Latest Program: Sambut DSI Prabowo, PKB Ingatkan Transparansi dan Keberpihakan ke Petani
Latest Program: PKB Ingatkan Transparansi dan Keberpihakan ke Petani dalam Kebijakan DSI Prabowo
Pola Ekspor SDA Dengan DSI Jadi Fokus Pembahasan
Latest Program – Jakarta – Pembentukan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ekspor bernama PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) yang diusung oleh Presiden Prabowo Subianto menjadi isu utama dalam pembahasan kebijakan sumber daya alam (SDA) oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Anggota Komisi VI DPR dari fraksi PKB, Rivqy Abdul Halim, mengapresiasi inisiatif ini sebagai langkah strategis untuk meningkatkan partisipasi Indonesia dalam perdagangan global. Namun, ia juga menyoroti pentingnya transparansi dalam pengelolaan DSI agar tidak mengorbankan keberpihakan terhadap masyarakat petani.
“Latest Program ini memperkuat posisi Indonesia dalam ekspor SDA, tetapi harus didukung dengan mekanisme yang jelas agar keuntungan tidak hanya menumpu pada perusahaan besar. Petani dan masyarakat daerah harus menjadi bagian dari keberhasilan ekspor ini,” ujar Rivqy dalam wawancara terbaru.
Kebijakan DSI Harus Mengutamakan Kesejahteraan Petani
Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) PKB di Komisi VI DPR itu menjelaskan, DSI diperkenalkan sebagai solusi untuk mengatasi masalah ketimpangan dalam distribusi keuntungan dari ekspor SDA. Ia menekankan bahwa kebijakan ini harus mencakup peran aktif petani, mulai dari produksi hingga pemasaran. Rivqy mengingatkan bahwa tanpa pendekatan yang inklusif, keberhasilan DSI bisa terganggu oleh praktik rente atau monopoli di sektor pemasaran.
“Latest Program DSI berpotensi menjadi alat ekspor yang efektif, tetapi pemerintah harus memastikan bahwa kebijakan ini tidak mengabaikan kebutuhan petani. Transparansi dan akuntabilitas dalam pemerintahan harus dijaga agar semua pihak merasakan manfaat dari kebijakan ini,” tambahnya.
Implementasi Konsisten sebagai Kunci Kebijakan
Rivqy menyoroti bahwa keberhasilan Latest Program DSI tidak hanya bergantung pada konsep yang inovatif, tetapi juga pada kekonsistenan dalam implementasi. Ia mencontohkan bahwa pengelolaan SDA yang transparan dapat meningkatkan daya tawar Indonesia di pasar internasional, sekaligus memastikan harga komoditas yang lebih stabil bagi petani. Menurutnya, lembaga seperti DSI harus dibangun dengan sistem kontrol yang ketat untuk menghindari kesalahan dalam distribusi pendapatan.
Kolaborasi Pemerintah dan Industri SDA
Latest Program DSI diharapkan menjadi wadah kolaborasi antara pemerintah, industri SDA, dan masyarakat petani. Rivqy mengatakan bahwa kerja sama ini bisa menghasilkan sinergi yang lebih baik dalam meningkatkan ekspor, sekaligus memberikan pelatihan dan pendampingan untuk masyarakat daerah. Dengan sistem satu atap, ia yakin bahwa kebijakan ekspor bisa lebih efisien, tetapi harus dipantau secara berkala untuk memastikan keberpihakan terhadap petani tetap terjaga.
Respon Publik dan Pertimbangan Kebijakan
Respon dari masyarakat terhadap Latest Program DSI cukup positif, terutama karena kebijakan ini mencakup upaya untuk meningkatkan keterlibatan petani dalam ekspor. Namun, beberapa kalangan masih mempertanyakan kesiapan infrastruktur dan kapasitas SDM dalam mendukung operasional BUMN baru ini. Rivqy mengakui bahwa tantangan terbesar terletak pada kemampuan pemerintah untuk memastikan bahwa kebijakan DSI tidak hanya menjadi alat penguasaan ekonomi, tetapi juga peningkatan kualitas hidup petani.
Potensi DSI untuk Mengubah Skenario Ekonomi Nasional
Latest Program DSI dianggap sebagai langkah penting dalam meremajakan sektor SDA Indonesia. Rivqy menegaskan bahwa keberhasilan ekspor bukan hanya tentang volume, tetapi juga tentang manfaat yang dirasakan oleh masyarakat secara luas. Ia menyarankan bahwa DSI harus memiliki peran aktif dalam menentukan harga pasar komoditas SDA, serta memastikan bahwa keuntungan ekspor bisa dijadikan investasi untuk pengembangan daerah. Selain itu, kebijakan ini juga harus didukung oleh regulasi yang melindungi petani dari tekanan harga yang terlalu rendah.
