Special Plan: 10 Jurusan Paling Diminati di SNBT 2026 Didominasi D3 dan D4, K3 UNS Teratas

10-jurusan-paling-diminati-snbt-2026-didominasi-d3-dan-d4-k3-uns-teratas-esn

Special Plan: 10 Jurusan Paling Diminati di SNBT 2026 Didominasi D3 dan D4

Special Plan SNBT 2026 menunjukkan pergeseran signifikan dalam preferensi program studi yang diminati oleh peserta ujian. Dalam pengumuman hasil UTBK SNBT, jelas terlihat bahwa prodi vokasi, khususnya jenjang D3 dan D4, menjadi pilihan utama, menggeser dominasi prodi akademik. Berdasarkan data dari Tim Penanggung Jawab Panitia SNPMB 2026, peningkatan minat terhadap prodi vokasi mencerminkan perubahan orientasi calon mahasiswa menuju jalur pendidikan yang lebih praktis dan terapan.

Berbeda dengan prodi S1 yang sebelumnya lebih menarik perhatian, program vokasi kini menguasai peminat terbanyak. Eduart Wolok, ketua umum Tim Penanggung Jawab Panitia SNPMB, mengungkapkan bahwa meskipun sebagian besar peserta awalnya tertarik pada PTN akademik, tren pilihan jurusan terkini mengarah pada prodi vokasi. “Special Plan SNBT 2026 menunjukkan kecenderungan peserta lebih memilih program vokasi dibandingkan sarjana, meski sejumlah prodi akademik masih menjadi favorit,” jelasnya.

Menurut data terkini, D4 Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Universitas Sebelas Maret (UNS) menjadi prodi paling diminati dengan 5.582 peminat, meskipun daya tampung hanya sebanyak 43 kursi. Prodi kedua yang mendapat banyak minat adalah D3 Keperawatan di Universitas Airlangga, dengan 5.216 peserta. Sementara itu, D3 Administrasi Bisnis di Universitas Brawijaya juga masuk dalam daftar top 3, diterima oleh 5.059 peminat. Tren ini menunjukkan bahwa prodi vokasi kini lebih diminati karena relevansi kurikulum dan peluang kerja yang jelas.

Tren Peminatan Prodi Vokasi

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di UNS menjadi salah satu prodi vokasi paling diminati, mengingat industri kesehatan dan keselamatan kerja semakin berkembang di Indonesia. Sementara itu, keperawatan sebagai prodi vokasi klasik tetap menempati posisi kedua, mencerminkan kebutuhan akan tenaga perawat yang terus meningkat. Prodi Administrasi Bisnis di Universitas Brawijaya juga populer, terutama karena peran vitalnya dalam dunia ekonomi dan bisnis modern.

Di kategori prodi S1, Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan di Institut Teknologi Bandung (ITB) mengisi posisi pertama dengan 4.789 peminat, sementara S1 Hukum di Universitas Diponegoro dan S1 Ilmu Hukum di Universitas Indonesia menjadi dua prodi terpopuler. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun vokasi mendominasi, prodi akademik tetap memiliki daya tarik karena tingkat kompetisi dan prospek karier yang menjanjikan.

Daya tampung yang terbatas memperkuat persaingan antar prodi, terutama di jalur Special Plan SNBT 2026.

Persaingan ketat di antara prodi vokasi dan akademik memicu munculnya beberapa kecenderungan unik. Misalnya, prodi D3 Keperawatan memiliki kuota 60 kursi, namun jumlah peminat mencapai 5.216, menunjukkan ketertarikan peserta terhadap bidang yang memiliki prospek lapangan kerja luas. Sementara itu, D4 K3 UNS dengan kuota terbatas (43 kursi) menarik minat karena reputasi institusi dan relevansi prodi di tengah peningkatan kesadaran akan pentingnya keselamatan kerja di industri.

Analisis data juga menunjukkan bahwa peningkatan minat terhadap prodi vokasi bukan hanya terkait jenjang pendidikan, tetapi juga disebabkan oleh kebutuhan pasar kerja yang lebih spesifik. Banyak peserta mengungkapkan bahwa prodi vokasi menawarkan keterampilan praktis yang dapat langsung diterapkan, sementara prodi akademik lebih cocok bagi yang ingin melanjutkan studi ke tingkat yang lebih tinggi. “Special Plan ini memberi ruang bagi peserta untuk memilih jurusan berdasarkan tujuan karier mereka, bukan hanya popularitas,” kata Eduart Wolok.

Untuk memastikan kesuksesan jalur SNBT 2026, pihak penyelenggara mengimbau peserta untuk mempertimbangkan minat, kemampuan akademik, dan potensi peluang kerja. Dengan total peserta yang lulus sekitar 29,42% dari jumlah total, persaingan ketat dan daya tampung yang terbatas menjadi faktor utama dalam menentukan keberhasilan masuk ke prodi yang dipilih. Tren ini menunjukkan bahwa Special Plan SNBT 2026 sedang berperan dalam membentuk keputusan pendidikan masa depan calon mahasiswa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *