New Policy: PKS Tekankan Peran Perempuan dalam Penguatan Ekonomi Keluarga dan Nasional

pks-tekankan-peran-perempuan-dalam-penguatan-ekonomi-keluarga-dan-nasional-ccx

PKS Tekankan Peran Perempuan dalam New Policy Ekonomi Keluarga dan Nasional

Kebangkitan Ekonomi Keluarga Jadi Fondasi Kebangkitan Bangsa

New Policy oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyoroti pentingnya peran perempuan dalam memperkuat ekonomi keluarga sebagai fondasi kebangkitan bangsa. Acara pelatihan yang diadakan di Kantor DPTP PKS, Jakarta, pada Rabu (20/5/2026) ini menjadi wadah untuk memperdalam pemahaman mengenai peran perempuan dalam penguatan ekonomi nasional. Menurut Ketua Departemen Perempuan dan Keluarga DPP PKS, Eko Yulliarti Siroj, New Policy tersebut menggarisbawahi bahwa kebangkitan bangsa tidak terlepas dari kekuatan ekonomi keluarga yang solid.

“New Policy saat ini menjadi momentum penting untuk mengingatkan bahwa kebangkitan ekonomi nasional dimulai dari kekuatan ekonomi keluarga, yang pada akhirnya menciptakan stabilitas bagi masyarakat secara keseluruhan,” kata Eko dalam sambutan.

Eko menjelaskan bahwa perempuan memiliki kontribusi besar dalam memastikan keluarga mandiri secara ekonomi. Dalam New Policy ini, ia mengusulkan perlunya dukungan pemerintah dan lembaga-lembaga kependudukan untuk memperkuat peran perempuan dalam pengambilan keputusan ekonomi. Ia menekankan bahwa perempuan tidak hanya sebagai pengelola rumah tangga, tetapi juga sebagai motor penggerak perekonomian yang memiliki kapasitas berdampak luas.

Perempuan Sebagai Penopang Utama Ekonomi Rumah Tangga

Menurut data yang disampaikan Eko, konsumsi rumah tangga tetap menjadi penopang utama perekonomian nasional, dengan kontribusi sekitar 60 hingga 65 persen. Hal ini menggarisbawahi bahwa perempuan, khususnya ibu-ibu, memiliki peran kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pengambilan keputusan belanja yang berdampak signifikan.

“Jika perempuan tidak melakukan belanja selama seminggu, itu bisa berdampak signifikan pada perekonomian nasional. New Policy ini berupaya memastikan perempuan terlibat aktif dalam pengambilan keputusan ekonomi,” tambahnya.

Eko menyoroti bahwa keberhasilan perempuan dalam bidang ekonomi akan memberikan manfaat tidak hanya kepada diri sendiri, tetapi juga kepada seluruh anggota keluarga. Ia menekankan perlunya pendekatan yang holistik dalam New Policy, yang menargetkan peningkatan keterampilan, akses ke sumber daya, dan kesadaran akan pentingnya peran perempuan dalam kebijakan pemberdayaan ekonomi.

Gen Z sebagai Pendorong Kewirausahaan dan Peluang Kerja

Dalam New Policy, Eko juga menyoroti peran Gen Z dalam mendorong kewirausahaan dan peluang kerja. Data dari Kementerian Sosial menunjukkan bahwa jumlah usaha kecil menengah (UMKM) di Indonesia mencapai sekitar 65,5 juta unit pada 2025, yang mampu menyerap sekitar 97 persen tenaga kerja nasional. Angka ini menegaskan bahwa Gen Z memiliki minat tinggi terhadap isu ekonomi dan usaha kecil.

“New Policy ini dirancang agar Gen Z terlibat dalam pemberdayaan ekonomi, terutama melalui program yang menawarkan peluang kerja dan inovasi usaha berbasis digital,” jelas Eko.

Eko menjelaskan bahwa pelatihan yang diselenggarakan sebagai bagian dari New Policy tidak hanya menargetkan perempuan, tetapi juga Gen Z yang semakin terbuka pada bidang ekonomi kreatif. Ia menekankan perlunya kolaborasi antara lembaga pemerintah dan organisasi kependudukan untuk menciptakan ruang yang lebih inklusif bagi masyarakat muda dalam membangun usaha mereka.

Pelatihan Berkelanjutan dalam New Policy

Menurut Eko, New Policy ini akan diimplementasikan secara berkelanjutan melalui berbagai pelatihan dan program penguatan kapasitas. Ia menegaskan bahwa pelatihan ini tidak hanya satu kali, tetapi akan berlangsung secara rutin dengan tema yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. “New Policy ini akan memberikan pelatihan lanjutan mengenai cara membangun usaha digital sebagai upaya memperkuat ekonomi keluarga,” tambahnya.

“Dengan New Policy, kami berharap bisa membangun ekosistem ekonomi yang lebih adil dan berkelanjutan, dengan perempuan sebagai pusatnya,” pungkas Eko.

Eko menambahkan bahwa New Policy juga akan memberikan insentif khusus bagi perempuan yang berwirausaha, termasuk bantuan pendanaan dan pelatihan keterampilan. Ia berharap program ini mampu memperkuat posisi perempuan dalam perekonomian nasional dan memberikan dampak positif ke berbagai aspek kehidupan masyarakat.

Manfaat New Policy untuk Masyarakat dan Bangsa

Implementasi New Policy diharapkan mampu memberikan manfaat yang signifikan bagi masyarakat Indonesia. Dengan meningkatkan peran perempuan dalam ekonomi keluarga, kebijakan ini akan menjadi fondasi untuk membangun ekonomi nasional yang lebih kuat. Eko menekankan bahwa perempuan memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak utama dalam menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.

“New Policy ini menunjukkan komitmen PKS untuk memperkuat peran perempuan dalam perekonomian, yang pada akhirnya mendukung keberlanjutan bangsa Indonesia,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *