Soroti Aksi Mata Elang Masuk Kolong Mobil di GBK, Sahroni: Kalau Begini Terus DC Bisa Jadi Ilegal!
Dua Orang Diduga Matel Masuk Kolong Mobil di GBK, Sahroni Desak Polisi Usut Tuntas
Beritasosial.com – Sebuah rekaman video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan dua orang diduga mata elang (matel) beraksi di area parkir kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat. Dalam rekaman itu, salah satu dari keduanya terlihat merangkak masuk ke kolong mobil yang sedang terparkir. Narasi dalam video menyebut bahwa keduanya berupaya memotret nomor rangka kendaraan guna keperluan penipuan.
Peristiwa tersebut memicu reaksi keras dari Wakil Ketua Komisi III DPR, Ahmad Sahroni. Ia mendesak aparat kepolisian untuk segera memanggil seluruh pihak yang terekam dalam video dan menggali detail kejadian secara menyeluruh.
“Polisi harus segera panggil semua yang terlihat dalam video tersebut, dalami kejadiannya. Apalagi ini kejadian di GBK, masa iya di tempat seramai ini pun masyarakat tidak bisa merasa aman. Jadi jangan sampai ini dibiarkan, karena modus kejahatan sekarang makin aneh-aneh,” ujar Sahroni dalam keterangannya hari ini (20/8).
Sahroni: Gesek Nomor Rangka Sudah Salah, Jangan Tunggu Korban Bertumpukan
Sahroni menegaskan bahwa aktivitas menggesek nomor kendaraan milik orang lain sudah merupakan tindakan keliru, sehingga motif di balik aksi tersebut patut diduga mengarah pada hal yang tidak benar. Ia menekankan pentingnya pencegahan sebelum kerugian meluas.
“Harus diusut tuntas, apa tujuannya dan siapa saja yang terlibat. Menggesek nomor kendaraan orang lain aja sudah salah, jadi ini jelas diduga kuat untuk hal yang tidak benar. Pokoknya kita harus cegah, jangan sampai menunggu banyak korban berjatuhan baru bertindak,” sambungnya.
Kekhawatiran Profesi Debt Collector Bisa Berstatus Ilegal
Sahroni juga menyoroti kemungkinan pencatutan nomor rangka untuk keperluan kredit atau pinjaman ilegal. Menurutnya, bila aksi kriminal semacam ini memang dilakukan oleh debt collector (DC), maka profesi tersebut berisiko kehilangan legitimasi hukumnya.
“Banyak dugaan yang mengarah ke aktivitas kredit atau pinjaman ilegal. Ini bahaya sekali dan korbannya bisa banyak. Jadi kalau nanti ada masyarakat yang melapor kendaraannya dicatut, polisi harus bantu dan pastikan mereka tidak dirugikan. Selain itu juga untuk debt collector harus tahu bahwa tindakan mereka adalah kriminal dan kalau begini terus profesi DC bisa ilegal,” pungkasnya.
Polda Metro Jaya: Video Sedang Dianalisis, Patroli Diperketat
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menyatakan bahwa kepolisian bersama Polres Metro Jakarta Pusat tengah menganalisis video yang beredar untuk mengidentifikasi aktivitas kedua orang di kolong kendaraan serta memastikan ada atau tidaknya unsur tindak pidana.
“Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Jakarta Pusat tengah menganalisis video yang beredar untuk mengetahui aktivitas dua orang di kolong kendaraan serta memastikan ada atau tidaknya unsur tindak pidana,” kata Kombes Budi kepada wartawan, Kamis (20/8/2026).
Ia mengimbau warga agar tetap waspada dan menghindari konfrontasi langsung apabila menemukan aktivitas mencurigakan. Apabila memungkinkan, masyarakat diminta mendokumentasikan kejadian lalu melapor melalui layanan 110 atau kantor polisi terdekat.
“Masyarakat diimbau tetap waspada dan menghindari konfrontasi langsung apabila menemukan aktivitas mencurigakan. Jika memungkinkan, dokumentasikan kejadian dan segera laporkan melalui layanan 110 atau kantor polisi terdekat,” ungkapnya.
“Polda Metro Jaya terus meningkatkan patroli dan edukasi kamtibmas sebagai langkah pencegahan terhadap berbagai modus kejahatan,” pungkasnya.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Soroti Aksi Mata Elang Masuk Kolong?
Soroti Aksi Mata Elang Masuk Kolong is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Soroti Aksi Mata Elang Masuk Kolong matter?
Soroti Aksi Mata Elang Masuk Kolong matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.
