Kolaborasi Lansiap-STW RIA Pembangunan Perkuat Advokasi Kebijakan Aging Population
Kolaborasi Lansiap dan STW RIA Pembangunan Dorong Kepedulian bagi Lansia
Beritasosial.com – Perubahan komposisi penduduk yang semakin menua menempatkan isu kesejahteraan lanjut usia sebagai perhatian penting bagi masyarakat Indonesia. Tidak hanya menyangkut kebutuhan perawatan, persoalan ini juga berkaitan dengan relasi antara generasi muda dan senior, kesempatan lansia untuk tetap aktif, serta kesiapan kebijakan jangka panjang.
Dalam semangat tersebut, platform Lansiap bersama Sasana Tresna Werdha (STW) RIA Pembangunan menggelar kegiatan “Teman Lanjut Usia: Setiap Uban Menyimpan Cerita” di Cibubur, Jakarta Timur, pada Sabtu, 10 Oktober 2026. Acara ini menjadi pembuka rangkaian inisiatif yang mempertemukan anak muda dengan lansia melalui ruang dialog dan kepedulian sosial.
Menghargai Perjalanan Generasi Senior
Kegiatan ini dikaitkan dengan semangat peringatan Hari Pahlawan sebagai bentuk penghormatan kepada lansia. Para senior dipandang telah memberi kontribusi besar, baik dalam kehidupan keluarga maupun perjalanan pembangunan bangsa. Pengalaman, ketekunan, dan cerita hidup mereka menjadi warisan yang dapat dipelajari oleh generasi berikutnya.
Tema “Setiap Uban Menyimpan Cerita” menegaskan bahwa usia lanjut tidak seharusnya dipahami hanya melalui kebutuhan bantuan. Lansia juga membawa rekam jejak, nilai kehidupan, kemampuan emosional, dan pengetahuan yang relevan untuk dibagikan di tengah masyarakat.
Diskusi dalam kegiatan itu menghadirkan Ketua Kegiatan Lansiap Volika Sinci Sari, Ketua Panti STW RIA Pembangunan Ners Ibnu Abas, serta Staf Khusus Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Aulia Rayimas Tinkar. Salah satu pokok pembahasannya adalah jarak sosial maupun psikologis yang masih terasa antara kelompok usia muda dan lanjut usia.
Jarak antargenerasi dapat membuat kebutuhan lansia kurang terlihat, padahal perubahan pola hidup dan mobilitas sosial menghadirkan tantangan baru bagi keluarga. Data Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa rumah tangga yang merawat lansia menghadapi dinamika tersendiri, sementara sebagian lansia berisiko tinggal sendiri atau tidak memperoleh pendampingan yang cukup.
Lansia Tetap Memiliki Potensi Produktif
Penuaan penduduk tidak semata-mata menjadi beban sosial. Gagasan active ageing menempatkan lansia sebagai individu yang masih dapat berperan melalui kapasitas kognitif, keahlian, pengalaman, serta kearifan yang dimiliki. Dengan ruang yang tepat, mereka dapat terus berpartisipasi dalam aktivitas sosial dan ekonomi secara bermartabat.
Karena itu, perhatian terhadap warga lanjut usia perlu bergerak dari sekadar bantuan sesaat menuju ekosistem yang mendukung kualitas hidup. Lingkungan ramah lansia, akses perawatan yang layak, relasi keluarga yang kuat, serta kesempatan untuk tetap berkegiatan merupakan bagian dari pembahasan yang semakin relevan dalam menghadapi perubahan demografi.
Volika Sinci Sari menilai keterlibatan generasi muda perlu dipahami sebagai strategi untuk masa depan mereka sendiri. Ia menyoroti peluang care economy, atau ekonomi perawatan, sebagai bidang yang dapat dikembangkan secara profesional oleh Generasi Z.
“Hari ini orang muda harus melihat bahwa care economy adalah peluang besar bagi Gen Z untuk tumbuh berkarir profesional hingga level global. Melalui langkah advokasi kebijakan aging population yang kita bangun sekarang, kita sedang meletakkan fondasi dan jaminan perlindungan agar kelak di masa tua nanti generasi kita bisa menikmati hari senja yang jauh lebih layak, terlindungi, dan sejahtera,” ungkap Volika.
Care Economy dan Peluang Generasi Muda
Pertumbuhan jumlah penduduk lansia juga membuka ruang bagi berkembangnya silver economy dan sektor perawatan. Care economy kini tidak hanya dipandang sebagai pekerjaan domestik atau aktivitas informal. Sektor ini memerlukan tenaga kerja yang memiliki empati, kemampuan profesional, pemahaman teknologi, dan kesiapan mendampingi kebutuhan kesehatan lansia.
Generasi muda dapat mengambil peran melalui beragam jalur, mulai dari profesi perawat, pengelolaan fasilitas bagi lansia, pembuatan konten sosial, hingga inovasi teknologi pendukung atau gerontechnology. Kehadiran teknologi dapat membantu aspek pemantauan kesehatan, komunikasi, dan aktivitas harian, namun tetap perlu disertai pendekatan manusiawi yang menghormati martabat lansia.
Ners Ibnu Abas menyambut kerja sama tersebut sebagai upaya untuk menciptakan proses menua yang lebih baik bagi penghuni STW RIA Pembangunan. Konsep aging gracefully menempatkan kualitas hidup, rasa dihargai, dan kesempatan bersosialisasi sebagai unsur penting dalam pendampingan warga lanjut usia.
Aulia Rayimas Tinkar juga mengingatkan anak muda agar memberi ruang untuk mendengarkan pengalaman generasi terdahulu. Cerita kehidupan para senior dapat menjadi bekal dalam menghadapi tantangan pribadi, keluarga, dan sosial.
“Oma dan Opa telah berjuang lebih dulu dan kami orang muda perlu mendengar cerita mereka sebagai bekal menjalani hidup,” kata Aulia.
Menuju Ekosistem yang Lebih Ramah Lansia
Kolaborasi Lansiap dan STW RIA Pembangunan menandai langkah awal gerakan yang melibatkan komunitas, panti, dunia usaha, serta pemerintah. Pendekatan lintas pihak diperlukan karena isu lansia tidak dapat diselesaikan oleh satu kelompok saja. Keluarga tetap menjadi ruang terdekat bagi lansia, sementara komunitas dan institusi dapat memperluas dukungan sosial yang tersedia.
Ke depan, Lansiap menyatakan komitmennya untuk memperluas jaringan kerja sama multipihak, membangun solidaritas publik, dan melakukan audiensi strategis dengan lembaga negara terkait. Upaya ini diharapkan memperkuat advokasi kebijakan aging population sekaligus mendorong masyarakat untuk melihat lansia sebagai bagian penting dari kehidupan bersama.
Melalui perjumpaan antargenerasi, perhatian terhadap lansia dapat tumbuh menjadi kebiasaan sosial yang berkelanjutan. Menghormati cerita masa lalu, mendampingi kebutuhan hari ini, dan menyiapkan perlindungan untuk masa depan merupakan tiga hal yang saling berkaitan dalam membangun Indonesia yang lebih ramah bagi semua usia.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Kolaborasi Lansiap STW RIA Pembangunan Perkuat?
Kolaborasi Lansiap STW RIA Pembangunan Perkuat is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Kolaborasi Lansiap STW RIA Pembangunan Perkuat matter?
Kolaborasi Lansiap STW RIA Pembangunan Perkuat matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.
