Meeting Results: Kuliah Umum di Unhas, Afi Kalla Tekankan Peran IKM dalam Hilirisasi Ekonomi
Kuliah Umum di Unhas, Afi Kalla Soroti Peran IKM dalam Hilirisasi Ekonomi
Meeting Results – Sebelum menghadiri Munas XVIII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) 2026, Afi Kalla, tokoh muda yang diusung sebagai calon Ketua Umum HIPMI, memberikan kuliah umum di Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar. Acara ini menjadi platform untuk menyampaikan pandangan strategis terkait peran industri kecil dan menengah (IKM) dalam meningkatkan kapasitas ekonomi nasional.
Visi dan Strategi Afi Kalla untuk Pengembangan IKM
Di tengah persiapan debat ketiga, Afi Kalla menekankan bahwa hasil pertemuan dalam rangka persiapan Munas XVIII HIPMI menjadi momentum penting untuk memperkuat peran IKM. Ia menegaskan bahwa transformasi usaha mikro ini ke ranah digital dan peningkatan akses pendanaan adalah dua langkah utama yang perlu diambil. “IKM harus menjadi tulang punggung hilirisasi ekonomi, karena ini merupakan kunci untuk menciptakan kemandirian bangsa,” ujar Afi dalam kuliah umum yang dihadiri oleh ribuan mahasiswa.
“Perlu diupayakan bagaimana pengembangan IKM bisa memperkuat ekonomi Indonesia. Mahasiswa harus mampu menciptakan inovasi yang mendorong hilirisasi, agar kita bisa lebih mandiri secara ekonomi,” kata Afi Kalla saat memberikan kuliah umum, Selasa (2/6/2026).
Empat Aspek Strategis dalam Meningkatkan IKM
Afi Kalla mengungkapkan empat aspek utama yang perlu diperhatikan dalam memperkuat peran IKM. Pertama, digitalisasi sebagai fondasi untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing usaha mikro. Kedua, pengembangan jaringan kolaborasi antar pelaku usaha kecil dan menengah untuk menggerakkan ekosistem ekonomi yang solid. Ketiga, penguatan kemandirian ekonomi generasi muda melalui ekspor dan hilirisasi. Keempat, peningkatan kompetensi pengusaha muda agar mampu bersaing secara global.
Kuliah umum tersebut menjadi bagian dari hasil pertemuan HIPMI yang menyoroti pentingnya inovasi dalam meningkatkan kinerja IKM. Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah telah memperkenalkan berbagai program untuk memfasilitasi perluasan pasar dan pengembangan teknologi di sektor usaha mikro. Afi menilai, inovasi dari generasi muda adalah kunci untuk mereformasi sektor ekonomi bangsa.
Peningkatan akses pendanaan juga menjadi fokus utama hasil pertemuan. Dengan adanya investasi yang lebih luas, diharapkan bisa mempercepat pertumbuhan IKM. Sementara itu, penguatan jejaring kerja sama di antara pelaku IKM dianggap penting untuk menciptakan ekosistem yang lebih kuat. “Kolaborasi antar pengusaha muda akan mempercepat proses hilirisasi ekonomi, karena itu membutuhkan sinergi yang solid,” tambah Afi.
Seiring dengan itu, Afi Kalla juga mengusulkan pengembangan SDM pengusaha muda melalui pelatihan dan pendidikan yang lebih komprehensif. Ia menekankan bahwa keberhasilan hilirisasi ekonomi bergantung pada kemampuan para pelaku usaha untuk beradaptasi dengan perubahan pasar dan teknologi. “Jika kita tidak memperkuat kompetensi pengusaha muda, maka hasil pertemuan HIPMI tidak akan berdampak signifikan,” jelasnya.
Kuliah umum ini menjadi wadah untuk menyampaikan rekomendasi hasil pertemuan HIPMI kepada masyarakat luas. Afi Kalla berharap, inovasi dari mahasiswa dan pengusaha muda dapat menjadi penggerak utama dalam mengubah struktur ekonomi Indonesia. “IKM tidak hanya bisa menjadi sumber penerimaan, tetapi juga menjadi mitra strategis dalam mengembangkan sektor hilirisasi ekonomi,” pungkasnya.
