Iran Siap Selesaikan Upaya Menuju Pengakhiran Konflik di Timur Tengah
Iran Siap Selesaikan Upaya Menuju Pengakhiran Konflik di Timur Tengah
Iran Siap Selesaikan Upaya Menuju Pengakhiran – Dari TEHERAN, Presiden Iran Masoud Pezeshkian dalam pertemuan dengan Emir Qatar Tamim bin Hamad Al Thani menyatakan kesiapan pihaknya untuk mendorong proses penyelesaian konflik dan ketegangan regional. Pernyataan ini muncul selaras dengan upaya negosiasi antara Iran dan Amerika Serikat (AS) dalam mencari jalan keluar.
Sejumlah sumber mengungkapkan bahwa dalam pertemuan tersebut, Pezeshkian mengapresiasi dukungan Qatar dalam memperkuat jalur perdamaian. Ia juga menegaskan komitmen Iran untuk mengembangkan kerangka kerja yang dianggap bermartabat guna mengakhiri perang dan ketegangan saat ini.
“Presiden Iran mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Qatar atas dukungan dan upaya konstruktifnya dalam menjaga jalur perdamaian, sekaligus menyatakan komitmen untuk mendorong ‘kerangka kerja yang bermartabat’ menuju penyelesaian perang serta ketegangan regional,”
Pezeshkian menambahkan bahwa waktunya sudah tiba bagi pihak lain untuk menunjukkan keinginan dalam menyelesaikan masalah. “Upaya serius sedang dilakukan, termasuk di tingkat ahli, untuk menyelesaikan dokumen dan teks guna mempersiapkan jalan yang jelas menuju stabilitas,”
Selama ini, Ketua Parlemen Iran Mohammad-Bagher Ghalibaf yang memimpin delegasi negara tersebut dalam dialog dengan AS telah berkunjung ke Qatar. Topik utama pembicaraan dilaporkan berfokus pada upaya Washington untuk mencairkan aset Iran di luar negeri.
Pemimpin Delegasi Iran Lobi Dukungan Qatar
Menurut laporan kantor berita Tasnim, tim negosiasi Iran sedang mengusulkan 14 poin penyelesaian. Dalam proposal tersebut, Iran meminta AS mencairkan aset senilai USD24 miliar. Setengah dari jumlah itu akan dilepaskan dalam tahap awal, sementara sisanya akan ditangani kemudian.
PM Israel Benjamin Netanyahu dianggap sebagai kartu liar dalam proses negosiasi antara AS dan Iran. Kehadirannya berpotensi memengaruhi dinamika perundingan, terutama dalam isu-isu yang melibatkan hubungan antara negara-negara Timur Tengah.
