IRGC: Situs Militer AS Akan Diserang Jika Amerika Serang Kapal Iran!
IRGC: Situs Militer AS Akan Diserang Jika Amerika Serang Kapal Iran!
Peringatan dari Korps Garda Revolusi Islam
IRGC – TEHERAN – Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran memberikan peringatan bahwa mereka siap melakukan serangan terhadap posisi militer Amerika Serikat di wilayah Timur Tengah jika Washington mengambil tindakan terhadap kapal tanker milik Teheran. Pernyataan ini datang pada hari Sabtu, tepat saat Washington menantikan reaksi dari Teheran terkait langkah diplomasi terbaru.
“Setiap serangan terhadap kapal tanker atau kapal komersial Iran akan memicu respons besar-besaran terhadap salah satu pusat Amerika di kawasan ini serta kapal-kapal yang dianggap sebagai musuh,” ujar IRGC, sehari setelah insiden serangan AS terhadap dua kapal tanker Iran di Teluk Oman.
Trump Harapkan Respons Iran
Pada hari Jumat, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa ia menunggu respons dari Iran terhadap penawaran kesepakatan perdamaian terbaru. Jika Teheran memberikan reaksi, maka informasi itu akan disampaikan kepada mediator Pakistan. Namun, hingga kini belum ada petunjuk adanya respons tersebut.
Abraghchi Pertanyakan Keseriusan AS
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengkritik keandalan kepemimpinan AS. “Tindakan-tindakan yang dilakukan pasukan Amerika di Teluk Persia dan pelanggaran gencatan senjata baru-baru ini telah memperkuat kecurigaan mengenai niat dan komitmen pihak Amerika dalam jalur diplomasi,” katanya dalam percakapan telepon dengan rekan dari Turki, seperti yang dilaporkan kantor berita ISNA, pada hari Minggu (10/5/2026).
Insiden Serangan Rudal dan Drone
Pada hari Jumat, jet tempur AS menembaki dan menetralisir dua kapal tanker berbendera Iran yang dituduh mencoba menantang blokade pelabuhan Teheran. Seorang pejabat militer Iran mengatakan kepada media lokal bahwa Angkatan Laut Teheran telah merespons dengan serangan rudal dan drone.
Konteks Peningkatan Ketegangan
Peristiwa tersebut terjadi setelah gelombang ketegangan lain pada malam sebelumnya di Selat Hormuz, jalur laut strategis yang ingin dikendalikan Iran untuk mengumpulkan bea dan memperkuat pengaruh ekonomi terhadap Amerika Serikat serta sekutunya.
