Important Visit: 321 WNA Kelola 75 Situs Judol di Hayam Wuruk, Bareskrim Telusuri Aliran Dana hingga Sponsor

321-wna-kelola-75-situs-judol-di-hayam-wuruk-bareskrim-telusuri-aliran-dana-hingga-sponsor-efo

Important Visit: 321 WNA Kelola 75 Situs Judi Online di Hayam Wuruk, Bareskrim Investigasi Aliran Dana dan Sponsor

Important Visit – Dalam Important Visit terbaru, Bareskrim Polri berhasil menangkap 321 warga negara asing (WNA) yang diketahui mengelola 75 situs judi online beroperasi di area Hayam Wuruk. Operasi ini dianggap penting karena mengungkap jaringan perjudian internasional yang memanfaatkan teknologi digital untuk menyebarluaskan aktivitas ilegal di Indonesia. Tim penyidik menyita berbagai barang bukti, termasuk uang tunai dan perangkat elektronik, serta mulai melacak sumber dana dan sponsor dari luar negeri yang diduga terlibat dalam kasus ini.

Operasi di Hayam Wuruk

Operasi yang digelar di Hayam Wuruk Plaza Tower terbukti menghasilkan temuan signifikan. Penyidik menemukan 75 domain dan situs web yang menggunakan label serta karakter khusus untuk menghindari pemblokiran oleh sistem digital di Indonesia. “Pelaku berusaha mengelabui pengawasan dengan memanipulasi alamat website, sehingga kita harus melacak dari akar server hingga ID pengguna,” jelas Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri, Brigjen Pol Wira Satya Triputra, pada hari Sabtu (9/5/2026). Tindakan ini menunjukkan upaya terstruktur untuk menyembunyikan aktivitas judi online dari pihak berwajib.

Pembekuan Dana dan Sponsor

Berikutnya, penyidikan fokus pada aliran dana yang terkait dengan jaringan 321 WNA tersebut. Polisi mengungkapkan bahwa sumber dana terkait kegiatan judi online beragam, termasuk dari perusahaan di luar negeri yang menyediakan layanan pembayaran dan teknologi. “Kita juga akan melacak IP address server serta aktivitas finansial melalui rekening bank,” tambah Wira. Sementara itu, pihak berwenang sedang mempercepat investigasi untuk mengidentifikasi sponsor utama yang mendukung operasi ini, yang dianggap krusial dalam memperkuat Important Visit ke jaringan perjudian internasional.

Dalam penangkapan ini, total uang tunai yang berhasil disita mencapai Rp1,9 miliar. Selain rupiah, penyidik juga mengamankan 52.820.000 Dong Vietnam dan USD10.210. Para pelaku berasal dari beberapa negara, termasuk Vietnam, Tiongkok, Laos, Myanmar, Thailand, Malaysia, dan Kamboja. Dari jumlah total 321 WNA, 275 di antaranya telah ditetapkan sebagai tersangka. Angka ini mencerminkan besarnya jaringan yang terlibat dalam aktivitas judi daring.

Pelaku dijerat dengan Pasal 426 dan atau Pasal 607 juncto Pasal 20 serta Pasal 21 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana. Kombinasi pasal ini memperkuat tindakan hukum terhadap perjudian online yang dilakukan oleh WNA. Selain itu, Bareskrim juga mengungkap bahwa ada 15 perusahaan dari luar negeri yang terlibat langsung dalam penyediaan infrastruktur teknis untuk menjalankan situs judi tersebut.

Important Visit ke Hayam Wuruk ini tidak hanya menjadi pembongkaran jaringan judi internasional, tetapi juga menyoroti kebutuhan pengawasan lebih ketat terhadap aktivitas digital yang dilakukan WNA. Dengan adanya situs judi daring yang beroperasi secara tersembunyi, Bareskrim menegaskan komitmen untuk mengejar pelaku hingga ke akar-akar transaksi finansial mereka. “Ini menunjukkan bahwa kita tidak hanya menangani kasus lokal, tetapi juga melibatkan kolaborasi internasional untuk menutup operasi yang merugikan masyarakat,” ujar Wira.

Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa situs judi daring tersebut memiliki struktur yang kompleks, dengan beberapa alamat IP tersembunyi di negara-negara tetangga. Para WNA menggunakan metode pengiriman dana yang bervariasi, termasuk melalui platform internasional dan uang kertas asing. Penyidik juga menemukan indikasi bahwa sebagian sponsor memiliki koneksi dengan pengusaha lokal yang menjadi pihak yang memfasilitasi operasi judi ini. “Kita sedang menggali lebih dalam untuk memastikan semua pelaku diperiksa,” jelas Wira, menegaskan bahwa Important Visit ini menjadi titik awal dari investigasi yang lebih luas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *