Pertanian di Gunungkidul: Pertanian Siap Memasuki Masa Panen

Pemantauan intensif dilakukan di Gunungkidul, Yogyakarta, terutama terhadap tanaman padi musim tanam kedua (MT2). Meski menghadapi musim kemarau, ribuan hektare lahan pertanian di wilayah Semin dan Ngawen terbukti dalam kondisi aman. Pemimpin Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul menjelaskan pengawasan terhadap kondisi tanaman dan pasokan air di lapangan tetap berjalan optimal.

Dalam Kapanewon Semin, luas pertanaman padi MT2 mencapai 2.924 hektare yang ditanam sejak Februari hingga Maret 2026. Ketersediaan air yang cukup dan curah hujan yang relatif baik hingga April lalu memastikan tanaman dalam kondisi siap panen. “Hamparan padi di Semin mulai menguning dan akan dipanen dalam waktu dekat,” tambah Rumini, penyuluh pertanian lapangan di BPP Semin.

“Petani juga semakin banyak menggunakan varietas genjah seperti Pajajaran, M70D, dan Trisakti yang lebih tahan terhadap keterbatasan air,” kata Rumini.

Ngawen Jadi Sentra Produksi Padi dengan Optimisme Panen

Wilayah Ngawen, Gunungkidul, menjadi salah satu pusat penghasil beras. Ketua Tim Produksi Tanaman Pangan DPP Gunungkidul, Danang Sutopo, menyebut luas lahan pertanaman MT2 di sana mencapai 8.756 hektare. Proyeksi panen di wilayah tersebut dimulai dari minggu ketiga Mei hingga awal Juni 2026.

“Kami memprediksi panen di Ngawen akan berlangsung dari minggu ketiga Mei hingga awal Juni 2026. Kami berharap pasokan air tetap terjaga hingga masa panen berakhir, didukung oleh penggunaan varietas umur pendek yang lebih adaptif terhadap kondisi kering,” papar Danang.

El Nino yang Disebut sebagai ‘Godzilla’ Tidak Menurunkan Produksi

El Nino yang disebut sebagai ‘Godzilla’ mengancam, tetapi optimisme terlihat bahwa produksi beras 2026 tetap aman. Mentan Amran menekankan perlunya mitigasi dini agar dampak kekeringan tidak mengganggu ketahanan pangan nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *