Rano Karno Ungkap Kebakaran Permukiman Dekat Pasar Jiung Kemayoran Hanguskan 304 Bangunan
Rano Karno Ungkap Kebakaran Permukiman Di Pasar Jiung Hanguskan 304 Bangunan
Rano Karno Ungkap Kebakaran Permukiman Dekat – Kebakaran besar yang menghanguskan 304 bangunan terjadi di wilayah permukiman dekat Pasar Jiung, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada hari Senin (2/6/2026). Insiden ini menyebabkan kerugian besar bagi warga setempat, dengan sekitar 679 orang terdampak. Rano Karno, salah satu pejabat yang turun langsung ke lokasi, mengungkapkan bahwa kejadian ini memperlihatkan krisis kebakaran yang parah.
Penyebab Kebakaran dan Dampak Pada Masyarakat
“Kebakaran permukiman di Pasar Jiung terjadi akibat kecelakaan teknis pada sebuah toko elektronik yang menjadi titik awal api,” jelas Rano Karno dalam konferensi pers di lokasi. Api menyala sekitar pukul 03.00 dini hari dan berlangsung hingga pukul 07.30, dengan kecepatan penyebaran yang sangat cepat. Sumber api awal kemungkinan berasal dari kabel listrik yang meleleh akibat beban berlebih.
Rano menambahkan bahwa 304 bangunan yang hancur terdiri dari rumah sederhana dan warung kecil yang menjadi pusat kehidupan masyarakat sekitar. Dampak langsung dari kebakaran ini adalah kehilangan tempat tinggal, peralatan rumah tangga, dan barang-barang berharga. Banyak warga yang terjebak dalam kekacauan dan membutuhkan pertolongan darurat.
Respons Pemerintah dan Upaya Penanganan Darurat
Pemerintah DKI Jakarta segera mengambil langkah untuk mengendalikan situasi. Tim pemadam kebakaran dari Pemadam Kebakaran Kemayoran, serta bantuan dari warga sekitar, berusaha memadamkan api dalam waktu singkat. Meski demikian, Rano Karno mengatakan bahwa kebakaran ini tetap mengakibatkan kerusakan yang signifikan.
“Setelah api terkendali, pihak kecamatan dan kelurahan bergerak cepat untuk memberikan bantuan. Posko darurat telah didirikan di Lapangan Jusuf Hamka, yang dekat dengan lokasi kejadian,” lanjut Rano Karno. Bantuan berupa makanan, pakaian, dan perlengkapan kebutuhan pokok sudah disiapkan, sementara pemerintah juga berencana mengadakan rapat kordinasi untuk mengevaluasi kerugian dan menyusun rencana pemulihan.
Rano Karno juga menyoroti kondisi warga yang terdampak, terutama anak-anak dan lansia yang membutuhkan perlindungan ekstra. Sebanyak 90 dari 679 korban adalah balita, sementara 35 warga berusia di atas 60 tahun juga terkena dampak. Selain itu, sekitar 53 anak SD dan 60 anak SMP serta 22 remaja SMK juga kehilangan akses ke sekolah sementara.
Kejadian ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah dan masyarakat. Meski tidak ada korban jiwa, situasi yang terjadi mengingatkan akan pentingnya kesadaran masyarakat terhadap risiko kebakaran. Rano Karno berharap kejadian ini dapat menjadi pelajaran bagi warga untuk meningkatkan kesiapsiagaan akan bencana serupa.
Banyak warga yang berkerumun di dekat posko darurat untuk mengekspresikan kekecewaan mereka. Seorang warga, Siti Nurbaya, mengungkapkan bahwa sebagian besar rumah di area ini terbuat dari bahan mudah terbakar. “Kami tak pernah menyangka kebakaran akan terjadi di tengah malam, kami hanya berharap bisa pulih secepat mungkin,” kata Siti.
Dalam upaya mempercepat pemulihan, pihak berwenang telah menghubungi beberapa organisasi bantuan nasional dan internasional. Rano Karno memastikan bahwa bantuan akan terus berlanjut hingga semua kebutuhan warga terdampak terpenuhi. Pemadaman dan evakuasi juga diharapkan bisa menjadi contoh dalam manajemen bencana di wilayah urban.
