Botol Plastik Disulap Jadi Kain, PURANA Dorong Fashion Berkelanjutan
PURANA Ubah Botol Plastik Menjadi Serat Kain dalam Gerakan “Renjana Perca”
Beritasosial.com – Limbah botol plastik yang lazim berakhir di tempat pembuangan kini menemukan jalur baru menuju industri mode. Melalui tahapan pengolahan khusus, sisa-sisa botol tersebut ditransformasikan menjadi serat tekstil yang layak dipakai sebagai bahan kain. Konsep inilah yang dipamerkan oleh rumah mode Indonesia PURANA lewat demonstrasi bertajuk “Waste-to-Weave” pada Jumat (14/8/2026) di Grand Indonesia, Jakarta.
Demonstrasi tersebut secara langsung memperlihatkan bagaimana limbah plastik diubah menjadi serat kain siap pakai. Lebih dari sekadar pertunjukan teknis, inisiatif ini berfungsi sebagai pintu masuk bagi publik untuk memahami prinsip ekonomi sirkular dalam konteks fashion—di mana material yang semula dikategorikan sebagai sampah memperoleh nilai dan fungsi baru.
Momentum 17 Tahun dan Semangat Kemerdekaan Berkarya
“Renjana Perca” sekaligus menandai satu babak dari perjalanan panjang PURANA selama 17 tahun. Berlangsung bertepatan dengan Bulan Kemerdekaan, rangkaian acara ini mengusung semangat Kemerdekaan Berkarya dengan melibatkan seniman-seniman Indonesia untuk mengekspresikan kekayaan budaya serta kearifan lingkungan Nusantara.
Nonita Respati, Founder sekaligus Chief Creative Officer PURANA, menegaskan bahwa capaian 17 tahun tersebut tidak pernah dibangun secara tunggal. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas daerah dalam menerjemahkan narasi Indonesia ke dalam karya visual.
“Selama 17 tahun, perjalanan PURANA dalam menghidupkan filosofi ‘Livable Art’ bukanlah perjuangan saya seorang diri. Saya sangat bersyukur dapat senantiasa berkolaborasi erat dengan para seniman hebat dari seluruh penjuru Indonesia untuk mengabadikan kekayaan warisan budaya, flora, fauna, lingkungan, serta narasi Nusantara ke dalam setiap motif PURANA,” ujar Nonita di Grand Indonesia, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Dua Belas Seniman dan The Living Archive
Semangat kolaboratif itu terwujud melalui kerja sama dengan 12 seniman yang telah menemani PURANA selama bertahun-tahun. Nama-nama tersebut meliputi Sutjipto Adi, Ruth Marbun, Agan Harahap, Hendra “HeHe” Harsono, Sarkodit, Suanjaya Kencut, Anton Afganial, Francisca “Kika” Puspitasari, Hana Surya, Rosyid Akhmadi, Arief Susanto, dan Savirra Lavinia.
Karya mereka dipresentasikan melalui The Living Archive—sebuah ruang yang menampilkan instalasi seni tersusun dari sisa kain perca. Dengan pendekatan ini, potongan kain yang tadinya menjadi limbah produksi dialihkan menjadi karya bernilai artistik, bukan sekadar buangan pabrik.
Eksibisi Ramah Lingkungan dan Standar Ekonomi Sirkular
Komitmen keberlanjutan juga tercermin pada konstruksi ruang eksibisi itu sendiri. Seluruh struktur instalasi dibangun dari 100 persen kardus daur ulang dan dirancang sedemikian rupa sehingga dapat dibongkar serta didaur ulang kembali setelah acara selesai.
“Para seniman yang terlibat dalam gerakan ‘Renjana Perca’ hari ini adalah para sahabat karya yang telah tumbuh bersama kami selama 17 tahun, mulai dari talenta muda berbakat yang kini telah menjadi nama-nama besar di kancah seni, hingga maestro legendaris seperti Sutjipto Adi,” tuturnya.
“Mengikuti standar ekonomi sirkular Eropa, eksibisi ini dirancang bukan sebagai akhir, melainkan awal dari gerakan berkelanjutan yang diadopsi oleh komunitas yang lebih luas,” lanjut Nonita.
Empat Belas Workshop untuk Gaya Hidup Berkelanjutan
Selain aspek material, “Renjana Perca” juga membuka ruang edukasi bagi masyarakat melalui 14 workshop komunitas yang tersebar sepanjang rangkaian acara. Materi yang ditawarkan beragam—mulai dari kriya upcycling, racikan jamu tradisional, tata letak meja (table setting), hingga analisis warna personal.
Dengan pendekatan berlapis tersebut, PURANA berupaya menunjukkan bahwa fashion berkelanjutan dan gaya hidup ramah lingkungan tidak perlu berjalan terpisah. Barang yang semula dipandang sebagai sampah diberi kesempatan kedua, sementara kreativitas seniman lokal tetap memperoleh ruang untuk tumbuh dan berkembang.
Jadwal dan Lokasi
Rangkaian “PURANA 17: Renjana Perca” berlangsung pada 14–23 Agustus 2026 di Main Atrium East Mall, Grand Indonesia, Jakarta.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Botol Plastik Disulap Jadi Kain PURANA?
Botol Plastik Disulap Jadi Kain PURANA is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Botol Plastik Disulap Jadi Kain PURANA matter?
Botol Plastik Disulap Jadi Kain PURANA matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.
