Visit Agenda: Mengharukan! Bocah 9 Tahun Bawa Poster untuk Ayah yang Pulang usai Ditawan Israel

mengharukan-bocah-9-tahun-bawa-poster-untuk-ayah-yang-pulang-usai-ditawan-israel-gir

Visit Agenda: Bocah 9 Tahun Haru Sambut Ayah Ditawan Israel Kembali

Kisah Emosional Bocah di Terminal Soekarno-Hatta

Visit Agenda melaporkan bahwa momen haru mengiringi kembali sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang terlibat dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2026. Rombongan tersebut tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada hari Minggu (24/5/2026) setelah ditahan Israel sekitar satu bulan. Di tengah kerumunan relawan dan keluarga, seorang bocah bernama Hanan (9 tahun) yang menunggu ayahnya, Ronggo Wirasanu, di Terminal 3 menjadi sorotan. Ia membawa poster bertuliskan “Selamat Datang Ayah Ronggo Pahlawanku” sebagai bentuk kehangatan dan dukungan terhadap sosok ayahnya yang telah menjalani pengalaman berat di Gaza.

Poster Anak sebagai Simbol Harapan dan Kedekatan

Hanan sengaja memilih posisi di dekat pintu kedatangan internasional agar ayahnya dapat melihat poster yang dibuatnya sendiri. Kertas berisi gambar wajah Ronggo dan kalimat harapan itu telah ia bawa sejak sebulan lalu. Meski sempat kesulitan berdiri di tengah kerumunan, ia tak pernah menyerah. Pengalaman ini menjadi momen tak terlupakan bagi Hanan, yang mengungkapkan perasaannya dengan tulus:

“Senang,” ujarnya.

Poster itu tidak hanya menunjukkan perasaan anak kecil, tetapi juga menjadi simbol ketahanan keluarga di tengah tantangan luar biasa. Ronggo, yang tergabung dalam GPCI-Dompet Dhuafa, mencatat bahwa kehadiran Hanan memberi semangat tambahan setelah menempuh perjalanan panjang dari Timur Tengah.

Kepulangan WNI dan Aktivitas Misi Humaniter

Kepulangan sembilan WNI tersebut disambut antusias oleh warga dan media. Mereka tiba di Jakarta melalui Terminal 3 Gate 2 pada pukul 16.37 WIB, dengan didampingi Menteri Luar Negeri Sugiono dan Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Abdulfattah AK Al-Sattari. Sebelumnya, rombongan telah melakukan perjalanan dari Istanbul, Turki, ke Dubai, Uni Emirat Arab, pada hari Sabtu (23/5/2026) malam.

Visit Agenda mencatat bahwa kehadiran para relawan dan penggemar masih terasa hangat di bandara. Suasana haru semakin terasa ketika Ronggo, setelah sekian lama berada di bawah tekanan Israel, akhirnya bisa memeluk Hanan dan berbicara tentang perjalanan yang ia lalui. “Ya Alhamdulillah, setelah hampir satu bulan berpisah dari keluarga, tapi berkat doa mereka kami bisa kembali dengan selamat,” kata Ronggo.

Detik-detik Kembali ke Keluarga dan Pengalaman di Gaza

Setelah konferensi pers selesai, Hanan langsung berlari ke arah Ronggo dan memeluknya erat. Kepulangan ini menjadi penutup dari perjalanan berat yang dijalani sang ayah selama misi humaniter di Gaza. Dalam perjalanan, rombongan sempat mengalami perlakuan fisik oleh otoritas Israel, seperti ditendang, disetrum, hingga diinjak. Dua dari WNI menyebutkan bahwa pengalaman ini mengubah mereka secara mendalam.

Visit Agenda menyoroti bahwa keberadaan anak-anak seperti Hanan menjadi pengingat akan nilai-nilai kekeluargaan dan keberanian dalam situasi sulit. Kehadiran mereka tidak hanya menambah kehangatan acara, tetapi juga memberi semangat kepada para WNI yang kembali ke tanah air.

Peran Visit Agenda dalam Memperkuat Harapan dan Keterlibatan

Sebagai media yang terus memantau peristiwa kemanusiaan di Gaza, Visit Agenda menjadi bagian dari upaya menyampaikan narasi tentang keberhasilan misi tersebut. Selama satu bulan terpisah dari keluarga, para WNI tetap berupaya memberikan kontribusi terbaik mereka, baik secara langsung maupun melalui dukungan dari masyarakat. Visit Agenda juga menekankan peran penting media dalam menyebarluaskan kisah-kisah inspiratif seperti ini.

Daftar Nama WNI yang Terlibat dalam Misi Global Sumud Flotilla 2026

Visit Agenda merinci bahwa sembilan WNI yang kembali ini terdiri dari:

  • Herman Budianto Sudarsono (GPCI-Dompet Dhuafa)
  • Ronggo Wirasanu (GPCI-Dompet Dhuafa)
  • Andi Angga Prasadewa (GPCI-Rumah Zakat)
  • Asad Aras Muhammad (GPCI-Spirit of Aqso)
  • Hendro Prasetyo (GPCI-SMART 171)
  • Bambang Noroyono (Republika)
  • Thoudy Badai Rifan Billah (Republika)
  • Andre Prasetyo Nugroho (Tempo)
  • Rahendro Herubowo (Tim Media GPCI)

Kepulangan mereka menunjukkan bahwa konsistensi dan semangat kemanusiaan tidak pernah terhenti, bahkan di tengah tantangan yang berat. Visit Agenda terus mengupas kisah-kisah ini untuk memberikan pemahaman yang lebih luas tentang peran Indonesia dalam mendukung keadilan global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *