3 Kali Coba Terobos Imigrasi – 13 Haji Nonprosedural Digagalkan di Bandara Kualanamu

3-kali-gagal-terobos-imigrasi-13-haji-nonprosedural-digagalkan-di-bandara-kualanamu-vlf

3 Kali Coba Terobos Imigrasi, 13 Calon Haji Digagalkan di Bandara Kualanamu

3 Kali Coba Terobos Imigrasi – Dalam upaya mengantisipasi pelanggaran prosedur keimigrasian, petugas di Bandara Kualanamu, Medan, berhasil mencegah 13 individu yang diduga ingin melakukan ibadah haji tanpa melalui proses resmi. Rombongan ini telah mencoba terobos imigrasi sebanyak 3 kali sebelum akhirnya terdeteksi. Dua dari tiga upaya mereka berlangsung di Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Batam, dengan rencana keberangkatan ke Arab Saudi melalui Malaysia Airlines MH0861.

Proses Deteksi dan Persiapan Haji

Kepala Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi Sumatera Utara, Parlindungan, menjelaskan bahwa 13 calon haji nonprosedural teridentifikasi setelah petugas melakukan verifikasi data di sistem keimigrasian nasional. Awalnya, mereka menyatakan tujuan perjalanan ke Malaysia sebagai wisata, namun setelah pemeriksaan lebih lanjut, rencana haji yang tidak resmi terungkap. “Kami mendeteksi keberangkatan yang tidak sesuai dengan aturan, termasuk 3 kali coba terobos imigrasi yang mereka lakukan,” tambah Parlindungan dalam siaran pers, Kamis (21/5/2026).

Kasus ini terungkap saat tim imigrasi menemukan kesenjangan dalam dokumen perjalanan. Meski para pelaku menyiapkan surat rekomendasi dan tiket pesawat, mereka tidak memenuhi persyaratan administrasi haji yang wajib dilengkapi. Kali ini, mereka memilih jalur Bandara Kualanamu, yang menjadi pilihan terakhir setelah dua upaya sebelumnya gagal.

Koordinator Lapangan dan Peluang Terobosan

Petugas juga menemukan Santo Aseano sebagai salah satu penumpang yang diduga bertindak sebagai koordinator lapangan. Pria ini dinilai memegang peran kunci dalam mengorganisir rombongan haji ilegal. Dalam penyelidikan, terungkap bahwa para pelaku sengaja memanfaatkan celah prosedur, seperti mengganti informasi dokumen atau menggunakan identitas palsu.

Penyelidikan lanjutan menunjukkan bahwa 3 kali coba terobos imigrasi ini dilakukan dalam waktu kurang dari sebulan. Mereka memanfaatkan pengalaman dari dua keberangkatan sebelumnya untuk memperbaiki strategi. Namun, kejelian petugas akhirnya menghentikan rencana mereka sebelum terbang ke Arab Saudi. “Setiap upaya terobosan keimigrasian diawasi secara ketat, terutama saat penyelidikan menemukan indikasi keterlibatan haji ilegal,” jelas Uray Avian, Kepala Kantor Imigrasi Medan.

Kasus ini menjadi contoh nyata dari upaya penyelundupan haji yang semakin canggih. Para pelaku menggunakan jalur udara sebagai akses cepat ke destinasi ibadah, meski harus menghadapi risiko diperiksa lebih ketat. Pihak imigrasi juga menyebutkan bahwa sejumlah penumpang berusaha memalsukan identitas mereka untuk menghindari pemeriksaan. “Kami telah mencegah 13 calon haji dari mengikuti prosedur yang benar, tetapi risiko mereka tetap tinggi,” tambah Uray Avian.

Dalam beberapa hari terakhir, Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi Sumatera Utara telah mengintensifkan pemeriksaan terhadap calon haji yang datang dari daerah lain. Petugas juga melibatkan Polda Sumatera Utara untuk memastikan tindakan hukum terhadap koordinator kelompok tersebut. “Kerja sama dengan kepolisian penting untuk memperkuat pencegahan terobosan imigrasi 3 kali coba terobos imigrasi ini,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *