Visit Agenda: Pramono Buka Jakarta Fair Kemayoran 2026, Transaksi UMKM Ditarget Capai Rp8 Triliun
Pramono Buka Jakarta Fair Kemayoran 2026, Transaksi UMKM Target Rp8 Triliun
Event Strategis untuk Pemberdayaan UMKM dan Ekonomi Daerah
Visit Agenda – Kamis (11/6/2026) malam, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung secara resmi membuka Jakarta Fair Kemayoran 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat. Acara ini diharapkan menjadi pendorong utama dalam meningkatkan transaksi UMKM sebesar lebih dari Rp8 triliun selama 32 hari penyelenggaraannya. Sebagai bagian dari Visit Agenda kota Jakarta, Jakarta Fair 2026 menjadi platform strategis untuk menumbuhkan ekonomi lokal melalui kegiatan pameran dan promosi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Dalam sambutan pembukaannya, Pramono menegaskan bahwa Visit Agenda tahun ini tidak hanya fokus pada kegiatan hiburan, tetapi juga pada pemberdayaan sektor UMKM. “Dengan Visit Agenda, kita ingin menarik lebih banyak konsumen, baik dari dalam maupun luar Jakarta, untuk mendukung usaha lokal,” ujar Pramono. Ia juga menyampaikan target transaksi yang lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya, yaitu mencapai Rp8 triliun, dengan harapan angka ini bisa tercapai melalui kehadiran pengunjung yang lebih banyak dan partisipasi UMKM yang lebih luas.
Kontribusi Jakarta Fair pada Perekonomian Jakarta
Jakarta Fair Kemayoran 2026 dijadwalkan berlangsung dari 12 Juli hingga 30 Juli 2026, menutupi hari-hari penting seperti Hari Ulang Tahun Jakarta ke-499. Acara ini bukan hanya ajang hiburan, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkuat ekonomi kota Jakarta. Dengan Visit Agenda yang rutin diadakan, pemerintah mengupayakan peningkatan keterlibatan UMKM dalam menghadapi tantangan pasar yang kompetitif. Target transaksi Rp8 triliun diharapkan menjadi bukti kesuksesan kebijakan pemberdayaan ekonomi yang dilakukan melalui acara ini.
“Peningkatan transaksi UMKM sebesar Rp8 triliun adalah bukti bahwa Visit Agenda bisa menjadi kekuatan ekonomi yang signifikan. Kami juga berharap jumlah pengunjung tahun ini bisa melebihi 6 juta orang, sehingga menggerakkan perekonomian secara lebih luas,” terang Pramono.
Peningkatan angka transaksi UMKM menjadi fokus utama dalam Visit Agenda tahun ini. Menurut data sebelumnya, pada tahun lalu transaksi mencapai lebih dari Rp7 triliun dengan jumlah pengunjung mencapai 5,9 juta orang. Dengan target transaksi Rp8 triliun, Pramono optimis pertumbuhan ini bisa terus berlanjut. “Kami juga mengupayakan Visit Agenda 2026 menjadi lebih atraktif dengan berbagai inovasi dan kerja sama dengan pelaku UMKM,” tambahnya.
Strategi Peningkatan Partisipasi dan Daya Tarik Pengunjung
Untuk mencapai target transaksi Rp8 triliun, pihak penyelenggara Jakarta Fair 2026 telah menyusun strategi yang lebih intensif. Acara ini akan menampilkan berbagai stand UMKM dari berbagai wilayah DKI Jakarta, dengan penekanan pada produk unggulan dan inovasi. Pramono menyebutkan bahwa Visit Agenda 2026 akan dilengkapi dengan program promosi yang lebih besar, seperti diskon, kompetisi, dan pelatihan bisnis untuk pelaku UMKM.
Sebagai bagian dari Visit Agenda, Jakarta Fair juga diharapkan mampu menjadi ajang yang meningkatkan citra Jakarta sebagai pusat perekonomian dan budaya. Dengan menampilkan keanekaragaman produk UMKM, acara ini bisa menjadi jembatan antara produsen lokal dan konsumen. “Kami ingin Visit Agenda 2026 tidak hanya meriah, tetapi juga mendorong transaksi yang berkelanjutan,” jelas Pramono. Ia menambahkan bahwa pihaknya akan terus mengoptimalkan kehadiran UMKM di berbagai event sejenis untuk meningkatkan akses pasar mereka.
Kontribusi Pemprov DKI dalam Mendukung UMKM
Pemerintah DKI Jakarta telah mengalokasikan anggaran besar untuk mendukung keberhasilan Visit Agenda 2026. Langkah ini bertujuan memastikan kehadiran UMKM yang lebih banyak dan pengunjung yang terus bertambah. Pramono menyatakan bahwa event ini adalah bagian dari upaya untuk memperkuat ekonomi kota Jakarta, terutama sektor usaha kecil. “Dengan Visit Agenda dan Jakarta Fair, kita bisa menumbuhkan daya saing UMKM melalui promosi dan pendampingan yang lebih baik,” tambahnya.
Sebagai bagian dari Visit Agenda, Jakarta Fair Kemayoran 2026 juga diharapkan menjadi inspirasi bagi kota-kota lain di Indonesia. Pramono menegaskan bahwa pihaknya akan terus berinovasi dalam menyusun Visit Agenda agar bisa menarik perhatian masyarakat luas. “Kami ingin Visit Agenda menjadi salah satu event terbesar di Indonesia yang menggerakkan UMKM,” ujar Pramono. Dengan segala persiapan yang matang, ia yakin Jakarta Fair 2026 akan menjadi sukses besar dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sektor UMKM.
Target Transaksi UMKM dan Kinerja Sebelumnya
Target transaksi UMKM sebesar Rp8 triliun dalam Visit Agenda 2026 adalah proyeksi yang sangat optimis. Sebelumnya, pada tahun 2025, transaksi di Jakarta Fair mencapai lebih dari Rp7 triliun, dengan jumlah pengunjung mencapai 5,9 juta orang. Pramono mengatakan bahwa kenaikan target ini didasarkan pada hasil yang baik di tahun sebelumnya, serta upaya untuk memperluas jaringan pasar UMKM.
“Dengan Visit Agenda 2026, kita ingin menciptakan lingkungan yang lebih mendukung bagi UMKM, baik dalam hal pemasaran maupun akses ke pasar nasional dan internasional,” tambah Pramono. Ia juga menekankan bahwa event ini adalah bagian dari strategi pemerintah untuk meningkatkan daya saing UMKM. Dengan Visit Agenda yang terus berlangsung, pemerintah DKI Jakarta berharap mampu menciptakan ekosistem bisnis yang lebih kuat dan berkelanjutan.
Harapan untuk Masa Depan UMKM Jakarta
Pramono mengungkapkan bahwa Visit Agenda 2026 menjadi momentum penting bagi pengembangan UMKM di Jakarta. “Kami ingin Visit Agenda tidak hanya menjadi event tahunan, tetapi juga menjadi bentuk komitmen untuk membangun ekonomi lokal yang lebih baik,” katanya. Ia menegaskan bahwa keberhasilan transaksi UMKM sebesar Rp8 triliun akan menjadi indikator keberhasilan program pemerintah dalam menggerakkan sektor ini.
Dalam rangka Visit Agenda 2026, pihak penyelenggara juga mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap UMKM. “Selain transaksi, kami juga ingin menciptakan kesadaran masyarakat bahwa UMKM adalah tulang punggung perekonomian Jakarta,” tutur Pramono. Dengan Visit Agenda yang terus ditingkatkan, ia yakin potensi UMKM akan terus terbuka lebar dan mampu bersaing di tingkat nasional.
