Reuni Duo Maia, Mey Chan Kenang Masa Kejayaan: Tur 40 Kota hingga Lupa Lokasi Hotel
Reuni Duo Maia Mey Chan Hidupkan Kenangan Tur 40 Kota
Beritasosial.com – Reuni Duo Maia Mey Chan bersama Maia Estianty menghadirkan kembali kenangan perjalanan panjang mereka di industri musik. Bagi Mey Chan, tampil lagi bersama mantan partner duetnya bukan hanya soal menyanyikan lagu-lagu lama, melainkan juga mengingat masa ketika mereka menjalani jadwal panggung yang sangat padat.
Penampilan di acara luar ruang tersebut terasa istimewa karena energi penonton yang begitu besar. Mey Chan menilai suasana festival atau panggung bergaya GOR memberikan kesan lebih santai dan menyenangkan dibandingkan penampilan dalam acara formal.
“Aduh seru banget! Soalnya buat kita, aku sama Bunda (Maia), nyanyi di acara outdoor yang penontonnya seperti itu kan istilahnya GOR ya. Itu tuh vibes-nya lebih fun gitu loh daripada kayak nyanyi-nyanyi formal yang gathering,” ujar Mey Chan.
Nostalgia Penggemar yang Tumbuh Bersama Lagu Duo Maia
Reuni Duo Maia Mey Chan juga memperlihatkan bahwa karya mereka masih melekat di hati pendengar. Mey Chan melihat banyak penggemar yang dahulu mengenal lagu-lagu Duo Maia saat masih anak-anak, kemudian datang kembali sebagai orang dewasa untuk menikmati penampilan keduanya.
Salah satu momen yang membekas baginya terjadi saat ia menanyakan siapa yang pernah mendengarkan lagu “Ingat Kamu” ketika masih duduk di sekolah dasar. Sejumlah penonton mengangkat tangan, membuat Mey Chan tersentuh melihat perjalanan waktu yang telah dilalui para penggemar.
“Duo Maia ini jangan salah loh, Bunda umurnya 50, saya 40. Jadi maksudnya ketemu anak-anak kecil yang, ‘Siapa yang dulu waktu lagu Ingat Kamu masih SD?’ itu ada yang angkat tangan kan. Jadi kayak, ‘Astaga…’ dan mereka itu benar-benar nostalgia karena itu adalah masa kecil mereka,” ungkapnya.
Respons tersebut menunjukkan bahwa lagu dapat menjadi penghubung kuat antara musisi dan pendengarnya. Bagi para penggemar, menyaksikan Maia Estianty dan Mey Chan kembali bernyanyi dapat membangkitkan ingatan terhadap masa kecil maupun masa remaja mereka.
Tur 40 Kota yang Membuat Mey Chan Lupa Lokasi Hotel
Di balik suasana nostalgia itu, Mey Chan juga mengenang masa sibuk Duo Maia sekitar 17 tahun lalu. Saat itu, mereka menjalani tur ke 40 kota dengan ritme perjalanan yang sangat cepat dan jadwal konser yang terus berganti.
Intensitas tur tersebut membuat Mey Chan kerap harus mengingat kembali kota tempat ia berada ketika bangun pagi di hotel. Setelah tampil di satu kota, ia dan tim segera melanjutkan perjalanan menuju kota berikutnya untuk memenuhi agenda konser.
“Nggak kayak zaman 17 tahun lalu bersama Duo Maia yang tur 40 kota. Karena aku ngalamin masa-masa di mana setiap aku bangun tidur aja dulu zaman Duo Maia, itu aku sampai bangun tidur tuh di hotel dan aku harus nginget, ‘Ini di mana ya? Oh, Palangkaraya.’ Besoknya kan kita konser kota lain tuh, bangun pagi tuh di hotel lain, ‘Ini di mana ya? Oh, Surabaya.’ Aku udah lewat masa itu,” pungkasnya.
Palangkaraya dan Surabaya menjadi contoh kota yang masih diingat Mey Chan dari masa tur tersebut. Pengalaman itu menggambarkan sisi penuh tantangan dalam kehidupan musisi: menikmati sambutan penonton di banyak daerah sambil tetap menjaga kesiapan di tengah perpindahan yang nyaris tanpa jeda.
Kini, Reuni Duo Maia Mey Chan membawa nuansa berbeda. Jika dahulu mereka disibukkan oleh deretan kota dan agenda konser, penampilan saat ini lebih terasa sebagai perayaan nostalgia bersama penggemar yang masih setia mengingat lagu-lagu mereka.
FAQ Reuni Duo Maia
Apa yang dikenang Mey Chan dalam reuni Duo Maia?
Mey Chan mengenang antusiasme penonton serta masa ketika Duo Maia menjalani tur hingga 40 kota dengan jadwal perjalanan yang padat.
Mengapa Mey Chan pernah lupa berada di kota mana?
Perpindahan hotel dan kota yang cepat selama rangkaian tur membuatnya kadang harus mengingat kembali lokasi saat bangun tidur.
Lagu apa yang disebut Mey Chan saat mengenang penggemar lama?
Ia menyebut lagu “Ingat Kamu”, yang ternyata masih diingat oleh penonton yang dahulu mendengarkannya sejak duduk di bangku sekolah dasar.
